Kepemimpinan Joe Biden-Kamala Harris Cerminkan Wajah Baru Amerika Serikat

ABC Australia - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 20:06 WIB
Washington DC -

Melanjutkan apa yang sudah terjadi di tahun 2008, kepemimpinan baru di Amerika Serikat menghadirkan wajah-wajah yang lebih mencerminkan keberagaman negeri itu.

Wajah baru kepemimpinan AS

  • Kamala Harris menjadi perempuan keturunan Afrika dan Asia Selatan pertama yang menjadi Wakil Presiden
  • Mantan presiden AS Donald Trump meninggalkan Washington ke Florida sebelum upacara
  • Dalam pidatonya Presiden Biden menyerukan warga AS mengesampingkan perbedaan mereka

Presiden Joe Biden dilantik sebagai presiden Amerika Serikat ke-46, bersumpah untuk mengakhiri "perang tidak beradab" di negeri yang terbelah akibat babak belurnya ekonomi dan semakin parahnya pandemi COVID-19.

Dalam tugas pertamanya sebagai presiden, Biden menandatangani beberapa perintah eksekutif untuk membatalkan keputusan yang sudah dibuat presiden sebelumnya Donald Trump di bidang imigrasi dan perubahan iklim.

Di usianya yang ke-78, ia menjadi presiden AS tertua, sekaligus presiden penganut agama Katolik kedua, setelah John F Kennedy di tahun 1961.

"Ini adalah hari Amerika," kata Biden yang sebelumnya disumpah menggunakan Kitab Suci milik keluarga mereka yang sudah berusia 127 tahun di tangga gedung Capitol di Washington DC.

"Ini adalah hari demokrasi. Sebuah hari penuh sejarah, harapan, pembaruan, dan penuh tekad."

Wakil Presiden Kamala Harris menjadi warga kulit hitam keturunan Asia Selatan dan perempuan pertama yang menjadi wakil presiden AS.

Ia mengucapkan sumpah di depan Hakim Mahkamah Agung Perempuan, Sonia Sotomayor, hakim agung pertama dari kalangan Amerika Latin.

Hadir dalam upacara pelantikan tersebut adalah mantan presiden George W Bush, Barack Obama dan Bill Clinton, serta Wakil Presiden di bawah Donald Trump, Mike Pence.

Mantan presiden AS Donald Trump tidak hadir dalam upacara tersebut, dan keputusan ini menjadi pertama kalinya diambil mantan presiden AS dalam tradisi selama 150 terakhir.

Ia meninggalkan Rumah Putih untuk menghadiri acara perpisahan di 'Joint Base Andrews', Maryland, sebelum terbang ke Florida.

'Kemenangan dan perjuangan demokrasi'

Berbeda dengan pelantikan presiden Amerika sebelumnya, kali ini jalan-jalan di sekitar pelantikan dipenuhi dengan 25 ribu tentara Garda Nasional, menyusul adanya kerusuhan di Gedung Capitol 6 Januari lalu.

"Amerika baru saja menghadapi ujian dan Amerika berhasil mengatasi tantangan itu," kata Biden dalam pidatonya.

"Hari ini kita merayakan kemenangan, bukan kemenangan seorang calon, tetapi kemenangan sebuah perjuangan, perjuangan demokrasi."

"Keinginan rakyat sudah disampaikan dan keinginan rakyatlah yang berhasil," tambahnya.

Ia juga menekankan berharganya demokrasi dan bagaimana sistem tersebut "tetap hidup".

"Sekarang di tempat yang terhormat ini, di mana beberapa hari lalu kekerasan berusaha menghancurkan dasar-dasar di Capitol, kita berkumpul bersama sebagai sebuah bangsa, tidak terpecahkan melakukan pemindahan kekuasaan dengan damai, hal yang sudah kita lakukan lebih dari dua abad."

Meminta kesempatan pada warga yang tidak mendukungnya

Presiden Joe Biden juga menyerukan agar warga Amerika menyelesaikan perbedaan mereka, dan mengatakan bahwa "tanpa adanya persatuan, tidak akan ada perdamaian".

Ia menekankan akan berlaku jujur di hadapan negara karena berpandangan bahwa seorang pemimpin memiliki tanggung jawab untuk "membela kebenaran dan mengalahkan kebohongan".

Presiden Biden juga meminta pada pihak yang tidak mendukungnya untuk memberikan kesempatan.

"Kita harus menghentikan perang yang tidak benar ini yang mempertentangkan merah (warna Partai Republik) dan biru (warna Partai Demokrat), pedesaan melawan kota, konservatif dengan liberal," katanya.

"Kita bisa melakukan ini, bila kita mau membuka jiwa kita, dan bukannya memperkeras hati."

Dalam upacara pelantikan ini beberapa bintang terkenal Amerika diantaranya Lady Gaga, Jennifer Lopez dan Garth Brooks tampil membawakan beberapa lagu.

Lady Gaga dengan membawa mikrofon berwarna emas menyanyikan lagu kebangsaan Amerika Serikat, The Star-Spangled Banner.

Disusul dengan bintang berlatar belakang Latin Jennifer Lopez, yang mengenakan pakaian semua berwarna putih menyanyikan sejumlah lagu medley, This Land is Your Land dan America the Beautiful.

Bintang musik country Garth Brooks menyanyikan Amazing Grace yang kemudian meminta mereka yang hadir maupun yang menonton di rumah menyanyikan bagian akhir lagu tersebut.

Biden batalkan beberapa kebijakan Trump

Segera setelah memasuki Gedung Putih pertama kalinya sebagai presiden, Biden menandatangani 15 perintah eksekutif, beberapa di antaranya untuk membatalkan kebijakan yang dijalankan oleh presiden sebelumnya, Donald Trump.

"Beberapa aksi eksekutif yang saya tandatangani hari ini akan membantu mengubah arah krisis COVID, kita akan memerangi perubahan iklim seperti yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, dan memperbaiki kesetaraan ras dan membantu komunitas yang kurang terwakilkan," katanya.

Beberapa perintah eksekutif itu antara lain keharusan memakai masker bagi pegawai di tingkat pemerintahan federal, perintah untuk membuat kantor baru di Gedung Putih guna menangani virus, dan menghentikan proses penarikan diri dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berkenaan dengan soal imigrasi, Biden menghentikan pembangunan dinding yang membatasi Amerika Serikat dan Meksiko, serta membatalkan larangan perjalanan dari beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Dimulainya masa kepemimpinan Joe Biden dan Kamala Harris bersamaan dengan masih tingginya angka COVID di sana.

Hingga kini, sudah ada 24 juta warga Indonesia yang terkena virus tersebut, dengan kematian sebanyak 400 ribu orang.

Jutaan warga Amerika juga telah kehilangan pekerjaan karena adanya penutupan dan pembatasan terkait pandemi.

Presiden Biden juga bertekad menggunakan seluruh kekuatan pemerintah pusat untuk mengatasi krisis tersebut.

Prioritas utamanya adalah penggunaan dana US$ 1,9 trilliun untuk membantu mereka yang kehilangan pekerjaan dan memberikan bantuan keuangan langsung bagi keluarga di Amerika.

Namun rencana tersebut masih memerlukan persetujuan Kongres, di mana saat ini Partai Demokrat memiliki keunggulan tipis baik di tingkat DPR maupun di Senat.

Wapres Kamala Harris akan mengambil sumpah dua Senator baru dari Partai Demokrat yang akan menjadikan kekuatan di Senat adalah 50-50, dengan Wakil Presiden memiliki hak memberikan suara bila sidang mencapai angka 50-50.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dan berita selengkapnya dalam bahasa Inggris ada di sini

Ikuti berita seputar pandemi Australia dan lainnya di ABC Indonesia

(nvc/nvc)