4 Anak Usaha Pertamina Keroyokan Manfaatkan Fasilitas Kilang LNG

Advertorial - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 00:00 WIB
adv badaklng
Foto: Badak LNG
Jakarta - 4 anak usaha Pertamina melakukan penandatangan Head of Agreement (HoA) dan Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka pemanfaatan infrastruktur kilang PT Badak LNG. Kesepakatan tersebut akan meliputi tiga hal penting.

Kesepakatan ini meliputi pemanfaatan fasilitas kilang LNG Badak untuk LNG hub antara PT Badak LNG dan PGN (dalam HoA) dan pemanfaatan untuk LPG hub antara PT Badak LNG dan PPN (dalam HoA). Ada juga pemanfaatan dan ekspansi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kawasan PT Badak LNG antara PT Badak LNG dan PPI (dalam MoU).

Adapun 4 anak perusahaan Pertamina yang menjalin sinergi adalah PT Badak LNG dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT Pertamina Patra Niaga (PPN), dan PT Pertamina Power Indonesia (PPI).

Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina, Mulyono mengatakan penandatanganan perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari kunjungannya ke kilang LNG Badak pada 6 Oktober 2021 lalu.

Ia mengungkapkan infrastruktur kilang LNG Badak berpotensi untuk digunakan sebagai sarana pendukung bisnis gas di Indonesia. Salah satunya yaitu, tangki-tangki penyimpanan LNG dan LPG yang dapat digunakan sebagai sarana penyimpanan dan penyaluran LNG dan LPG yang dimiliki oleh PGN dan PPN.

Selain itu, PLTS yang telah terpasang di area kilang LNG Badak atas kerja sama PT Badak LNG dan PPI sebelumnya juga dapat dikembangkan ditingkatkan kapasitasnya untuk mendukung program Green Energy Pertamina.

"Saya sudah lihat langsung, fasilitas LNG Badak ini bagus sekali. Dermaganya sangat terawat sekali. Tangki LPG nya berkapasitas 200 ribu (m3), ini nanti akan menjadi yang terbesar yang kita miliki, dan akan berpotensi mengurangi 3 atau 4 kapal LPG floating storage. Ini luar biasa," ungkap Mulyono dalam keterangan tertulis.

Pada kesempatan yang sama, President Director & CEO PT Badak LNG Gema Iriandus Pahalawan menyampaikan, saat ini PT Badak LNG dihadapkan pada tantangan untuk melakukan transformasi bisnis perusahaan.

Ia berharap dengan kerja sama ini bisa menjadi pembuka jalan bagi PT Badak LNG untuk terus berkembang dan tetap memberikan kontribusi bagi Pertamina Group maupun bagi negara. Ia menjelaskan, posisi Kilang LNG Badak strategis, mengingat lokasi Bontang saat ini berjarak sekitar 200 kilometer dari calon IKN (Ibu Kota Negara).

"Ini akan menjadi kesempatan buat kami bekerja sama dengan berbagai pihak, yang merupakan potensi besar sekali dalam pemanfaatan hub LPG, hub LNG maupun regasifikasi LNG. Harapan kami, ini merupakan awal yang baik, kerjasama yang baik dan kebersamaan di Grup Pertamina," tandasnya.

Sebagai informasi, kesepakatan kerja sama ditandatangani oleh Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto, Direktur Utama PPN Alfian Nasution, Direktur Utama PPI Dannif Danusaputro, dengan President Director & CEO PT Badak LNG Gema Iriandus Pahalawan. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Mulyono. (adv/adv)