Rehab Lokasi Bencana, Sido Muncul Tanam Bibit Sengon & Kapulaga

Advertorial - detikNews
Rabu, 05 Feb 2020 00:00 WIB
adv
Booth Sido Muncul yang menyediakan bibit kapulaga dan sengon (Foto: dok Sido Muncul)
Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk ikut berpartisipasi dalam program pemerintah untuk merehabilitasi dampak bencana di Kabupaten Bogor dan Lebak. Sido Muncul menyumbang 40 ribu bibit kapulaga dan 1.000 bibit sengon yang ditanam di tanah seluas 20 hektare.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) akan menanam bibit tanaman sebagai upaya rehabilitasi dampak banjir dan longsor di Bogor dan Lebak sekaligus sebagai antisipasi bencana yang sama ke depannya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali penanaman bibit di kebun bibit desa di Desa Pasir Madang, Sukajaya, Kabupaten Bogor pada Senin (3/1/2020). Sebelumnya Jokowi terlebih dulu meninjau bangunan dam penahan longsor dan pembuatan bronjong kawat di daerah yang dilanda longsor pada awal Januari lalu.

"Kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat terkait pendekatan vegetatif dalam penanganan bencana. Jadi di tempat-tempat yang terjadi bencana banjir dan tanah longsor, pendekatan kita bukan hanya bangunan-bangunan fisik saja, tetapi juga dengan vegetatif agar ekosistem yang ada tidak terganggu," ujar Jokowi.

"Untuk daerah Sukajaya ini, pemerintah menyiapkan kurang lebih 92 ribu bibit tanaman, dari jenis yang bernilai ekonomis seperti jengkol, durian, sirsak, hingga petai, dan tanaman yang berfungsi untuk memperbaiki ekosistem, seperti tanaman vetiver dan sereh wangi," imbuhnya.

Dalam acara tersebut, Sido Muncul juga membuka booth di lokasi dengan menampilkan tanaman yang bisa digunakan untuk rehabilitasi dan mempunyai nilai ekonomis. Mulai dari pohon pala, sirsak, kayu manis, alpukat, hingga kapulaga.

Rehab Lokasi Bencana, Sido Muncul Tanam Bibit Sengon & Kapulaga

Sido Muncul menyumbang 40 ribu bibit kapulaga dan 1.000 bibit sengon (Foto: dok Sido Muncul)

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan senang berpartisipasi dalam program ini. Sebab ia juga menginginkan agar Indonesia ini lingkungannya baik dan menurutnya, salah satu penyebab banjir adalah kerusakan lingkungan di sektor hulu.

"Sekarang kita ikut menanam, kita kasih bibit buat 20 hektare. Ada bibit kapulaga dan sengon, dengan total sekitar Rp 250 juta. Kita janji, kita ikut berpartisipasi menanam bibit dari proyek BNPB dan KLHK. Saya juga senang berpartisipasi karena saya ingin Indonesia itu lingkungannya harus baik," ujar Irwan.

Irwan menjelaskan penanaman bibit pohon ini akan menahan tanah di dekat aliran air di gunung sehingga air yang turun ke sungai tidak membawa lumpur dan tetap jernih. Lumpur ini juga yang sebelumnya membuat sedimentasi di sungai dan menyebabkan pendangkalan sampai akhirnya terjadi banjir dari luapan air yang ada.

"Kita ingin menyelamatkan hutan dulu. Kalau misalnya dibuat bendungan, tetapi tidak ada pohon, sama saja nanti airnya coklat (yang mengalir ke sungai), karena sedimentasi dan pendangkalan itu. Air harus di-manage di bendungan itu. Kalau airnya di-manage kan jadi bersih, bisa buat pertanian dan kebutuhan lain. Menurut saya tempat di mana ada air bersih, di situ tidak ada orang miskin," ucap Irwan.

"Menurut saya, kan sekarang ada ide ketahanan energi dan ketahanan pangan, seharusnya ada juga ketahanan air. Karena di mana ada air bersih, di situ pasti tidak ada orang miskin. Jadi airnya di-manage dulu di hulu, baru dialirkan ke sungai," tegasnya.

(adv/adv)