DetikNews
Jumat 29 September 2017, 13:10 WIB

Mengapa Musim Influenza di Australia Sangat Buruk?

Australia Plus ABC - detikNews
Mengapa Musim Influenza di Australia Sangat Buruk?
Canberra -

Ada kabar baik bagi warga Australia yang belakangan ini berjuang melawan flu: puncak musim flu yang buruk tampaknya telah berlalu di sebagian besar, atau mungkin di keseluruhan, wilayah Australia.

Tapi karena masih terjadi kasus influenza yang lebih banyak dari biasanya, masih banyak penyakit yang berkeliaran di Australia.

Kami meminta ahli penyakit menular, yakni Profesor Peter Collignon dari Fakultas Kedokteran Australian National University (ANU) serta Profesor Allen Cheng dari Monash University dan Rumah Sakit Alfred untuk menjawab beberapa pertanyaan umum.

Seberapa parah musim flu tahun ini?

Profesor Collignon mengatakan, menilik hasil tes laboratorium, sudah ada lebih dari 2,5 kali lipat jumlah kasus influenza yang terkonfirmasi dibandingkan tahun lalu.

Namun angka ini menyesatkan karena sebagian dari kenaikan tersebut disebabkan ketersediaan perangkat tes cepat (rapid test) untuk flu yang lebih banyak.

Seorang ibu asal Canberra, Jennifer Thew dengan anak laki
Warga asal Canberra, Jennifer Thew meninggal akibat komplikasi dari influenza selama akhir pekan lalu. (Facebook)

Profesor Collington menyebut, jumlah kunjungan ke rumah sakit dan dokter umum untuk kasus influenza adalah panduan yang jauh lebih baik dan data ini menunjukkan adanya kenaikan kasus flu sebesar 50 persen.

Tapi sulit untuk mengatakan angka pasti dari kenaikan ini hingga musim flu berakhir dan semua data dikumpulkan.

Profesor Cheng memperkirakan secara total, sekitar 5 persen orang Australia akan mengalami flu tahun ini.

Jumlah total kematian akibat flu belum diketahui

Angka yang dikumpulkan oleh program 7.30 ABC minggu lalu menunjukkan sejauh ini ada lebih dari 370 kematian akibat influenza yang terkonfirmasi dan tercatat di empat negara bagian. Banyak di antara kasus kematian itu terjadi di fasilitas perawatan anak dan usia lanjut.

Mengapa musim flu ini buruk?
epidemi flu
Seiring dengan kematian dari musim influenza yang buruk tahun ini, banyak orang yang bertanya mengenai vaksi flu.

Tampaknya, salah satu faktor kunci adalah kurang efektifnya vaksin flu dibandingkan perkiraan tahun ini.

Data awal menunjukkan vaksi flu hanya menawarkan perlindungan 15 sampai 20 persen, kata Profesor Collignon.

Ini berarti sebanyak 85 persen orang yang telah divaksinasi dan terpapar virus flu masih akan terinfeksi flu.

"Untuk alasan apapun, vaksin flu ini sangat tidak efektif tahun ini."

Seiring dengan meningkatnya angka kematian akibat kasus-kasus influenza yang mematikan ini, banyak pertanyaan diajukan mengenai vaksin flu.

Rata-rata, selama 10 tahun terakhir, vaksin flu telah berhasil melindungi sekitar 40 sampai 50 persen orang dari infeksi flu (secara substansial ini lebih kecil dibandingkan vaksin lain, seperti misalnya, vaksin campak, yang keefektifannya sekitar 90 persen).

Salah satu alasannya adalah virus influenza bisa bermutasi dengan cepat.

Karena vaksin flu harus direncanakan dan diproduksi beberapa bulan sebelum dimulainya musim flu, sumber asal vaksin tersebut kemungkinan sudah tidak cocok lagi dengan sumber virus flu yang beredar.

"Di banyak musim flu, terjadi ketidakcocokan, tapi bahkan jika tidak terjadi ketidakcocokan, vaksin flu yang ada seringkali sudah tidak seefektif yang Anda harapkan. Kami tidak tahu mengapa," kata Profesor Collignon.

"Kami benar-benar membutuhkan vaksin yang lebih baik. Kami memerlukan desain vaksin yang berbeda yang ... memberi kami perlindungan untuk 5 atau 10 tahun ke depan, tidak peduli sumber virus apa yang datang."

Apakah virus flu tahun ini di luar kebiasaan?

Sepertinya tidak. Tahun ini mungkin memang musim flu yang buruk karena terjadi lebih banyak kasus flu, ketimbang karena virus yang beredar sangat parah.

"Saya tidak mengetahui adanya data yang menunjukkan flu tahun ini lebih ganas atau agresif," kata Profesor Collignon.

Laporan Surveilans Influenza Australia terbaru menggambarkan, tingkat keparahan klinis flu tahun ini masuk pada kategori "rendah cenderung sedang".

Perlukah vaksinasi flu setiap tahun?

Flu adalah penyakit serius yang terkadang bisa membunuh orang yang tampaknya sehat.

"Meskipun kami mendapat vaksin yang tidak dapat diprediksi dalam hal seberapa baik kinerjanya setiap tahun dan rata-rata mungkin hanya memiliki khasiat 40 persen saja, tapi kami masih akan merekomendasikannya karena pengurangan itu lebih baik daripada tidak sama sekali," kata Profesor Collignon.

Itu sangat penting jika Anda berada dalam kelompok 'berisiko' karena flu dapat menyebabkan efek yang sangat serius.

"Jika Anda menderita penyakit jantung atau diabetes serius, hal terakhir yang Anda butuhkan adalah infeksi serius lainnya. Itu sama artinya dengan hal sepele yang memicu kondisi serius.

Mengapa flu mematikan?

Influenza dikenal dapat membunuh orang dengan sendirinya karena bisa memiliki efek luar biasa pada tubuh Anda. (Hal ini terutama terjadi jika Anda memiliki penyakit mendasar yang telah menyerang organ vital.)

Tapi infeksi bakteri sekunder sebenarnya adalah penyebab paling umum dalam kasus kematian orang yang menderita flu, kata Profesor Collignon.

"Dari semua data yang pernah saya lihat, jika Anda meninggal karena influenza, ada sekitar 70 persen kemungkinan itu adalah infeksi bakteri sekunder yang membunuh Anda daripada virus flu itu sendiri."

Menderita flu dapat membuat infeksi bakteri sekunder lebih mungkin terjadi dengan merusak mekanisme alami yang digunakan saluran udara untuk mengusir bakteri saat Anda menghirupnya di udara.

Hal ini dapat membuat Anda lebih mungkin terkena infeksi seperti pneumonia, yang merusak paru-paru Anda sehingga Anda tidak dapat bernafas dengan benar.

epidemi flu
Mengapa flu dapat menyebabkan kematian tapi kita jarang mendengar orang meninggal karena pilek.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi infeksi bakteri sekunder?

Meminum obat antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi bakteri sekunder adalah "ide yang sangat buruk", jelas, Profesor Collignon.

Kurang dari satu sampai 2 persen orang yang terkena influenza akan mengalami komplikasi akibat kebiasaan ini.

Bagi semua orang yang terserang flu, antibiotik akan menyebabkan lebih banyak bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Itu berarti ketika orang benar-benar membutuhkan antibiotik, obat-obatan tersebut cenderung tidak membantu mereka.

"Kami membutuhkan data yang lebih baik untuk mengetahui bagaimana kita bisa mengidentifikasi persentase kecil mengenai siapa yang akan menderita infeksi bakteri sekunder dan [kita juga perlu tahu] apakah ada tes cepat yang dapat kita lakukan?

"Jika Anda terkena penyakit -yang mungkin menjadi influenza -dan setelah empat sampai lima hari, Anda mulai menjadi lebih sakit, Anda harus pergi dan menemui dokter dan mengajukan pertanyaan spesifik, 'Mungkinkah saya menderita pneumonia bakteri sekunder?' Itu adalah komplikasi yang paling mengancam nyawa."

Jika dokter Anda menduga itu adalah pneumonia, dia mungkin akan melakukan rontgen dada dan tes darah.

Lebih banyak korban orang muda atau lansia?

Tidak ada bukti bahwa proporsi orang muda yang terdampak lebih besar tahun ini. Tapi angka absolut cenderung lebih tinggi karena jumlah infeksi yang lebih tinggi secara keseluruhan.

Golongan lansia tampaknya yang paling terpukul. Dan tampaknya vaksin ini sangat tidak efektif dalam kelompok usia itu.

"Kami pada dasarnya memiliki vaksin yang sama seperti di Inggris dan Eropa tahun lalu, vaksin itu tampaknya hampir tidak efektif di kalangan warga berusia di atas 65 tahun di sana, vaksinnya tidak bekerja sama sekali, Kami tidak tahu mengapa," ujar Profesor Collignon.

"Sepertinya khasiat vaksin [dalam kelompok usia ini] tidak akan lebih baik daripada di Inggris dan Eropa."

vaksin flu
Vaksin flu tahun ini tampaknya tidak efektif pada kalangan warga yang sudah lanjut usia. (AAP)

Secara umum, warga lanjut usia menghasilkan respons imun yang kurang efektif terhadap vaksin daripada kaum muda.

Namun tahun ini, jenis flu yang mendominasi di Australia (H3, sejenis influenza A) diketahui menyebabkan penyakit yang lebih signifikan pada lansia. Selain itu, diketahui jenis itu mengalami beberapa perubahan musim ini.

Faktor-faktor ini mungkin telah berkontribusi pada sejumlah besar kasus pada lansia yang telah divaksinasi, kata Kepala Staf Medis Australia, Profesor Brendan Murphy.

Apakah kita sudah melewati fase terburuk?

Mungkin ya, meski di wilayah tropis Australia terdapat dua kali musim flu tahun ini dan musim kedua mungkin belum tiba di sana, kata Profesor Cheng.

"ACT (Wilayah Ibukota Australia) memiliki aktivitas [kasus flu] yang lebih sedikit, kondisi ACT sudah bagus dan benar-benar sudah melewati puncak [musim flu]," katanya.

Victoria dan NSW masih memiliki "cukup banyak aktivitas flu" dan jumlah kasus di Tasmania, Queensland serta Australia Selatan masih, "masuk akal".

Untuk alasan yang tidak sepenuhnya dipahami, Australia Barat dan Northern Territory belum pernah mengalami kasus flu sebanyak tahun ini.

Profesor Collignon mengatakan: "Saya pikir, di sebagian besar wilayah Australia kami sudah melewati puncak musim flu. Tapi kami masih memiliki jumlah kasus flu yang besar, karena bahkan di kawasan pegunungan, jumlahnya masih cukup tinggi dibandingkan di dataran rendah."

Terlambatkah untuk mendapatkan vaksin sekarang?

Setiap individu harus menimbang potensi risiko dan manfaat dari vaksin flu untuk diri mereka sendiri. Berdiskusi dengan dokter Anda mungkin bisa membantu.

"Pandangan pribadi saya sendiri adalah Anda sudah ketinggalan," kata Profesor Collignon. "Vaksin membutuhkan waktu setidaknya dua minggu untuk bekerja.

"Saya kira, tidak mungkin kami memiliki banyak kasus flu dua sampai tiga minggu dari sekarang."

Simak artikel ini dalam Bahasa Inggris disini.


(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed