Kondisi Pekerja Indonesia di Pabrik Daging yang Pernah Jadi Klaster COVID Australia

ABC Australia - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 14:03 WIB
Jakarta -

Pabrik daging merupakan salah satu sumber penularan COVID-19 atau klaster tempat kerja terbesar di Victoria. Warga Indonesia yang bekerja di sana menceritakan seberapa ketat protokol kesehatan yang diberlakukan.

Pemerintah Victoria telah mengeluarkan daftar aturan bagi sektor manufaktur, termasuk untuk tempat pemotongan dan fasilitas pemrosesan daging, yang sudah berlaku sejak 8 Agustus lalu.

Peraturan ini membawa perubahan bagi Heri Purdiawan asal Pekalongan, Jawa Tengah, seorang pekerja berstatus 'casual' atau lepasan di salah satu pabrik daging terbesar Victoria, Midfield Meats Warrnambool.

Miedfield group sebelumnya memperkerjakan 1.200 orang, namun menurut pengamatan Heri, jumlah karyawan yang bekerja di sana telah dikurangi seiring dengan aturan untuk mengurangi produksi hingga sepertiga dari biasanya.

Greenham meat processor

Karyawan pabrik daging tidak akan sepenuh ini lagi, karena produksi yang dikurangi dan pekerjanya wajib gunakan pelindung diri. (ABC Rural: Kim Honan)

'Upaya cepat tanggap' pabrik daging

Di tengah pandemi ini, Heri mengatakan tempat kerjanya dapat meliburkan karyawan secara tiba-tiba dengan alasan yang baru disampaikan di kemudian hari.

Menurutnya, ini merupakan wujud upaya cepat tanggap perusahaannya di tengah ketidakpastian pandemi COVID-19.

"Inilah mengapa pabrik daging Midfield masih bisa bertahan. Angka COVID di Victoria tinggi, tapi pabrik ini masih bisa berjalan, berbeda dengan beberapa pabrik lain."

Ketika diwawancara ABC, manajer umum Midfield, Dean McKenna, menceritakan bagaimana pihaknya harus berinisiatif sendiri sebelum mendengar instruksi penutupan dari departemen kesehatan.

Tindakan ini menuai tanggapan positif.

"Kami merasa adalah tanggung jawab kami sebagai pemberi pekerjaan terbesar di daerah ini, lebih banyak yang didapat ketika tidak mempekerjakan, daripada mempekerjakan tapi tidak ada kepastian."

Laporan tambahan oleh Jess DavisdanAndy Burns untuk ABC Rural

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(ita/ita)