Kasus COVID-19 Omicron NSW Bertambah Jadi 7 Orang, Penularan di Pesawat Diwaspadai

ABC Australia - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 12:22 WIB
Kasus ketujuh yang dikonfirmasi di NSW dari strain Omicron melakukan perjalanan ke Sydney dengan penerbangan Qatar Airways. (Supplied: Qatar Airways)
Sydney -

Otoritas kesehatan di New South Wales (NSW) dengan ibu kota Sydney telah mengonfirmasi kasus ketujuh varian Omicron COVID-19 di negara bagian tersebut, kali ini dari seseorang yang belum pernah berada di Afrika bagian selatan.

Penularan ini diidentifikasi oleh NSW Health melalui pengurutan genom dari kasus COVID-19 yang terkonfirmasi dari luar negeri.

Orang tersebut tiba dengan penerbangan QR908 dari Doha ke Sydney pada 23 November.

Orang tersebut kini sedang diisolasi di tempat karantina di Sydney bersama keluarga mereka.

Dua orang dari rumah tangganya juga terkonfirmasi positif COVID-19 dan pengurutan genomik sedang dilakukan untuk mengonfirmasi apakah mereka terinfeksi dengan varian Omicron.

Mereka belum pernah ke Afrika bagian selatan dan NSW Health khawatir penularan virus ini mungkin terjadi dalam penerbangan.

NSW Health meminta siapa pun yang berada dalam penerbangan dari Doha untuk segera melakukan tes PCR dan mengisolasi diri sambil menunggu saran lebih lanjut.

Apartemen Mantra di Brown Street di Chatswood, Sydney, telah diidentifikasi sebagai kemungkinan tempat yang terpapar, karena kasus ketujuh ini sempat tinggal di sana selama tujuh hari antara 23 dan 30 November.

Siapa pun yang berada di tempat pada tanggal tersebut dianggap sebagai kontak kasual, tapi diminta untuk segera dites dan diisolasi hingga menerima hasil negatif.

Menteri Kesehatan NSW, Brad Hazzard mengatakan sampel swab yang diambil dari 500 pelancong yang terbang ke negara bagian itu sejak 22 November dinyatakan negatif untuk jenis Omicron.

Semua 271 kasus COVID-19 yang diumumkan dalam 24 jam terakhir adalah infeksi strain Delta.

Brad Hazzard mengatakan pihak berwenang tetap dalam waspada menghadapi virus yang memprihatinkan ini tetapi mengaku lega mengingat rendahnya jumlah kasus Omicron sejauh ini.

Semua pelancong yang tiba di Australia dari Afrika Selatan, Lesotho, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Namibia, Eswatini, dan Malawi harus mengisolasi diri selama 14 hari di bawah aturan baru yang diberlakukan untuk mengekang penyebaran Omicron.

Orang-orang yang telah berada di negara-negara tersebut dalam 14 hari terakhir harus melakukan isolasi mandiri dan segera dites.

Denda karena mengabaikan perintah kesehatan telah dinaikkan menjadi A$10.000 atau lebih dariRp100 juta untuk perusahaan dan A$5.000, atau lebih dari Rp50 juta untuk individu sebagai respons atas Omicron.

Pelaku perjalanan yang divaksinasi lengkap dan tidak ke negara-negara Afrika yang disebutkan di atas dapat meninggalkan isolasi setelah 72 jam jika mereka menerima tes negatif.

Seorang pria dari Cabramatta di barat daya Sydney, yang telah berada di Nigeria selama enam bulan, kemarin dipastikan memiliki varian Omicron.

Brad mengatakan interaksi pria itu di masyarakat sangat minim.

"Jelas masyarakat di Cabramatta sangat waspada, tapi saya tekankan pria berusia 40-an itu tidak pernah keluar dan ke banyak tempat. Jadi pada tahap ini tidak ada bukti penularan lebih lanjut di daerah tersebut," kata Brad.

"Kondisi ini meyakinkan kita bahwa varian itu belum menyebar di masyarakat, tetapi sebagai Menteri Kesehatan saya mempertanyakan secara serius apakah varian ini sudah ada di masyarakat."

"Kami tahu ini sangat menular, tetapi kabar baiknya sampai saat ini, umumnya penyakit yang muncul akibat varian Omicron sangat ringan pada individu yang tertular."

Sekarang ada delapan kasus varian Omicron yang dikonfirmasi di Australia secara keseluruhan, dengan kasus lainnya ditemukan pada seseorang yang dikarantina di Kawasan Australia Utara dengan ibu kota Darwin.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.

(nvc/nvc)