detikNews
Rabu 27 Maret 2019, 00:00 WIB

Curhat Penderita Kanker soal Rumah Singgah yang Akhirnya Diperluas

Advertorial - detikNews
Curhat Penderita Kanker soal Rumah Singgah yang Akhirnya Diperluas Bantuan yang diberikan Irwan Hidayat kepada Rumah Singgah Sasana Marsudi Husada dan pengurus YKI cabang DIY (Foto: dok. Detikcom)
Jakarta -

Kanker menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Penyakit yang dapat menimpa semua orang ini yang umumnya menimpa orang yang berusia 40 tahun.

Penyakit inilah yang dialami Puri Sulistyorini, wanita yang kini menginjak umur 49 tahun telah divonis mengidap kanker payudara sejak bulan Mei 2019. Tak heran saat divonis ia langsung sedih, namun berkat dukungan suami dan keluarga ia bertekad untuk melawan kanker tersebut.

Perjuangan yang ia lakukan amat banyak, dari operasi, kemoterapi hingga melakukan sinar sesuai saran yang diberikan oleh dokter. Ia menjalani kemo setiap 21 hari sekali, hal tersebut ia lakukan walaupun jarak rumahnya di Kutoarjo Kabupaten Purworejo ke Rumah Sakit Sardjito cukup jauh.

Beruntung kepayahannya menempuh rumah sakit sejauh hampir 100 km itu terasa ringan berkat adanya rumah singgah Sasana Marsudi Husada yang dikelola oleh pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Yogyakarta. Di sana dia sementara menetap agar tak harus bolak-balik.

"Namun selama di sana saya merasa ya rindu sama rumah, di rumah kan masih ada anak yang masih SMP. Sehingga jika Sabtu-Minggu libur sinarnya, jadi Jumat setelah sinar saya langsung pulang bertemu anak, nanti hari Senin kembali ke sini (tempat singgah)," ungkap Ibu yang memiliki 3 anak ini, Sleman, Yogyakarta, Selasa (26/3/2019).

Curhat Penderita Kanker soal Rumah Singgah yang Akhirnya DiperluasPuri didampingi suaminya saat mengaji usai pulang berobat (Foto: dok. Detikcom)

Sebagai pasien yang berjuang melawan penyakitnya, Puri sesekali menghabiskan waktu di tempat singgah dengan melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa yang ia lakukan di rumah, seperti mencuci baju, membersihkan ruangannya dan mengepel. Bahkan ia mengaku bahwa tempat singgah yang ia tempati saat ini cukup nyaman.

"Iya terbantu di sini (rumah singgah) nyaman, sepi tidak ramai, dekat dengan rumah sakit kalau naik motor hanya 15 menit," kata Puri.

Dengan fasilitas yang diberikan tempat singgah yang ia tempati saat ini, ia berharap adanya penambahan kamar agar tidak ada lagi pasien yang tidak mendapatkan kamar serta mencari rumah singgah untuk berobat. Terlebih untuk pasien yang kurang mampu agar tidak menambah beban biaya yang dikeluarkan.

Harapan Puri pun terwujud, PT Berlico Mulia Farma dan Tolak Angin Sido Muncul memberikan bantuan untuk perluasan tempat singgah agar dapat menampung lebih banyak pasien kanker yang membutuhkan tempat singgah saat setelah berobat. Ia mengaku yakin bantuan yang diberikan akan memacu banyak donatur tergerak hatinya untuk membantu.

"Menurut saya untuk perusahaan-perusahaan lain ini kesempatan. Masa Indonesia yang begitu besarnya tidak ada yang tergerak hatinya. Sudah pokoknya percaya saja, jika sudah langkah pertama ini bisa untuk langkah kedua ketiga dan keempat," papar Direktur PT Berlico Mulia Farma yang sekaligus menjabat sebagai Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat.

Irwan sangat yakin bahwa setiap kebaikan yang kita berikan kepada orang lain dan semakin banyak yang mengetahui maka semakin banyak pula orang yang akan tertular untuk melakukan kebaikan.

"Satu pelajaran bagi saya dan istri saya, setiap kali Anda menolong orang, Anda harus membagikan itu kepada banyak orang. Supaya semua orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik," tutup Irwan.

Ketua Panitia Pengembangan Sasana Marsudi Husada YKI Cabang Yogyakarta Dyah Suminar menyampaikan apresiasinya kepada Irwan. Menurut dia, salah satu usaha promotif, preventif, dan suportif bagi penyakit kanker ialah menyediakan rumah singgah bagi pasien kanker, bahkan belakangan ini banyaknya permintaan akan rumah singgah setelah diresmikannya RS Sardjito sebagai International Cancer Center membuat rumah singgah ini makin diminati pasien kanker.

"Pasien sangat membutuhkan tempat tinggal atau rumah singgah karena perawatan atau pengobatan kanker itu perlu waktu yang lama dan periodik, yang tempat singgah atau akomodasi selama perawatan itu tidak di-cover oleh BPJS. Sehingga kami mencoba untuk melayani atau membantu pasien kanker yang harus singgah selama pengobatan," papar Dyah di sela-sela acara bantuan donasi pembangunan rumah singgah Sasana Marsudi Husada.

Hingga saat ini, dia mengatakan permintaan akan rumah singgah semakin banyak karena untuk saat ini kamar yang tersedia hanya 7 kamar untuk 13 pasien. Oleh karena itu diputuskanlah untuk membangun perluasan rumah singgah bagi para pasien kanker yang berjuang melawan penyakitnya.

Sehingga bantuan yang diberikan PT Berlico Mulia Farma dan Tolak Angin Sido Muncul sebesar Rp 400 juta sangat membantu merealisasikan pembangunan rumah singgah kedua yang direncanakan untuk peletakan batu pertama pada bulan Mei nanti. Bahkan ia juga membuka pintu bagi para donatur yang lainnya mengingat jumlah dana yang dibutuhkan lebih dari Rp 5 miliar dan yang terkumpul baru sebesar 30%.

Total sumbangan yang diberikan sebesar Rp 400 juta secara simbolis diserahkan oleh Direktur PT Berlico Mulia Farma yang sekaligus menjabat sebagai Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Wakil Ketua 3 Yayasan Kanker Indonesia Cabang DIY Sofia Mubarika didampingi Ketua Panitia Pengembangan Sasana Marsudi Husada YKI Cabang DIY Dyah Suminar.


(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com