Bankjatim Gelar Vaksinasi COVID-19, Diikuti 30 Ribu Masyarakat

Advertorial - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 08:00 WIB
adv bankjatim
Foto: dok. bankjatim
Jakarta - Dalam rangka membantu upaya penanganan pandemi COVID-19, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) bersama Sektor Jasa Keuangan Jawa Timur menggelar vaksinasi di Convention Hall, Grand City Convex Surabaya. Program yang berlangsung selama 3 hari, sejak 22 Juli hingga 24 Juli 2021 ini diikuti oleh 30 ribu peserta yang tersebar di wilayah Kota Surabaya.

Adapun peserta yang berhak mendapatkan vaksin yakni masyarakat dengan usia 12 tahun ke atas dan belum pernah mendapatkan vaksinasi sebelumnya. Direktur Utama bankjatim yang juga Ketua Pelaksana Vaksinasi, Busrul Iman berharap kegiatan vaksinasi dapat menekan penyebaran COVID-19 di masyarakat. Sekaligus mempercepat tercapainya herd immunity.

"Dengan kegiatan vaksin tersebut kami berharap dapat membentuk kekebalan tubuh (herd immunity) pada masyarakat, sehingga meminimalisir penyebaran virus COVID-19," jelas Busrul dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).

Busrul juga mengingatkan masyarakat yang telah disuntik vaksin agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). "Walaupun telah melakukan vaksinasi, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas," tandasnya.

Menurutnya, bankjatim melalui jaringan kantor yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Jakarta, dan Batam terus berupaya mendorong nasabah dan masyarakat umum agar turut serta dalam menyukseskan program vaksinasi pemerintah. Selain itu, Busrul menyebut pihaknya juga telah selesai memberikan vaksin kepada seluruh karyawan beserta keluarga. Dengan begitu diharapkan para karyawan dapat meningkatkan pelayanan kepada nasabah di masa pandemi.

Dikatakan Busrul, bankjatim juga terus berinovasi menciptakan produk layanan digital sehingga dapat menjadi solusi bertransaksi lebih mudah dari rumah. Dengan memanfaatkan layanan e-channel bankjatim seperti fasilitas mobile banking, sms banking, dan internet banking, nasabah dapat melakukan transaksi perbankan atau pembayaran dengan cepat, mudah, dan aman.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah berharap melalui program vaksinasi ini Jawa Timur dapat mempercepat target vaksinasi agar cepat bangkit dan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian setempat.

Di sisi lain, Kepala Kantor OJK Regional IV Jawa Timur, Bambang Mukti Riyad menyampaikan kesiapan pihaknya dalam mendukung percepatan vaksinasi nasional. Sebab menurutnya hal tersebut menjadi kunci untuk menciptakan herd immunity sekaligus upaya pemulihan ekonomi ke depan.

"Program Vaksinasi ini merupakan wujud nyata kami bersama Bank Indonesia dan Sektor Jasa Keuangan Jawa Timur untuk mewujudkan Pemulihan Ekonomi ke depan," jelas Bambang.

adv bankjatimFoto: dok. bankjatim

Hal senada disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso yang hadir secara virtual. Wimboh menjelaskan sebagaimana imbauan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencapai herd immunity maka 70 persen dari jumlah populasi harus divaksin. Ia pun memberikan apresiasi atas langkah sektor jasa keuangan di Jawa Timur yang telah menggelar program vaksinasi bagi masyarakat.

"Kami menyambut baik upaya sektor jasa keuangan di Jawa Timur yang telah mengadakan program vaksinasi sehingga dapat mempercepat terciptanya herd immunity di masyarakat. Selain program vaksinasi, masyarakat juga wajib untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mematuhi 5M," katanya.

Program vaksinasi ini pun turut diapresiasi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Khofifah menyebut sejak program vaksinasi digulirkan pada Januari lalu sampai dengan saat ini, Jawa Timur selalu menduduki peringkat tertinggi vaksinasi.

"Alhamdulillah berdasarkan dashboard Kementerian Kesehatan, vaksinasi di Jawa Timur secara penggunaan dosis selalu tertinggi, hal ini dikarenakan sinergitas dan semangat antara stakeholder di Jawa Timur yang tinggi, selain itu kesadaran masyarakat di Jawa Timur akan pentingnya vaksinasi juga sangat tinggi sehingga Jawa Timur mampu menduduki peringkat pertama," terang Khofifah.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada OJK dan seluruh pelaku Industri Jasa Keuangan atas sinergitas yang dibangun sehingga dapat terlaksana program vaksinasi ini, semoga akan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Jawa Timur," tukasnya. (adv/adv)