Sentra Layanan Ultra Mikro Beri Layanan Keuangan Inklusif di Lampung

Advertorial - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 00:00 WIB
adv bri
Co-Location Senyum di Lampung Tengah. Foto: detikcom/AgungPambudhy.
Jakarta - Nama tiga entitas BUMN terpatri pada sebuah plang akrilik yang tertancap di depan bangunan kantor di Desa Terbanggi Subing, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah (Lamteng). Ketiga BUMN tersebut, yakni BRI, Pegadaian, dan PNM yang kini bergabung menjadi Holding Ultra Mikro.

Pasca terbentuknya Holding, layanan tiga perusahaan BUMN yang bergerak dalam pembiayaan usaha ultra mikro ini diintegrasikan dalam satu tempat yang disebut Co-Location Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum). Salah satu co-location itu berada di Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah. Adapun bangunan yang dipakai sebelumnya merupakan kantor BRI Unit Gotong Royong.

Keberadaan co-location Senyum ini mendekatkan layanan dari ketiga perusahaan, terutama PNM dan Pegadaian kepada masyarakat. Di co-location ini, masyarakat dapat mengakses layanan permodalan, menabung, berinvestasi emas, dan lainnya.

adv briFoto: detikcom/Agung Pambudhy

Pemimpin Cabang BRI Bandar Jaya Nicky Muhammad Zahab menyampaikan Holding Ultra Mikro dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat lewat fasilitas pembiayaan yang lebih lengkap dan lebih murah bagi para pelaku UMKM. Hal ini diyakini bakal berdampak baik bagi perekonomian masyarakat di Lampung Tengah.

"Melalui Co-Location jejaring layanan BRI ke depan akan dilengkapi pula dengan loket untuk Pegadaian, maupun pos para Account Officer (AO) dari PNM Mekaar. Bahkan, melalui berbagai simulasi, Co-Location mampu mencatatkan efisiensi karena menekan biaya operasional dan biaya dana (Cost of Fund)," jelas Nicky.

Kepala BRI Unit Gotong Royong Redi Anto menyampaikan skema layanan terintegrasi melalui co-location Senyum membuat Holding Ultra Mikro memiliki jaringan yang luas. Hal ini menjadi salah satu langkah dari Holding Ultra Mikro untuk meningkatkan inklusivitas keuangan di daerah, terutama dalam hal permodalan bagi para pengusaha di segmen ultra mikro.

"Yang jelas dari hadirnya gabungan 3 entitas ini, yang tadinya calon nasabah ingin hadir ke PNM atau Pegadaian itu jauh, karena memang kondisinya sebelum ada co-location ini Pegadaian jarak tempuh dari unit kerja sekitar 10 km juga kantor PNM sendiri di Gunung Sugih dari kantor kita sekitar 6 km. dengan adanya mereka hadir dan bergabung di sini otomatis bisa lebih dekat, ada efisiensi waktu sekiranya nasabah ingin membutuhkan pelayanan baik itu dari BRI, PNM, atau Pegadaian," papar Redi.

Dalam hal operasional dari setiap entitas, Redi menerangkan setelah adanya Holding Ultra Mikro, para petugas lapangan BRI, Pegadaian, dan PNM dapat saling merekomendasikan layanan dari setiap entitas. Misalnya, mantri BRI menawarkan produk tabungan, investasi, atau gadai emas di Pegadaian.

Menurut Redi, pembentukan Holding Ultra Mikro juga akan menstimulasi literasi keuangan masyarakat melalui langkah sosialisasi dan edukasi yang komprehensif dari para petugas lapangan. Masyarakat juga mendapatkan kemudahan untuk memperbaiki taraf perekonomian mereka melalui layanan permodalan maupun investasi yang disediakan BRI, Pegadaian dan PNM.

"Tujuan ke depan mungkin diharapkan nasabah atau warga masyarakat di sekitaran BRI, khususnya BRI Unit Gotong Royong yang dijadikan pilot bisa bergabung dengan nasabah BRI baik yang sudah eksisting, maupun yang belum. Harapannya yang belum (mengenal bank) ini bisa mengenal bank lebih dekat karena tidak dipungkiri mayoritas warga belum mengenal perbankan," tutur Redi.

adv briFoto: detikcom/Agung Pambudhy

Sementara itu, Kepala Cabang PNM Gunung Sugih Desi Vitha Bella menguraikan pengoperasian Co-Location Senyum meningkatkan efektivitas kerja PNM. Ia menerangkan para Acount Officer (AO) PNM dapat menarik uang atau menyetorkan uang dari cicilan nasabah ke BRI lebih cepat, melalui layanan kas di Co-Location. Sebelum ada Holding Ultra Mikro, AO PNM mesti antre saat mengambil dan menyetor uang.

"Keuntungan lainnya bagi nasabah mereka bisa dibantu untuk membuka tabungan di BRI atau menabung dan gadai emas di Pegadaian. AO PNM memfasilitas mereka untuk membuka tabungan di BRI dan Pegadaian," ulas Desi.

adv briFoto: detikcom/Agung Pambudhy

Kepala Pegadaian Cabang Bandar Jaya Firdaus Ardi mengungkapkan hal senada. Ia menjelaskan Co-Location Senyum memungkinkan Pegadaian untuk menjangkau nasabah baru yang lokasinya jauh dari Unit Pegadaian eksisting.

"Dengan adanya Co-Location ini ada kemudahan yang didapatkan oleh masyarakat bahwa mereka tidak perlu lagi ke Lampung Tengah, bandarjaya tapi bisa langsung ke unit Co-Location untuk bertransaksi di sana. Secara umumnya, masyarakat akan terbiasa untuk berkomunikasi, bersosialisasi dengan BRI," papar Firdaus.

Pengoperasian Holding Ultra Mikro disambut baik warga Lampung Tengah. Mereka mengaku memperoleh kemudahan untuk mengakses layanan dari ketiga entitas pasca pembentukan Holding Ultra Mikro.

Yeni misalnya, peserta program PNM Mekaar ini membuka tabungan emas di Pegadaian. Menurutnya, proses membuka tabungan emas menjadi lebih mudah karena dibantu oleh AO PNM dan pembukaan rekening tabungan emas bisa dilakukan di Co-Location Senyum Unit Gotong Royong yang lebih dekat dari rumah Yeni.

"Sejak dua bulan lalu mulai buka tabungan pegadaian emas. Saya ke BRI cukup bawa dokumen persyaratan dan dapatlah buku tabungan emas ini. Bikinnya jadi lebih mudah di kantor BRI sekarang," ungkap Yeni.

Hal senada diungkapkan Nurjanah, nasabah PNM yang membuka Tabunganku di BRI. Ia mengaku penjelasan dan bantuan dari AO PNM membuatnya tak ragu untuk membuka tabungan di Bank BRI.

"Sebelumnya saya nabung di rumah saja pakai celengan. Tapi setelah ada (Holding Ultra Mikro) ini bisa lebih mudah buka tabungan BRI. Akhirnya saya buka tabungan karena prosesnya mudah," ungkap Nurjanah.

Keberadaan Holding Ultra Mikro diharapkan dapat mengakselerasi literasi keuangan melalui layanan yang inklusif, terutama bagi masyarakat di pedesaan.

Sebagai informasi, detikcom bersama BRI mengadakan program Sinergi Ultra Mikro di Bandar Lampung dan Semarang untuk memantau upaya peningkatan inklusi finansial masyarakat melalui sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM dalam Holding Ultra Mikro. Holding Ultra Mikro berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan untuk peningkatan UMKM di Tanah Air. Untuk informasi lebih lengkap, ikuti beritanya di https://sinergiultramikro.detik.com/. (adv/adv)