detikNews
Senin 08 April 2019, 00:00 WIB

Kuku Bima Energi Operasi Gratis 51 Penderita Katarak di Yogyakarta

Advertorial - detikNews
Kuku Bima Energi Operasi Gratis 51 Penderita Katarak di Yogyakarta Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat memberikan paket produk ke peserta operasi katarak gratis di Rumah Sakit Puri Husada, Yogyakarta (Robi Setiawan/detikcom)
Jakarta -

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk (Sido Muncul) melalui produk unggulannya Kuku Bima Energi, kembali menyelenggarakan operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu. Operasi katarak gratis kali ini dilakukan di Rumah Sakit Puri Husada, Yogyakarta.

Dalam operasi katarak ini Sido Muncul dan Widjanarko Center bekerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cab. Yogyakarta. Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan untuk operasi kali ini ia menargetkan 100 penderita katarak bisa dioperasi.

"Kami yang di-screening itu 200 orang, tapi yang lolos hanya 51. Mudah-mudahan nanti di tahap kedua kami bisa operasi. Yang penting kami bisa operasi sebanyak mungkin, namun kalau tidak memenuhi syarat untuk dioperasi ya tidak bisa," jelas Irwan saat meninjau langsung operasi katarak gratis di Rumah Sakit Puri Husada, Yogyakarta, Minggu (7/4/2019).

Menurutnya Sido Muncul secara konsisten sejak 2011 terus menggelar operasi katarak gratis di berbagai daerah di Indonesia. Sampai Maret 2019, ia menyebut bantuan sosial ini sudah dilaksanakan di 27 provinsi, 211 kota/kabupaten, 238 rumah sakit/klinik, dan 52 ribu mata.

Lebih lanjut ia menjelaskan awal mula Sido Muncul memilih operasi katarak jadi salah satu bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat, ketika pada 2011 mendapati angka kebutaan di Indonesia cukup tinggi, yaitu hingga 2,4 juta orang. Hal tersebut diperparah dengan banyak penderita adalah kelompok usia produktif.

"Jadi kami memperbanyak hal-hal yang bisa membantu masyarakat. Rahasianya apa sih? Soalnya setelah membantu itu hatinya tenteram," ungkapnya.

Sementara itu Pimpinan Widjanarko Center, Benedictus Widjanarko mengatakan pihaknya bersama Sido Muncul pada awalnya berencana menggelar tiga pengobatan, yaitu operasi bibir sumbing, katarak, dan kanker. Namun untuk saat ini bersama Sido Muncul yang terselenggara hanya operasi katarak.

"Saya secara pribadi juga bisa bangga bisa ikut meringankan beban masyarakat. Keinginan saya tercapailah, membantu meringankan warga yang notabene betul-betul membutuhkan operasi tapi tidak mampu" ujar Widjanarko.

Kuku Bima Energi Operasi Gratis 51 Penderita Katarak di YogyakartaDirektur Sido Muncul Irwan Hidayat saat berbincang bersama salah satu peserta operasi katarak gratis (Robi Setiawan/detikcom)

Pada kesempatan yang sama Direktur Rumah Sakit Puri Husada, Soebroto mengatakan pihaknya sangat antusias dengan adanya operasi katarak gratis ini. Menurutnya melihat pasien yang bertahun-tahun penglihatannya terganggu, setelah operasi bisa melihat secara normal adalah sebuah dorongan tersendiri.

"Kalau kita membiarkan pasien katarak berlama-lama karena tidak ada biaya itu rasanya (sedih-red). Dengan BPJS sekarang juga sudah ada kuotanya karena terbatas. Acara-acara seperti ini masih tetap dibutuhkan," ujar Soebroto.

Dari pantauan detikcom, pada umumnya penderita katarak yang datang melakukan operasi gratis ini berada pada kelompok lanjut usia. Sebagian besar dari mereka mengaku menyadari penyakitnya itu adalah katarak dalam kurun waktu tidak lebih dari tiga tahun ke belakang.

Dengan adanya kegiatan ini, Sido Muncul berharap dapat mengurangi angka penderita katarak, khususnya di Yogyakarta. Rupanya hal ini pun disambut baik oleh pasien maupun keluarganya.

"Saya pikir ini (operasi katarak gratis) sangat membantu masyarakat yang mungkin kurang mampu ternyata sangat terbantu dengan adanya operasi katarak ini," ujar Murtijo, warga yang hadir mengantar kakaknya operasi katarak.

Dari kegiatan ini masyarakat juga diimbau untuk menghilangkan persepsi bahwa operasi katarak adalah sesuatu yang menakutkan, karena dari operasi kali ini saja terbukti, tidak ada pasien yang mengeluh sakit, dan operasi pun berlangsung cukup cepat, yaitu dalam waktu sekitar 30 menit saja untuk satu pasien.


(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com