detikNews
Selasa 12 November 2019, 18:14 WIB

SKK Migas Bakal Kelola Potensi Migas Jambi Merang hingga 20 Tahun

Advertorial - detikNews
SKK Migas Bakal Kelola Potensi Migas Jambi Merang hingga 20 Tahun Foto: dok. SKK Migas
Jakarta -

Kontraktor Kontrak Kerja Sama Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi menandatangani kontrak kerja sama gross split bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Anak perusahaan PT Pertamina (Persero) inimendapat kepercayaan untuk meneruskan pengelolaan wilayah kerja (WK) Jambi Merang sejak 10 Februari 2019 hingga 20 tahun mendatang. Kepercayaan tersebut dibekali dengan komitmen kerja pasti (KKP) yang wajib ditunaikan dalam kurun waktu lima tahun.

"Pemerintah terus berupaya mempercepat penemuan cadangan migas dan meningkatkan produksi. Kita mendorong peningkatan eksplorasi, baik di dalam wilayah kerja maupun di wilayah terbuka yang bertujuan untuk menemukan potensi cadangan-cadangan baru di area frontier yang selama ini belum tersentuh," ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif dalam keterangan tertulis, Selasa (12/11/2019).

Investasi dari KKP di wilayah kerja Jambi Merang pada 2019 berjumlah US$20,46 juta. Secara kumulatif, tambahan investasi dari KKP WK Jambi Merang hingga 2024 adalah sebesar US$239,3 juta untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Khusus untuk kegiatan eksplorasi, dalam KKP sudah dialokasikan sebesar US$196,5 juta untuk meningkatkan penemuan cadangan.

"Pelaksanaan survei seismik KKP Jambi Merang yang dilakukan oleh Eksplorasi Dit. Hulu Pertamina adalah pelaksanaan perdana sekaligus merupakan kegiatan KKP pertama yang dilaksanakan di wilayah terbuka Indonesia. Harapannya, Pertamina dapat terus mendukung peningkatan produksi dan cadangan migas nasional," kata Direktur Hulu PT Pertamina (Persero), Dharmawan Samsu.

KKP Jambi Merang pada tahun pertama dalam kegiatan eksplorasinya akan melakukan survei seismik baik di dalam wilayah kerja, maupun di wilayah terbuka. KKP Jambi Merang di wilayah terbuka akan melaksanakan survei seismik 2D lepas pantai pada lintasan sepanjang kurang lebih 30.000 km di laut yang dikerjakan oleh salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yaitu PT Elnusa Tbk (Elnusa).

"Survei seismik 2D lepas pantai ini merupakan aktivitas eksplorasi terbesar selama satu dekade terakhir, karena melewati perairan Bangka hingga Seram. Selain itu, seismik 2D ini menggunakan teknologi 2D seismic marine broadband dan dikerjakan oleh single operator, Elnusa," ungkap Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto.

Lintasan sesimik 2D lepas pantai tersebut akan melewati beberapa cekungan yang diindikasikan memiliki potensi sumber daya migas yang besar (giant discovery), di antaranya Bangka Offshare area - Makassar Strait dan Buton Offshore.

Selain survei Seismik 2D lepas pantai tersebut, juga tengah berlangsung pelaksanaan survei seismik 3D di dalam wilayah kerja Jambi Merang seluas 237 km persegi yang meliputi dua provinsi yaitu Sumatera Selatan dan Jambi, serta tiga kabupaten yaitu Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muaro Jambi.

"Kita semua optimis pemenuhan KKP di WK Jambi Merang ini akan berdampak positif dalam mendukung ketahanan energi nasional," tutupDwi.


(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com