DetikNews
Rabu 04 Oktober 2017, 16:17 WIB

Menentukan Nasib Aset Digital Saat Sudah Meninggal

Australia Plus ABC - detikNews
Menentukan Nasib Aset Digital Saat Sudah Meninggal
Canberra -

Apa yang Anda tahu soal digital Anda, terutama nasibnya setelah Anda meninggal?

Di Australia, ada 16 juta orang yang aktif di Facebook. Tapi, menurut tim peneliti di Charles Sturt University dan University of Adelaide, kurang dari sepertiga jumlah tersebut yang tahu bahwa situs Facebook memiliki semua konten mereka.

Sebuah survei, Estate Planning di Australia, bertanya kepada 1.000 orang dewasa soal apa yang mereka ketahui tentang nasib konten online mereka setelah mereka meninggal dunia, atau saat mengalami keterbatasan. 71 persen menjawab tidak tahu.

Profesor Adam Steen, dari Universitas Charles Sturt, mengatakan kurang dari 30 persen yang mengikuti survei memahami apa yang akan terjadi pada aset digital setelah mereka meninggal.

"Orang-orang sepenuhnya tidak tahu apa yang terjadi pada aset digital mereka," katanya.

"Ini mencakup email, akun media sosial seperti Facebook, mata uang seperti bitcoin, foto dan video yang diunggah di internet."

"Bahkan urusan pemerintah, seperti catatan medis, catatan perbankan, dan sejenisnya."

"Layanan film seperti Netflix, sebut saja, bisa mencakup hal-hal itu."

Survei menemukan sebagian besar orang Australia memiliki beberapa aset digital. Hanya 18 persen dari mereka yang disurvei mengatakan tidak memiliki satu pun aset digital.

Sulit memahami syarat dan ketentuan

Profesor Steen mengatakan soal kepemilikan konten digital disebutkan dalam kesepakatan pengguna yang jumlahnya ratusan halaman, sebelum pengguna membuat akun.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat mengatakan rata-rata pengguna internet butuh 76 hari hanya untuk membaca semua persyaratan dan ketentuan yang mereka setujui setiap tahun.

Selain itu, platform yang berbeda memiliki kebijakan yang berbeda saat pengguna meninggal dunia.

"Misalnya jika Anda memberi tahu LinkedIn atau Yahoo bahwa seseorang telah meninggal, mereka akan secara otomatis menghapus akun tersebut," kata Profesor Steen.

Soal kepemilikan konten juga tidak dimengerti oleh banyak, seperti saat mereka 'membeli' konten dari perusahaan seperti Amazon atau Apple.

"Misalnya iTunes, kebanyakan orang tidak menyadari, mereka hanya menyewa musik atau video, bukan memilikinya sehingga tidak bisa digunakan oleh orang lain," kata Profesor Steen.

Bagi anggota keluarga yang ingin akun pengguna kerabatnya ditutup, perlu memiliki sejumlah dokumen dan bukti bahwa mereka memiliki hak untuk mengajukan permohonan penutupan.

Dan seringkali hal anggota keluarga tidak diberikan akses ke sejumlah akun, seperti Facebook.

"Kita bisa membuat menjadi sebuah halaman peringatan, pada dasaranya hanya keluarga, kerabat dan teman dekat yang bisa melihatnya, tapi orang-orang tidak bisa masuk dan mengaksesnya," kata Profesor Steen.

Halaman peringatan adalah membekukan halaman sama seperti saat pengguna terakhir mengaksesnya, namun halaman tersebut tidak bisa ditemukan dalam pencarian.

Warga asal Sydney, Steph memiliki seorang rekan kerja dan teman yang meninggal secara mendadak tahun lalu, dan akun Facebooknya menjadi halaman peringatan.

Menurutnya, saat halaman Facebook temannya menjadi tempat berbagi kenangan, tetapi sangat mengejutkan saat sadar jika konten di halaman tersebut akhirnya dimiliki oleh Facebook.

"Saya pikir bagi teman-temannya ini seperti terapi [setelah ditinggal kematian], tapi saya juga bisa mengerti bagi keluarganya karena ada masih ada halamannya, dan mungkin mereka tidak menginginkannya," katanya.

"Saya tidak tahu apakah orang tuanya memiliki akses pada halaman tersebut, saya tidak tahu apakah mereka bahkan tahu jika halaman itu benar-benar ada, tapi kami telah mengubah halamannya."

Mengetahui apa yang terjadi pada tiap-tiapakunonline
  • Facebook: Anda bisa memberikan kontak orang yang akan meneruskan akun Anda setelah meninggal. Mereka bisa mengunggah status atau postingan baru, memperbaharui foto profil, merespon permintaan menjadi teman. Pilihan lainnya, Anda bisa menghapus halaman setelah Facebook diberitahu jika Anda sudah meninggal. Atau Anda bisa juga menjadikannya sebagai halaman peringatan, dimana membekukan halaman Anda.
  • Google: Anda bisa meminta hingga 10 orang yang bisa mengeksekusi akun Anda setelah meninggal atau akun Anda akan menjadi tidak aktif
  • Twitter: Memperbolehkan keluarga dan kerabat yang terverifikasi yang dapat menghapus akun Anda, jika mereka bisa membuktikan Anda telah meninggal dunia
  • LinkedIn, Snapchat, Tumblr: Kerabat keluarga langsung dapat memohon untuk menghapus akun Anda
  • iTunes, Amazon: Pembelian konten tidak dapat diteruskan kepada sanak keluarga.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed