DetikNews
Selasa 22 Agustus 2017, 09:04 WIB

Korut Peringatkan Australia karena Ikut Latihan Militer Gabungan

Australia Plus ABC - detikNews
Korut Peringatkan Australia karena Ikut Latihan Militer Gabungan
Pyongyang -

Korea Utara (Korut) telah menyerang keputusan Australia untuk berpartisipasi dalam latihan militer bersama dengan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan, menggambarkan keputusan itu sebagai "aksi bunuh diri".

Ribuan personil militer AS dan Korea Selatan memulai latihan militer tahunan, yang akan mencakup keterlibatan Australia dalam latihan simulasi komputer.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada hari Sabtu (19/8/2017), kantor berita resmi Korea Utara mengatakan bahwa Pemerintah Australia harus fokus untuk menjaga perdamaian negaranya sendiri, bukan malah bergabung dengan AS dalam upaya menuju perang nuklir.

Korea Utara menggambarkan langkah Australia sebagai aksi bunuh diri, mengundang bencana dan "sebuah ilustrasi ketidakdewasaan politik yang tidak menyadari keseriusan situasi saat ini".

"Australia mengikuti AS menuju Perang Korea, Perang Vietnam dan 'perang melawan terorisme', namun kehilangan nyawa dan aset adalah akibatnya," demikian bunyi sebuah terjemahan dari pernyataan tersebut.

"Negara-negara seperti Australia yang bergabung dalam aksi militer melawan DPRK (Korea Utara), yang secara membabi buta mengikuti AS, tidak akan pernah bisa menghindari tindakan balasan dari DPRK."

Pencegah terhadap agresi Korea Utara

Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne, mengatakan bahwa lebih dari dua lusin anggota ADF (Angkatan Pertahanan Australia) akan ambil bagian dalam latihan perang tahunan Ulchi-Freedom Guardian.

Pekan lalu, Kepala Angkatan Darat Australia, Angus Campbell, membantah akan ada risiko bagi personil militer Australia yang berpartisipasi dalam latihan perang tersebut.

Latihan perang Ulchi-Freedom Guardian dijadwalkan berlangsung dari 21 Agustus sampai 31 Agustus dan melibatkan puluhan ribu tentara Amerika dan Korea Selatan di darat, laut dan udara.

Baik AS maupun Korea Selatan mengatakan bahwa latihan perang itu bersifat defensif dan penting untuk mempertahankan pencegah terhadap agresi Korea Utara.

Menurut Departemen Pertahanan AS, kegiatan tahunan tersebut melibatkan sekitar 40.000 tentara, bersama dengan personil Pemerintah Korsel yang melatih warga sipil mereka dengan respon bertahan.

Pekan lalu, Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, mengonfirmasi bahwa Australia akan bergabung dengan AS dalam konflik apapun dengan Korea Utara jika melakukan ancaman terhadap rudal api terhadap wilayah strategis Guam di Pasifik.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 17:25 WIB 21/08/2017 oleh Nurina Savitri.




(nvc/nvc)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed