DetikNews
Kamis 20 April 2017, 18:43 WIB

Satelit Buatan Universitas Adelaide Diluncurkan ke Luar Angkasa

Australia Plus ABC - detikNews
Satelit Buatan Universitas Adelaide Diluncurkan ke Luar Angkasa Matt Tetlow mengerjakan proyek satelit di laboratorium. (ABC)
Adelaide -

Satelit buatan Australia yang pertama dalam 15 tahun terakhir sukses diluncurkan ke luar angkasa oleh NASA setelah dikembangkan oleh sejumlah universitas Australia.

Salah satu satelit miniatur bernama 'CubeSat' dibuat lebih dari empat tahun oleh sekitar 50 staf dan mahasiswa Universitas Adelaide (UOA).

Ini adalah satu dari tiga "satelit-nano" yang dikembangkan di Australia sebagai bagian dari proyek penelitian yang melibatkan universitas-universitas Australia, di bawah proyek yang didanai oleh Eropa, yakni QB50 -jaringan internasional dari 50 'CubeSat'.

Satelit-satelit nano ini akan memainkan peran kunci dalam menyelidiki termosfer - lapisan atmosfer yang terletak sekitar 95-500 kilometer dari permukaan bumi -dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman manusia tentang pemodelan iklim dan cuaca.

Satelit ini akan dilepaskan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional ke dalam termosfer dalam waktu sekitar satu bulan untuk melakukan pengukuran.

Matt Tetlow
Matt Tetlow mengerjakan proyek satelit di laboratorium. (ABC)

Peneliti tamu di Fakultas Teknik Mesin UOA, Mathew Tetlow, mengatakan, ini adalah pengalaman belajar yang sangat besar.

"Ini perasaan yang luar biasa," sebut Dr Tetlow.

"Maksud saya, kami terlibat di dalamnya dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan dan mengembangkan kemampuan serta pengetahuan, dan ini adalah pengalaman yang sangat menantang," jelas Dr Tetlow.

"Mereka mengubah peluncuran kami. Mereka memberi banyak persyaratan di akhir proyek, jadi ini merupakan perjalanan naik-turun yang sesungguhnya, sekaligus pengalaman yang benar-benar fantastis dan hebat bagi negara bagian ini," lanjutnya.

Australia diharapkan kembali ke industri luar angkasa

Pemerintah Negara Bagian Australia Selatan memberikan hibah $ 300.000 (atau setara Rp 3 miliar) untuk pengembangan satelit Universitas Adelaide.

Dr Tetlow mengatakan, ini hanyalah awal dari keterlibatan Australia dalam industri antariksa bernilai miliaran dolar.

"Saya pikir sangat penting bahwa kami memiliki sedikit momentum saat ini," tuturnya.

Ia menjelaskan, "Ada banyak diskusi di tingkat federal dan negara bagian tentang industri luar angkasa yang berkembang dan saya pikir sangat penting bahwa kami memanfaatkannya dan membangunnya menjadi sesuatu yang bermakna dan berkelanjutan."

Skip YouTube Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

YOUTUBE: Eksplorasi Ruang Angkasa Hal besar pertama bagi Australia

Direktur Pusat Penelitian Teknik Luar Angkasa Australia (ACSER) di Universitas New South Wales, Andrew Dempster, yang juga anggota dewan penasihat Asosiasi Industri Luar Angkasa Australia, mengatakan, hanya ada dua satelit Australia yang diluncurkan pada tahun 1967 dan 2002.

"Jadi sekarang ini kami punya lebih banyak perangkat keras di luar angkasa daripada yang pernah dimiliki Australia dalam sejarahnya," kata Dempster.

Jiro Funamoto
Mahasiswa PhD, Jiro Funamoto, Profesor Iver Cairns dan insinyur elektro, Wayne Peacock, dengan satelit INSPIRE-2. (Supplied: University of Sydney)

Iver Cairns, dari Universitas Sydney, berada dalam peluncuran itu. Ia mengatakan bahwa ini adalah hari besar bagi penelitian luar angkasa Australia.

"Ini akan menjadi satelit keempat, kelima dan keenam yang pernah dibangun di Australia yang diluncurkan ke luar angkasa, yang pertama yang akan masuk ke stasiun luar angkasa internasional," kata Profesor Cairns.

"CubeSat pertama asal Australia yang masuk ke luar angkasa, jadi ada beberapa prestasi yang sangat besar secara kualitatif untuk Australia," sebut Prof Cairns.

"Ini adalah hal yang sangat menarik untuk dilakukan, ini adalah sesuatu yang seharusnya kami lakukan secara teratur di Australia, dan kami harap ini adalah awal dari gebrakan luar angkasa yang nyata dari Australia," tuturnya.

Peluncuran tersebut ditayangkan langsung di TV NASA sesaat setelah Kamis (20/04/2017) tengah malam.

Skip YouTube Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

YOUTUBE: Satelit Kecil

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 16:15 WIB 19/04/2017 oleh Nurina Savitri.


(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed