DetikNews
Jumat 15 September 2017, 00:00 WIB

Dahulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Puskesmas Jadi Pilihan Favorit

Advertorial - detikNews
Dahulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Puskesmas Jadi Pilihan Favorit Acara The 4th InaHEA Annual Scientific Meeting and International Seminar di Surabaya (Foto: BPJS Kesehatan)
Surabaya -

Dalam rangka meningkatkan kualitas implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) secara jangka panjang, sejumlah pakar dan akademisi berkumpul pada acara The 4th InaHEA Annual Scientific Meeting and International Seminar di Surabaya untuk membahas hasil kajian dan penelitian yang telah dilakukan. Ada empat kelompok besar topik utama yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, yaitu mengenai sustainibilitas keuangan, kesiapan supply-side, kepesertaan, dan penguatan sistem kesehatan.

"Kontribusi peneliti terhadap sustainabilitas program JKN-KIS sangatlah besar. Berbagai temuan, kajian, dan hasil penelitian tersebut nantinya dapat digunakan untuk menjadi evaluasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan program JKN-KIS, serta dapat membantu menentukan arah kebijakan ke depan," kata Direktur Kepatuhan, Hukum, dan Hubungan Antar Lembaga Bayu Wahyudi dalam acara InaHEA yang bertema The 4th Year Implementation of National Health Insurance in Indonesia.

Menurut Bayu, hasil riset yang dilakukan para peneliti dan akademisi secara signifikan telah membantu mendorong kesejahteraan rakyat Indonesia. Tak hanya itu, kondisi pelayanan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas pun turut membaik.

"Ada banyak perubahan positif yang terjadi dengan hadirnya JKN-KIS di tengah-tengah kita. Perkembangan fasilitas kesehatan swasta meningkat, lalu kualitas pelayanan di puskesmas juga turut meningkat," sambungnya.

"Dulu puskesmas dipandang sebelah mata karena seringkali diidentikan dengan tempat berobat untuk masyarakat kurang mampu, kini stereotip tersebut perlahan memudar karena baik pelayanan maupun sarana prasarana di puskesmas sudah membaik. Atas perbaikan kondisi tersebut, puskesmas pun menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang paling banyak dipilih oleh peserta JKN-KIS," jelas Bayu.

Dalam kesempatan tersebut, Bayu berharap BPJS Kesehatan dapat didukung oleh para pakar dan akademisi untuk mengubah pola pikir masyarakat agar mendaftar sebagai peserta JKN-KIS selagi masih sehat. Ke depannya diharapkan seluruh masyarakat dapat teredukasi dan tersosialisasi dengan baik mengenai pentingnya memiliki perlindungan jaminan kesehatan dengan terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sedini mungkin.


(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed