DetikNews
Jumat 12 Desember 2014, 00:00 WIB

Komunitas Pebisnis Kalimantan Barat

Andi Nova Suzanar : Dari Kapal Sampai Ke Semen

- detikNews
Andi Nova Suzanar : Dari Kapal Sampai Ke Semen
Jakarta -

Di usianya yang baru menginjak 40 tahun, Andi Nova Suzanar sudah menjadi distributor Semen Gresik yang sukses. Berawal dari kecintaannya dengan dunia dagang. Sejak SMA, Nova sudah hobi berjualan kacamata ke sana ke sini. Tidak mau ketinggalan momen, menjelang perayaan Idul Fitri, Nova muda juga kerap mengambil kesempatan untuk berjualan petasan di kawasan Nusa Indah, Pontianak.

Nova menyadari bahwa keberhasilan usahanya sekarang tidak lepas dari bakatnya berdagang. Ditambah pula, Nova gemar dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan hitung-menghitung.

Uniknya, sambil malu-malu Nova mengaku bahwa dulunya ia kurang suka dengan sekolah. Hal ini lah yang membuat Nova memutuskan tidak melanjutkan sekolahnya selepas kelas 1 SMA.

Berhenti sekolah tidak membuat pria yang gemar sekali membaca buku ini patah semangat. Sejak saat itu, Nova mulai menyambi bekerja sebagai neli kayu dan beras di pelabuhan. Pekerjaannya menghitung banyaknya kiriman dari truk yang mengantar kayu dan beras untuk didistribusikan.

Semen Gresik Bikin Jatuh Hati

Berawal dari membantu mengelola perusahaan pamannya sendiri, pria Bugis yang lahir di Pontianak pada 27 November 1974 ini mulai mendistribusikan semen merek Tonasa ke berbagai wilayah di Kalimantan Barat dengan menggunakan kapal kargo. Selain mengangkut semen, kapal kargo ini juga digunakan untuk mengangkut barang lainnya seperti pupuk dan sawit yang nantinya diantarkan ke berbagai wilayah di Indonesia. Namun, karena jauhnya jarak yang harus ditempuh untuk mendistribusikan semen Tonasa, membuat usaha ini semakin sulit. Usaha semen Tonasa ini akhirnya berhenti dan dilanjutkan kembali oleh pamannya.

Pada tahun 2007 Nova memutuskan untuk memulai usahanya sendiri menjadi distributor semen dan membentuk perusahaan dengan nama PT Dua Agung. Pada momen penting ini, Nova memberanikan diri menawarkan jasanya kepada Semen Gresik. Pilihannya jatuh kepada Semen Gresik karena efisiensi jarak dan waktu, karena menurutnya jarak tempuh tidak terlalu jauh untuk mengambil semen-semen tersebut dari Gresik.

“Dulu, orang tua saya memiliki kapal kecil yang biasanya disewakan, namun usaha orang tua saya kurang maju sehingga tidak dilanjutkan lagi.” pungkasnya. Nova pun teringat saat kecil ia pernah mengatakan kepada orangtuanya “Kalau ayah usaha kapal perahu berarti anaknya harus usaha kapal besi.” Mungkin hal ini lah yang membuat Nova semakin termotivasi untuk meraih kesuksesannya seperti sekarang.

Dukungan dari keluarganya juga menjadi faktor keberhasilan seorang Andi Nova Suzanar. Anak kedua dari 5 bersaudara ini dibantu pula oleh abangnya yang menguasai ilmu perkapalan dalam mengurus kapal yang ia miliki serta adiknya yang membantu di bagian bongkar muat kapal.

Dengan berbekal ilmu dan pengalamannya di bidang perkapalan dan pelayaran, sekarang Bapak dari 4 orang anak ini juga berencana melebarkan bisnisnya dari semen ke distribusi bahan bangunan lainnya, seperti silika pot dan pasir.

Sebelum menjadi distributor yang sukses, Nova yang awalnya hanya mengurus dokumen kapal dan anak buah kapal, belajar banyak hal dan sekarang bisa mengembangkan usahanya sendiri hingga memiliki total 8 kapal kargo saat ini.

Soal klien, Nova juga tidak pilih-pilih. Mulai dari toko-toko bangunan sampai ke perorangan pun ia layani. Usaha distribusi Semen Gresik miliknya terus menanjak. Namun bukannya tanpa kendala. Saat ini permintaan semen sangat tinggi namun tidak seiring dengan produksi semen nasional yang masih kurang.

Ke depan, pria jenaka yang mengaku suka lupa sejarah ini pun berharap dari keempat anaknya akan ada yang membantu atau melanjutkan usaha yang dirintisnya ini. Dulu ia berprinsip “Kalau usaha orangtua tidak bisa dilanjutkan anaknya. Itu adalah salah anak.” Namun ia kini menyadari bahwa anggapannya itu salah “Orangtuanya lah yang salah. Sebab orangtua harus terlebih dulu menyiapkan pondasi dan sistem yang baik di perusahaan tersebut sehingga siapapun yang nantinya masuk bisa mengikuti sistem tersebut,” tegasnya.

Nova juga menambahkan bahwa orangtua adalah salah satu sumber inspirasinya dalam hidup. Terlihat dari simbol PT Dua Agung miliknya, tergambar tetesan air yang berisi huruf “Z” yang merupakan inisial nama ayahnya, Zainuddin dan “H” yang merupakan inisial nama ayah angkatnya, Hasan. Karena orangtuanya lah, ia menjadi seperti sekarang ini.


(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed