Suku Bunga Australia 0,1 persen. Apa Artinya Bagi Warga Indonesia di Australia?

ABC Australia - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 16:46 WIB
Jakarta -

Reserve Bank Australia (RBA) atau Bank Sentral Australia telah memangkas suku bunga ke rekor terendah 0,1 persen, setelah gubernur RBA mengonfirmasi bahwa Australia tidak keluar dari resesi.

Pemotongan ini turun dari rekor terendah sebelumnya yaitu 0,25 persen, yang diumumkan pada awal tahun ini dan diperkirakan tidak akan meningkat setidaknya selama tiga tahun.

Lalu apa arti pemangkasan suku bunga itu bagi Anda yang tinggal di Australia?

ABC Indonesia berbincang dengan ekonom senior asal Indonesia yang berbasis di Melbourne, Erick Hansnata terkait penurunan suku bunga yang baru, termasuk apa yang bisa dilakukan dengan uang tabungan Anda dalam situasi bunga yang rendah sampai tiga tahun ke depan.

Erick Hansnata

Eric Hansnata, ekonom senior yang berbasis di Melbourne, menjelaskan apa arti pemangkasan bunga oleh Bank Sentral bagi warga Australia. (Rawpixel: Chanikarn Thongsupa)

Atau uangnya dipakai untuk sekolah lagi?

Pilihan yang lain adalah membelanjakan uang Anda untuk meningkatkan atau menambah kapasitas keterampilan Anda.

"Banyak orang yang menggunakan tabungannya untuk sekolah atau upgrade skill mereka ke bidang lain, misalnya mengambil kursus di sektor kesehatan yang sekarang permintaannya naik," jelas Erick.

"Mungkin sekolah farmasi, atau pendidikan menjadi pekerja di aged care atau child care, yang sekolahnya nggak begitu lama tapi return-nya besar," tambah Erick.

Membelanjakan A$20.000 sampai A$30.000 untuk sekolah selama enam bulan sampai satu tahun bisa menjadi pilihan yang menguntungkan secara jangka panjang karena akan mempengaruhi penghasilan di masa depan.

Sementara untuk investasi bisnis, Erick mengingatkan untuk sangat berhati-hati karena dunia bisnis belum tentu bisa kembali seperti sedia kala sebelum pandemi.

"Kalau untuk bisnis, dengan kapasitas capital yang kecil harus agak berhati-hati."

"Beberapa sektor seperti tourism, agriculture, dan hospitality masih akan bergerak secara perlahan, mungkin hanya sektor IT dan kesehatan yang return-nya agak tinggi."

Di samping penurunan suku bunga resmi, RBA menurunkan target suku bunga obligasi tiga tahun menjadi 0,1 persen.

Tingkat rekor terendah baru juga akan berlaku untuk fasilitas pendanaan berjangka bank.

Bank sentral mengkonfirmasi akan membeli obligasi pemerintah Australia senilai A$100 miliar selama enam bulan ke depan untuk mengangkat inflasi dan mendorong pinjaman dan investasi - ukuran yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.

Artikel ini hanya memuat informasi secara umum. Anda harus mempertimbangkan untuk mendapat saran dari pakar keuangan pribadi yang independen sesuai dengan kondisi keuangan Anda.

(ita/ita)