DetikNews
Senin 19 Juni 2017, 13:00 WIB

Mengapa Kota Canberra Melarang Papan Reklame?

Australia Plus ABC - detikNews
Mengapa Kota Canberra Melarang Papan Reklame?
Canberra -

Ketika Anda menyusuri salah satu jalan raya yang lebar di Canberra, akan tampak taman-taman, pohon dan pegunungan di kejauhan. Anda tak akan menemukan papan reklame seperti di kebanyakan kota lainnya.

Mengapa tidak banyak papan reklame di ibukota Australia (ACT) ini? Itulah pertanyaan salah seorang warga Canberra, Sandi Lees.

"Dari jalan raya, begitu memasuki wilayah ACT Anda langsung tidak melihat adanya reklame... hanya pemandangan indah," katanya.

Lees mengatakan kurangnya papan reklame besar adalah bagian dari daya tarik kota. Dia yakin ada politik di balik semua ini.

"Saya pikir mungkin ada hubungannya dengan posisi sebagai kota politik dan memang dirancang menjadi egaliter. Kami tidak ingin terlihat menunjukkan dukungan kepada siapa pun," katanya.

Apakah ada larangan billboard? A billboard at the Canberra Centre. Sebuah papan reklame di pusat kota Canberra Centre.

ABC News: Sonya Gee


Memang ada larangan. Meskipun ada satu pengecualian utama dan beberapa yang lainnya.

Rencana Ibukota Nasional, yang mengatur jalan-jalan utama Canberra dan bidang-bidang penting lainnya, menyebutkan: "Papan komersial di pinggir jalan tidak diizinkan dalam wilayah jalan, kecuali di tempat pemberhentian bus."

Pengecualian ini sebenarnya terbilang baru, karena beberapa tempat pemberhentian bus kota diganti dengan struktur yang lebih modern.

Pemerintah ACT membatasi papan komersial di seluruh wilayah Canberra lainnya, mencegah adanya iklan di ketinggian di atas lantai dasar.

Tapi larangan billboard di Canberra membentang lebih jauh, ke peraturan federal tahun 1937.

Brett Phillips dari Direktorat Lingkungan dan Perencanaan ACT mengatakan peraturan tersebut terkait dengan awal Canberra sebagai kota baru.

"Billboard adalah sesuatu yang terlihat tidak sesuai dengan rencana [Canberra]," katanya.

"Yaitu ruang terbuka, dan tidak ada yang boleh menghalangi pemandangan tersebut," tambahnya.

Pengecualian A billboard at Canberra Airport. Papan reklame di bandara Canberra Airport.

Supplied: Ian McAuley


Meskipun ada larangan tersebut, Canberra bukannya bebas papan reklame sama sekali. Hal ini dicatat oleh Lees.

"Di Convention Center ada papan reklame yang akal-akalan," katanya.

Phillips mengatakan bahwa papan elektronik yang dipasang di gedung itu - dan papan reklame beberapa lantai di Canberra Centre - diizinkan dalam izin pembangunan karena masuk tanah pribadi.

Papan iklan bergerak dan bus tidak termasuk dalam peraturan, karena sifatnya yang bergerak.

Tapi pengecualian yang paling menonjol ada di Bandara Canberra, yang diberi hak memasang papan reklame oleh Pemerintah Federal pada tahun 2000, beberapa tahun setelah diprivatisasi.

Akankah larangan berlanjut? Ian McAuley stands with a billboard in the background at the National Convention Centre in Canberra. Ian McAuley mendokumentasikan papan reklame di Canberra.

ABC News: James Fettes


Banyak orang menginginkan larangan tersebut tetap berlaku - termasuk Lees.

Bahkan ada dukungan terorganisir dari warga Ian McAuley, yang membantu membentuk Komite Penghapusan Papan Iklan (CRAS) sejak tahun 1990-an.

Pada saat itu, kelompok tersebut memprotes pemasangan papan reklame sandwich kecil di sekitar kota.

Namun Mr McAuley mengatakan sejak saat itu periklanan menjadi lebih korporat di ibukota. Dia membuat website sendiri untuk menunjukkan contoh-contohnya.

"Ini telah menjadi bisnis besar. Kami tidak hanya berurusan dengan beberapa pebisnis di Fyshwick yang memutuskan mempermainkan hukum," katanya.

"Kami ingin melestarikan ruang publik... itu milik kita, bukan untuk korporasi," tambahnya.

Awal tahun ini, Menteri Utama (Premier) ACT Andrew Barr mengatakan pelarangan papan reklame bisa mendapatkan perubahan, sehingga memicu Parlemen ACT melakukan penyelidikan.

Penyelidikan tersebut menerima masukan masyarakat ACT sampai Selasa, 20 Juni. Laporannya diharapkan rampung pada bulan Oktober.

Diterbitkan Senin 19 Juni 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC News.




(nvc/nvc)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed