detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 00:00 WIB

Aplikasi Transportasiku Permudah Layanan Transportasi Warga Surabaya

Advertorial - detikNews
Aplikasi Transportasiku Permudah Layanan Transportasi Warga Surabaya Aplikasi Transportasiku mempermudah pelayanan transportasi di Surabaya (Foto: dok. Pemkot Surabaya)
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menciptakan berbagai aplikasi untuk mempermudah pelayanan transportasi di Surabaya. Kini Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya membuat aplikasi baru bernama Transportasiku.

Aplikasi ini bersifat one for all. Hanya dengan satu aplikasi ini, berbagai transportasi di Kota Surabaya dapat diketahui. Termasuk arus lalu lintas, slot parkir, dan posisi Suroboyo Bus.

Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyudrajat, mengatakan sebenarnya Dishub Surabaya sudah banyak mengembangkan aplikasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai bidang transportasi, di antaranya GOBIS Suroboyo Bus, Go Parkir untuk mengetahui slot parkir dan data-data parkir, e-Dishub dan berbagai aplikasi lainnya.

"Berbagai aplikasi ini mungkin terlalu banyak ya, makanya kita kembangkan Transportasiku ini untuk semua. Baik untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum serta arus lalu lintas di Kota Surabaya," kata Irvan.

Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang Suroboyo Bus terdekat, halte, slot lokasi parkir, jalur sepeda dan dapat melihat langsung streaming CCTV yang menampilkan kondisi terkini arus lalu lintas di suatu jalan tertentu.

Oleh karena itu, ia memastikan bahwa aplikasi ini memang memuat semua aplikasi yang sebelumnya sudah dikembangkan oleh Dishub Surabaya. "Aplikasi ini sudah bisa di-download di Playstore karena sudah kami launching saat Hari Jadi Kota Surabaya ke-726 pada 31 Mei lalu," katanya.

Aplikasi Transportasiku Permudah Layanan Transportasi Warga SurabayaAplikasi Transportasiku mempermudah pelayanan transportasi di Surabaya (Foto: dok. Pemkot Surabaya)

Irvan memastikan platform ini akan terus dikembangkan dan disempurnakan ke depannya. Namun ia mengakui bahwa sejak di-launching hingga saat ini tanggapan masyarakat sangat positif dan banyak yang mengapresiasi.

"Hingga saat ini yang download sudah mencapai 5.000 lebih. Kami optimis akan terus bertambah setelah gencar disosialisasikan," ucapnya.

Selain itu, ia memastikan pihaknya akan mengembangkan notifikasi ketika ada jalan yang ditutup, macet, dan ada kegiatan yang menutup jalan atau menghambat jalan. Dengan aplikasi ini, kondisi tersebut akan bisa terinformasikan di handphone masyarakat.

Jadi jika warga sudah mengetahui ada kemacetan, maka mereka bisa mengambil jalur lain untuk bepergian ke tujuan mereka masing-masing. "Ini yang paling penting, karena masyarakat butuh informasi itu tentang kawasan-kawasan atau jalur yang macet," jelasnya.

Selama ini, Dishub Surabaya sudah memasang papan informasi digital atau Variable Message Sign (VMS) untuk memberikan informasi arus lalu lintas di berbagai wilayah. VMS itu sudah dipasang di beberapa traffic light di Surabaya. Adapun VMS tersebut telah dipasang di Jalan Ahmad Yani Frontage, traffic light Kebun Binatang Surabaya, dan traffic light Alfalah. Namun biaya pembangunan fisik dan ongkos listrik papan informasi digital sangat mahal.

"Nah, karena kami yakin masyarakat Surabaya sudah banyak yang pegang gawai, maka kami ubah menjadi platform aplikasi ini. Masyarakat Surabaya ini sudah menjadi masyarakat digital Sehingga kami optimis dengan satu smartphone, maka kebutuhan semua dalam bidang transportasi bisa dipenuhi," tegasnya.

Aplikasi Transportasiku Permudah Layanan Transportasi Warga SurabayaInfografis Transportasiku (Foto: dok. Pemkot Surabaya)

Aplikasi Transportasiku banyak diapresiasi oleh masyarakat. Rata-rata mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini. "Keren banget ini aplikasinya. Pastinya sangat membantu," kata Kristiawan.

Warga Wonocolo ini mengaku sudah men-download aplikasi ini sejak tiga minggu lalu. Biasanya aplikasi ini digunakan untuk memantau posisi Suroboyo Bus karena dia rutin menggunakan Suroboyo Bus untuk berangkat kerja. Selain itu, ia juga sering melihat streaming CCTV arus lalu lintas di Surabaya sebelum bepergian.

"Momen yang paling saya ingat ketika saya mau kondangan dengan teman-teman di jam-jam macet. Infonya teman-teman, Jalan Ahmad Yani macet, akhirnya saya buka aplikasi ini melihat-lihat jalan yang tidak macet. Alhamdulillah dapat infonya dan langsung berangkat. Ternyata benar nggak kena macet," katanya.


(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com