Eks Gubernur Lemhannas: Sikapi Situasi Geopolitik dengan Bijaksana

advertorial - detikNews
Senin, 12 Mar 2018 15:05 WIB
Mantan Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji menjelaskan isu kedaulatan pertahanan pada Forum Kebangsaan UI (Foto: Dok UI)
Jakarta - Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Budi Susilo Soepandji menyampaikan dinamika geopolitik global dan kawasan akan sangat berpengaruh kepada eksistensi, keamanan dan kesejahteraan nasional Indonesia. Hal ini dia sampaikan di dalam Forum Kebangsaan Universitas Indonesia (9/3/2018).

Budi yang telah selesai mengabdi sebagai Gubernur Lemhannas RI berpendapat, beberapa faktor geopolitik yang perlu diperhatikan oleh bangsa Indonesia. Faktor itu adalah modernisasi sistem persenjataan Rusia yang bisa memicu konflik skala global, konsolidasi kekuatan China sebagai pijakan kokoh kebijakan luar negerinya, serta proses superfusion antara kepentingan China dan Amerika Serikat di tingkat global dan regional.

Budi Susilo yang juga merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden menyampaikan dalam menghadapi situasi kini institusi pendidikan Indonesia harus menyadari perannya sebagai benteng peradaban dan kebudayaan bangsa Indonesia.

Budi Susilo Soepandji, Iwa Garniwa, dan Imam B. Prasojo diskusi dalam tema Kedaulatan Bangsa  (Foto: UI)Budi Susilo Soepandji, Iwa Garniwa, dan Imam B. Prasojo diskusi dalam tema Kedaulatan Bangsa (Foto: UI)

Menurutnya, faktor yang menentukan supremasi dalam konflik masa kini adalah legal and ethical advantages maka segala bentuk inovasi dan usaha institusi-institusi pendidikan harus ditujukan untuk penguatan faktor tersebut baik di bidang teknologi maupun sosial.

"Hukum (domestik dan internasional) pada hakekatnya berperan sebagai titik temu kepentingan-kepentingan dalam proses geopolitik," ujar Budi.

Dalam forum tersebut hadir Prof. Iwa Garniwa sebagai pembicara yang menyampaikan bahwa situasi ketahanan energi nasional perlu menjadi perhatian para pengambil kebijakan strategis di Indonesia.

Pembicara terakhir adalah Faisal Basri, mantan ketua Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-FEUI) yang menyampaikan bahwa kunci dalam mengelola kompleksitas permasalahan bangsa bagi kepemimpinan nasional adalah kejujuran.

Forum tersebut dimoderatori oleh Imam B. Prasodjo. Sebelumnya, Forum Kebangsaan telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada saat peringatan Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia. (adv/rmk)