Mengapa 6 Minggu? Alasan di Balik Melbourne Kembali 'Lockdown'

ABC Australia - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 19:20 WIB
Melbourne -

Pemerintah Victoria mengumumkan kembali diberlakukannya 'lockdown' selama enam minggu di seluruh kawasan Melbourne, yang telah mengejutkan dan tak diduga oleh warganya.

Premier Daniel Andrews, yang memimpin negara bagian Victoria, mengakui pihak berwenang "bisa saja memutuskan waktu yang lebih pendek", tetapi pada akhirnya siklus hidup virus yang menentukan keputusan untuk menutup Melbourne dan Mitchell Shire selama enam minggu penuh.

"Siklus hidup virus ini adalah 14 hari," katanya.

"Enam minggu berarti setara dengan tiga kali siklus virus ini."

Enam minggu lockdown akan memungkinkan jeda waktu antara setelah tertular virus hingga dinyatakan positif setelah dites, menurut dokter ahli penyakit menular, Trent Yarwood.

"Kita selama ini berpikir masa inkubasi bagi kebanyakan orang adalah kurang dari satu minggu, tetapi pedoman kesehatan masyarakat mengatakan harus mempertimbangkan kemungkinan terpapar sampai dua minggu," kata dr Trent.

Dia mengatakan, pertimbangan ini juga diperlukan karena butuh waktu bagi kesehatan publik untuk menanganinya.

"Semua penularan yang dilaporkan hari ini terjadi seminggu yang lalu," katanya.

"Tidak ada buku panduan yang mengatur bagaimana kita harus melakukan ini. Ini trial and error."

Para ahli mengatakan 'lockdown' diperlukan karena peningkatan kasus penularan virus Corona di Victoria, yang disebabkan oleh penularan antar masyarakat, bukan dari para pelancong yang kembali dari luar negeri.

Ini berarti ratusan orang mungkin sekarang sudah tertular dan berpotensi menularkannya kepada orang lain, tetapi tidak dinyatakan positif sampai minggu depan, atau bahkan minggu berikutnya.

Victoria tidak pernah mencetak nol kasus

Saat jumlah orang yang dites positif dalam satu hari terus bertambah mendekati angka 200, publik merasa khawatir ada kemungkinan perluasan lockdown di beberapa wilayah kode pos.

Keputusan 'lockdown' akan menyulitkan pemilik bisnis yang tadinya berpikiran pendapatan mereka akan meningkat mulai Juli, bukannya malah berkurang.

Tetapi keputusan mungkin juga memberikan kesempatan bagi seluruh kawasan Melbourne untuk bisa lebih baik dalam jangka panjang.

Ahli epidemiologi Universitas Melbourne, Profesor Tony Blakeley mengatakan, empat minggu mungkin sudah cukup untuk mengendalikan penyebaran COVID-19, tetapi 'lockdown' selama enam minggu akan membantu negara bagian Victoria dalam mengurangi virus Corona.

"Empat minggu saya pikir mungkin sudah cukup telah mengontrol virus, sehingga artinya dalam waktu enam minggu, kita bisa melakukan eliminasi," katanya kepada program ABC 7.30.

"Jika kita tidak membasmi virus ini, kondisi seperti ini akan terjadi berulang-ulang sampai kita mendapatkan vaksin."

Tetapi dia mengatakan tujuan terdekat dalam beberapa pekan ini adalah untuk membawa penularan virus ke tingkat yang dapat dikelola.

"Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengendalikan wabah saat ini," katanya.

Dr Trent merasa puas karena pihak berwenang membuat keputusan 'lockdown' berdasarkan bukti ilmiah terbaik.

"Tantangan bagi Victoria dibandingkan dengan seluruh Australia adalah mereka tidak pernah mencapai nol kasus, seperti di negara-negara bagian lain," katanya.

"Mereka selalu memiliki beberapa kasus dengan kepadatan populasi yang jauh lebih besar."

Berharap bisa mencegah 'tragedi'

Dr Trent mengatakan keputusan, termasuk 'lockdown' yang kembali diberlakukan, didorong oleh masukan kepala petugas medis dari setiap negara bagian yang duduk di Komite Perlindungan Kesehatan Australia.

Premier Daniel mengakui 'lockdown' kali ini akan sangat menantang.

"Tanpa vaksin, tanpa obat, tanpa perawatan yang lebih baik, jika kita tidak mengambil langkah-langkah ini, saya tidak akan berdiri di podium ini mengatakan ada 191 kasus," kata Daniel.

"Saya akan melaporkan lebih dari itu, mungkin ratusan dan ribuan. Mungkin akan ada ribuan orang di rumah sakit dan kita semua akan tahu apa artinya itu.

"Itu berarti tragedi."

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

(nvc/nvc)