DetikNews
Kamis 23 November 2017, 00:00 WIB

Bayar Iuran BPJS Kesehatan Bisa Mengangsur Lewat Tabungan

Advertorial - detikNews
Bayar Iuran BPJS Kesehatan Bisa Mengangsur Lewat Tabungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI dalam kerja sama penyelenggaraan Tabungan Sehat.
Jakarta -

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI dalam kerja sama penyelenggaraan Tabungan Sehat. Lewat skema tabungan, diharapkan ada penurunan tunggakan peserta BPJS Kesehatan. Sebab, pembayaran iuran bisa dilakukan dengan angsuran sebagaimana tabungan pada umumnya.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso menjelaskan Tabungan Sehat merupakan inovasi baru perbankan dalam upaya meningkatkan kolektabilitas iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

"Kami apresiasi langkah BNI untuk mendukung program JKN-KIS. Lewat Tabungan Sehat, peserta JKN-KIS khususnya yang memiliki tunggakan, dapat lebih mudah menyelesaikan kewajiban membayar iuran," kata Kemal di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Diungkapkannya, saat ini banyak peserta JKN-KIS yang menunggak pembayaran iuran dan sudah terlanjur memiliki tunggakan yang cukup besar. Pihaknya terus berupaya mengingatkan peserta untuk membayar iurannya, tapi ada sebagian peserta yang belum sanggup melunasi sekaligus.

Bayar Iuran BPJS Kesehatan Bisa Mengangsur Lewat Tabungan

Penandatanganan nota kesepahaman antara BNI dan BPJS Kesehatan (Foto: detikcom)

Dengan produk Tabungan Sehat, peserta bisa menyimpan uangnya sebagaimana menabung pada umumnya. Saat saldo tabungan sudah mencukupi, maka otomatis BNI akan mendebit tabungan untuk pembayaran iuran JKN-KIS.

"Dengan menabung, tentu dapat fitur sebagai tabungan. Saat tabungan mencukupi otomatis autodebet. Jadi selama peserta mengangsur dia akan mendapatkan manfaat tabungan. Daripada uangnya disimpan di rumah, lebih baik disimpan di bank," terang Kemal.

Menurutnya, mekanisme peserta yang mengikuti program angsuran melalui Tabungan Sehat ini sangat mudah. Peserta bisa langsung datang ke kantor cabang BNI dengan membawa KTP, KK, Kartu JKN-KIS, dan setoran awal Rp 100 ribu. Oleh petugas BNI, peserta akan mendapatkan gambaran jumlah setoran bulanan yang harus disetor sesuai jumlah tunggakan dan jangka waktu yang diinginkan.

Setoran selanjutnya bisa dilakukan melalui cabang BNI maupun Agen BNI 46 yang saat ini berjumlah sekitar 46.000 agen di seluruh Indonesia. Saldo peserta tidak akan didebit sebelum memenuhi jumlah yang ditentukan. Biaya administrasi sendiri hanya ditetapkan Rp 3 ribu per bulan.

"Kami mengimbau peserta untuk tetap rutin membayar iuran dan menghindari lupa bayar. Kami juga kerja sama dengan beberapa bank untuk mekanisme autodebet. Sejak awal, salah satu trigger yang telah dilakukan BPJS Kesehatan adalah mensyaratkan calon peserta kelas 1 dan 2 untuk memiliki rekening tabungan. Sehingga masyarakat yang telah jadi peserta program JKN-KIS dapat mudah membayar iuran lewat autodebet atau layanan perbankan lainnya," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan program Tabungan Sehat ini juga bisa mendorong peningkatan inklusi keuangan. Banyak masyarakat yang terdorong membuka rekening bank lewat Tabungan Sehat.

"Ini kesempatan dan momentum penting dalam satukan langkah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Lewat program ini, BNI menyediakan Tabungan Sehat untuk peserta JKN-KIS yang merupakan tabungan untuk peserta JKN-KIS sehingga bisa memfasilitasi pembayaran iuran dengan tabungan," terang Anggoro.


(adv/adv)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed