Gebrakan Eri Cahyadi - Armuji di Tahun Pertama Memimpin Surabaya

Advertorial - detikNews
Senin, 06 Des 2021 00:00 WIB
adv
Jakarta - Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Edi Cahyadi dan Armuji melakukan gebrakan kerja untuk Surabaya. Meski belum genap satu tahun memimpin kota pahlawan tersebut, mereka berupaya melakukan pemulihan di masa pandemi COVID-19.

Sederet gebrakan tersebut, mencakup bidang pemerintahan, ekonomi, pengelolaan pembangunan hingga pelayanan publik kepada masyarakat. Mereka juga menggerakkan seluruh pemangku kepentingan, stakeholder dan masyarakat agar bekerja sama menghadapi pandemi COVID-19.

Eri Cahyadi menyampaikan, dalam mengatasi dan memutus penyebaran COVID-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak bisa berjalan sendirian. Dibutuhkan kebersamaan dan kekuatan gotong-royong dari semua elemen. Ia juga mengibaratkan semangat yang dibutuhkan untuk mengatasi pandemi sama dengan gotong-royong yang terjalin saat peristiwa 10 November 1945.

"Kota Surabaya dalam berjuang melawan COVID-19 sama seperti berjuang pada 10 November 1945. Ada yang berjuang dengan kekuatan doanya, ada yang berjuang dengan kekuatan hartanya, ada yang berjuang dengan kekuatan fisiknya, dan ada yang berjuang dari segala titik yang mereka punya," kata Eri dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/12/2021).

Beberapa upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya untuk menghadapi COVID-19 tentunya melalui pencapaian vaksinasi COVID-19. Upaya lainnya yaitu penyediaan sarana dan prasarana kesehatan hingga pemberian bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak COVID-19. Berbagai upaya melalui kebijakan tersebut memberikan hasil yang signifikan. Kota Surabaya per tanggal 19 Oktober 2021 telah berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.

Selain upaya untuk menekan angka COVID-19, Eri dan Armuji juga melakukan berbagai gebrakan di berbagai sektor. Tentunya tak terlepas dari tujuan untuk mengendalikan kondisi Kota Surabya di tengah pandemi COVID-19.

Berikut berbagai gebrakan Pemkot Surabaya di tahun pertama kepemimpinannya:

1. Mendorong Perekonomian Inklusif

Langkah Pemkot Surabaya mewujudkan perekonomian inklusif salah satunya dengan pemanfaatan aplikasi e-Peken (Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo). Aplikasi tersebut mendapat sambutan luar biasa dari toko kelontong dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya. Bahkan, transaksi yang tercatat melalui aplikasi ini mampu menembus hingga Rp 2,4 miliar.

Ada pula upaya meningktkan iklim investasi melalui Surabaya Single Window (SSW) Alfa yang menjadi aplikasi untuk mengintegrasikan semua jenis perizinan di Kota Surabaya.

"Kami optimistis tahun depan perekonomian Surabaya bangkit," jelas Eri.

Optimisme Pemkot Surabaya membangkitkan ekonomi di tengah pandemi juga didukung dengan hadirnya Tunjungan Romansa. Itu merupakan wisata di Jalan Tanjungan yang berkonsep heritage dan bisnis. Wisata tersebut diharapkan dapat menggeliatkan roda perekonomian masyarakat Surabaya.

Jalan yang memiliki history sejarah perjuangan Bangsa Indonesia itu menarik bagi pengunjung. Dihrapkan pula jalan tersebut akan terus hidup dan dikenang sepanjang masa. Terlebih adanya 12 objek destinasi wisata heritage.

Pengentasan kemiskinan juga menjadi concern atau program prioritas Eri Cahyadi di tahun pertamanya menjabat wali kota Surabaya. Salah satu upayanya dengan mengaktifkan kembali Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya yang sempat vakum selama 7 tahun.

"Saya percaya, apabila zakat dikelola dengan baik, maka bisa digunakan untuk pengentasan kemiskinan. Seperti yang kita ketahui, zakat ini hukumnya fardhu ain bagi umat muslim di Kota Surabaya," katanya.

2. Membangun SDM

Gebrakan lainnya yang dilakukan pasangan Eri dan Armuji bagi Kota Surabaya adalah membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Pemkot Surabaya menyediakan fasilitas penyelenggaraan bursa kerja dan pelatihan kerja. Jenis pelatihan kerja disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan industri yang kemudian diberikan sertifikasi.

3. Pelayanan Publik

Kemudian ada pula gebrakan pada bidang pelayanan publik. Hal ini dilakukan dengan kembali memanfaatkan sistem digital sebagai transformasi birokrasi. Hadir aplikasi WargaKu yang menjadi wadah masyarakat memberikan saran dan kritik kepada Pemkot Surabaya. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kedekatan kepada masyarakat.

Eri juga melakukan strategi stay on the track dengan berkantor langsung di kelurahan. Masih terus diharapkannya bisa ke lingkup yang lebih kecil.

"Saya berharap di tingkat level yang paling dekat dengan masyarakat yakni RT, semua data (Adminduk) nanti bisa diselesaikan tanpa harus bertemu dengan Dispendukcapil," ungkapnya.

6. Penataan Ruang Kota

Sementara upaya dalam penataan ruang kota dilakukan melalui ketersediaan infrastruktur dan utilitas. Pemkot Surabaya melanjutkan sejumlah program prioritas pembangunan, mulai dari pembangunan jalan, pemasangan box culvert hingga penambahan bozem untuk pencegahan banjir.

Itulah beberapa gebrakan atau upaya kerja yang dilakukan Pemkot Surabaya dalam masa kurang dari satu tahun masa kerja. Tak hanya itu, sektor kesehatan dan pendidikan juga menjadi perhatian mereka. Di bidang kesehatan, Pemkot Surabaya berkomitmen menyediakan akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sedangkan dalam bidang pendidikan yaitu berkomitmen menyediakan akses pendidikan gratis bagi anak-anak Surabaya. Hal ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai stakeholder.

"Melalui empati dan gotong-royong bersama, saya yakin pergerakan pembangunan di Kota Surabaya bisa terus berjalan. Termasuk dalam upaya penyelesaian masalah pendidikan serta permasalahan sosial lainnya," tandasnya. (adv/adv)