detikNews
Jumat 29 Maret 2019, 00:00 WIB

Bahagianya Nek Cumi Dapat Perhatian dari Kuku Bima Energi Sido Muncul

Advertorial - detikNews
Bahagianya Nek Cumi Dapat Perhatian dari Kuku Bima Energi Sido Muncul Nek Cumi saat menikmati waktu santai di Panti Jompo Tresna Werdha Budi Mulia 1 (Foto: detikcom)
Jakarta -

Seiring berjalannya waktu, permasalahan sosial di Indonesia khususnya di Jakarta semakin kompleks. Salah satunya ialah permasalahan lansia. Mungkin sebagian orang hanya mengetahui lansia yang terlantar akibat tidak terurus oleh keluarganya atau ditinggal pergi oleh keluarganya. Namun permasalahan yang dialami lansia di Jakarta tidak hanya soal itu.

Misalnya kisah Nek Cumi, penghuni Panti Jompo Tresna Werdha Budi Mulia 1 Ciracas, Jakarta Timur. Nenek yang kini sudah 10 tahun tinggal di panti ini mengaku harus tinggal di panti lantaran tak mau menyusahkan anaknya. Belum lagi keadaan kaki sebelah Nek Cumi yang harus diamputasi lantaran memiliki penyakit gula dirasa membebani sang anak.

Bahkan saat petugas panti datang berkunjung ke rumah anak Nek Cumi, keadaan rumah tersebut tak memungkinkan ditinggali karena harus naik turun tangga dengan kondisi kaki yang tak prima. Selain itu, keadaan ekonomi dan kesibukan keluarga yang tak bisa menjaga penuh Nek Cumi membuat ia harus tinggal di panti jompo.

Namun di panti jompo ini, Nek Cumi juga tak mau membebani para pengasuh. Ia melakukan kegiatan sehari-hari dengan mandiri, seperti mandi, jalan-jalan di area panti menggunakan kursi roda, bahkan aktif mengikuti beberapa kegiatan yang ada di panti.

Bahagianya Nek Cumi Dapat Perhatian dari Kuku Bima Energi Sido MunculDirektur PT Sido Muncul Irwan Hidayat mendengarkan keluh kesah salah satu lansia di panti jompo (Foto: dok. Sido Muncul)

Misalnya saat pagi hari, ia ikut membantu memotong bawang atau setiap Selasa dan Jumat mengikuti senam yang diadakan panti ini. Walaupun ia merasa senang dan diperlakukan secara baik, Nek Cumi tak lupa dengan keluarga. Ia juga sering merindukan anak semata wayang dan kedua cucunya yang hanya berkunjung saat Hari Natal maupun Hari Raya Idul Fitri.

"Rindu iya rindu, tapi sekarang kalau kesini sudah tidak sama cucu. Kata anak saya, cucu sudah besar, tidak muat motornya," katanya.

Seperti halnya anak kecil, Nek Cumi yang kini tak muda lagi juga ingin diberikan perhatian dan kasih sayang lebih dari keluarga dan orang lain. Sehingga jika ada acara kunjungan atau bantuan, ia sangat senang dan bahagia karena merasa diperhatikan.

"Tadi dapat uang, senang, (uangnya) buat jajan. Biasanya beli gula, kopi di kantin. Soalnya nggak boleh keluar. Sama satpam dikira mau kabur," celetuk Nek Cumi.

Mengerti bagaimana perasaan yang dialami oleh para lansia, Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat datang berkunjung ke panti jompo untuk memenuhi nasihat dari ibunya yang telah meninggal, yaitu memberikan perhatian kepada lansia.

Bahagianya Nek Cumi Dapat Perhatian dari Kuku Bima Energi Sido MunculDirektur PT Sido Muncul Irwan Hidayat ikut memberi bantuan langsung tunai kepada para lansia di Panti Jompo Tresna Werdha Budi Mulia 1 (Foto: dok. Sido Muncul)

"Ibu saya meninggal sewaktu umur 89 tahun. Sebelum meninggal beliau sering ngomong sama anak-anaknya bilang begini, menjadi orang tua itu berat, sakit-sakitan. Dia pesan kepada anak-anaknya untuk membantu orang-orang yang sudah lanjut usia," katanya.

Demi memenuhi pesan ibundanya, Irwan mengunjungi beberapa panti jompo yang ada di Jakarta. Selain untuk memberikan perhatian lebih kepada para lansia, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk unggulannya Kuku Bima Energi memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan total nilai Rp 120 juta bagi 600 orang lanjut usia (lansia) di Jakarta.

Bantuan itu ditujukan kepada lansia yang dibina di Panti Jompo Tresna Werdha Budi Mulia 1 dan Mulia 3. Secara simbolis, bantuan diserahkan Irwan kepada Kepala Panti Jompo Tresna Werdha Budi Mulia 1 Ciracas Akmal Towe dan Kepala Panti Jompo Tresna Werdha Budi Mulia 3 Heri Suhartono. Selain BLT, Irwan juga menyerahkan bantuan mesin cuci bagi kedua panti jompo.

"Kakek nenek di sini sama seperti anak-anak, suka dikasih uang buat jajan. Bukan soal jumlahnya, biasanya jajannya cuman permen atau makanan ringan, tapi kakek nenek bahagia ya kalau dapat uang buat jajan. Semoga ini menjadi batu loncatan kepada lansia lainnya. Mudah-mudahan tidak ada lansia di Indonesia yang terlantar dan semua diayomi," kata Heri.


(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com