DetikNews
Senin 17 Apr 2017, 12:24 WIB

Kala Imigran China Mantap Berkarir sebagai Polisi di Melbourne

Australia Plus ABC - detikNews
Kala Imigran China Mantap Berkarir sebagai Polisi di Melbourne Kenny Lin (kanan): (Foto: ABC: Xiaoning Mo)
Melbourne -

Kisah hidup Kenny Lin tergolong salah satu yang tak biasa. Ia memilih jalur karir yang berbeda dari kebanyakan imigran China lainnya yang tinggal di Australia, yakni seorang petugas polisi.

Mampu mengambil risiko, berbahasa Inggris dengan baik, dan memiliki pemahaman yang baik tentang sistem hukum dan peradilan Australia adalah beberapa alasan mengapa imigran China generasi pertama, seperti Kenny, sering merasa terhambat untuk menjalani profesi sebagai polisi.

Kenny bekerja di sebuah kantor polisi berskala menengah di pinggiran kota Melbourne, yang menghadap pantai-pantai cantik. Wilayah ini juga merupakan pinggiran kota yang dikenal sebagai lokasi transaksi narkoba lokal.

Sebagai satu-satunya anggota polisi keturunan China di kantornya, ia sering ditanya mengapa dirinya memutuskan untuk bergabung dengan korps tersebut.

"Saya pribadi berpikir bahwa pekerjaan sosial adalah cara terbaik untuk memahami sebuah tempat, adat dan budaya, serta struktur sosial. Makanya saya menjadi seorang polisi. Pengalamannya tak ternilai bagi saya," ungkap Kenny.

Kenny berasal dari Shanghai, dan datang ke Australia untuk berkuliah di jurusan bisnis Universitas Nasional Australia (ANU), di Canberra.

Pada tahun 2013, ketika bekerja di sebuah perusahaan keuangan, ia memutuskan untuk membuat perubahan radikal dalam hidupnya, mengejar sesuatu yang "tak lazim". Ia mengatakan, keputusannya itu sudah dipikirkan masak-masak.

"Jadi polisi artinya bekerja dengan giliran, rotasi 24 jam, dan itu banyak membutuhkan kekuatan fisik Anda serta kemampuan bahasa."

"Anda harus menjadi komunikator yang baik serta terlibat dalam proses hukum, seperti, mengumpulkan bukti, memberi bukti di pengadilan, menulis laporan dan tugas-tugas lain yang juga sangat membutuhkan bahasa."

Kenny Lin (right) working alongside his Melbourne colleagues.
Kenny Lin (right) working alongside one of his station colleagues. (ABC: Xiaoning Mo)

Kenny tumbuh besar menyaksikan banyak film tentang polisi, dan hal ini tadinya membuatnya berpikir bahwa menjadi seorang petugas polisi hanyalah soal menangkap orang-orang jahat.

"Hal ini sangat berbeda di Australia, karena sistem peradilannya sama sekali berbeda dengan China. Polisi hanyalah profesi biasa lainnya dan saya sekarang lebih sadar akan peran sosialnya," ujar Kenny.

Dipengaruhi oleh latar belakangnya di China, Kenny telah menyesuaikan persepsinya tentang polisi sebagai profesi, dan telah belajar untuk memahaminya dengan perspektif baru.

"Atasan saya selalu menegaskan: 'Kamu harus kembali ke rumah setiap harinya dalam kondisi utuh tanpa kehilangan anggota badan manapun. Ini sangat penting.'"

Terlepas dari patroli di jalanan, polisi juga perlu dipersiapkan untuk keadaan darurat, dan diharapkan untuk bekerja lembur serta menjalani shift malam.

Setelah sebuah kasus dilaporkan, bukti harus dikumpulkan, dan lebih banyak penyelidikan dilakukan, kemudian memantau tahanan sebelum disidangkan di pengadilan. Hal ini juga berarti terus-menerus memantau seluruh perkembangan baru dalam sistem hukum, serta teknologi dan senjata api.

Kenny harus melalui proses ketat untuk menjadi seorang polisi.

Dalam kata-katanya sendiri, ia perlu untuk "memegang pena dan juga pistol, menguasai semuanya".

"Saya mengirimkan aplikasi pada tahun 2013 dan saya menunggu selama lebih dari satu tahun. Ada tes setelah itu, baik fisik maupun psikologis. Saya harus melalui banyak tahap sebelum wawancara akhir. Ada juga pemeriksaan latar belakang yang sangat teliti. Pemeriksaan tentang pekerjaan saya sebelumnya dan teman-teman saya turut dilakukan."

Setelah dievaluasi secara menyeluruh, Kenny diterima di Kepolisian Victoria. Ia kemudian menghabiskan 10 bulan di akademi polisi untuk pelatihan intensif.

"Pelatihan itu tak berbeda dengan berkuliah di universitas. Itu adalah rutinitas dari pagi sampai sore. Kami memiliki program yang berbeda, misalnya komponen multikultural dari kurikulum, subyek ini mengajarkan kita tentang bagaimana berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang budaya dan bahasa yang beragam. Ada adalah pelatihan dasar hukum juga," jelas Kenny.

Pelatihan 10 bulan itu berjalan sangat intens. Keluarganya sempat mencoba menghalanginya untuk melanjutkan tetapi ia memilih sebaliknya. Menyerah bukanlah pilihan bagi Kenny.

Layani imigran China Kenny chatting with local residents during his patrol.
Kenny chatting with local residents during his patrol. (ABC: Kai Feng)

Sebagai seorang petugas polisi keturunan China, Kenny ingin lebih melayani komunitas imigran China, memfasilitasi komunikasi antara komunitas China dengan kepolisian setempat.

"Kami memang melihat peningkatan dalam tingkat kejahatan di Victoria yang disebabkan oleh faktor kombinasi. Komunitas China perlu waspada dan selalu menghubungi 000 secepatnya ketika sesuatu terjadi. Beberapa media lokal China mengatakan, mengajukan laporan itu sia-sia dan hal tersebut tentu saja benar-benar salah."

Kenny mendorong lebih banyak warga dari komunitas China untuk bergabung dengan kepolisian dan berkontribusi untuk menjaga keamanan dan keselamatan negara bagian Victoria.

Ia telah belajar banyak sebagai seorang polisi, dan bertemu orang-orang dan peristiwa yang menarik di sepanjang karirnya. Ini jelas merupakan suatu pekerjaan yang bermanfaat baginya meskipun banyak tantangan yang dihadapi.

Diterbitkan Senin 17 April Pukul 13:00 AEST oleh Nurina Savitri.Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.


(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed