DetikNews
Jumat 21 April 2017, 13:16 WIB

Patrick Wombat Tertua dalam Penangkaran di Dunia Telah Mati

Australia Plus ABC - detikNews
Patrick Wombat Tertua dalam Penangkaran di Dunia Telah Mati
Victoria -

Puluhan ribu netizen berduka atas kabar kematian Patrick satwa wombat tertua di dunia yang hidup di penangkaran pada Rabu (19/4/2017).

Hewan marsupial ini menjadi salah satu pusat perhatian yang paling dicintai Taman Margasatwa Ballarat di Australia.

Patrick berusia 31 tahun, usianya ini setara dengan 130 tahun diukur dari usia hidup manusia dan diyakini sebagai wombat berhidung pesek tertua yang hidup di penangkaran di dunia.

General Manajer Taman Margasatwa Ballarat, Greg Parker, yang merawat Patrick sejak dia kehilangan induknya ketika masih kecil, menggambarkan Patrick sebagai semacam duta besar Wombat.
"Dia menunjukan sifatnya yang tenang, ramah sejak awal," katanya.

Patrick diambil dari tempat penampungan binatang setelah induknya mati tertabrak kendaraan.

"Hukum ketika itu menyatakan kalau dia harus dilepasliarkan kembali ke alam. Namun demikian, dia sudah 3 kali berusaha dilepasliarkan tapi terluka parah oleh wombat liar lainnya dan karenanya kami berjuang mendapatkan izin agar kami bisa memeliharanya dan dia bisa menjalani hidupnya di sini."

Patrick tidak pernah menunjukkan sifat agresif yang biasanya lekat dengan hewan wombat dan membahayakan dirinya sendiri di hadapan para pengunjung taman margasatwa Ballarat dengan menaiki gerobak dorong sementara kandangnya sedang dibersihkan.

"Dia mulai bertemu dengan pelatih yang mungkin berasal dari Melbourne dan kemudian profilnya dimasukkan ke dalam brosur dan dia juga tampil dalam pertunjukan pemasaran pariwisata terbesar di bumi belahan selatan," kata Parker.

Patrick pernah juga sekali pergi ke Spring Street setelah diundang mengunjungi Gedung Parlemen.

CNN memasukan nama Patrick dalam daftar " Maskot Kota terhebat pada tahun 2014.

Parker mengatakan pujian mulai berdatangan dari 55 ribu sahabat Patrick di akun Facebook-nya sejak kabar kematiannya diunggah di media sosial.

"Dia memiliki penggemar yang luar biasa di seluruh dunia," kata Parker. "Salah satu sahabat yang berasal dari Jerman memiliki tattoo bergambar dirinya di salah satu lengannya."

Ada rencana untuk mengenang Patrick dengan mendirikan monumen patungnya di Taman margasatwa Ballarat, namun Parker mengatakan dia belum memutuskan di mana Patrick akan dikuburkan.

"Saat ini kami masih mengurus kematiannya," katanya.

"Ada suasana yang sangat berduka di sini hari ini yang bukan hanya dirasakan oleh saya tapi juga perawat, dokter hewan, dan semua yang mengenalnya.

"Saya merasakan kehilangan dia sebagaimana layaknya anggota keluarga saya."

Kematian Patrick terjadi hanya beberapa pekan sebelum Guinness Book of Records meluncurkan edisi terbaru mereka, yang akan menampilkan profil Patrick sebagai wombat tertua di dunia.

Patrick mampu bertahan hidup tanpa dukungan dari keluarga wombat-nya yang berkaki empat, hanya berkat dukungan keluarga manusianya dan penggemarnya

"Wombat, sebagai binatang liar dikenal kasar dan galak dan mereka berkomunikasi lewat gigitan," kata Parker.

"Di alam liar mereka berkelahi untuk memperjuangkan wilayah atau pada saat musim kawin, namun demikian, Patrick benar-benar pengecualian dari perilaku tersebut."

"Kami beberapa kali menempatkan dia dengan wombat betina tapi dia akan mulai digigit dan kemudian dia hanya akan berubah menjadi jelly dan merunduk di tanah dan membiarkan mereka menggigitnya - dia tidak cocok untuk berkembang biak."

"Dia memang bukan wombat kebanyakan."

Diterjemahkan pada pukul 21:00 WIB, 20/4/2017 oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.


(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed