Takut Corona, Pasien di Melbourne Menolak Ditangani Dokter dan Perawat Asia

ABC Australia - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 13:52 WIB
Melbourne -

Di sebuah rumah sakit di Melbourne, Royal Children's Hospital, rumah sakit anak-anak, dilaporkan paling sedikit ada satu keluarga yang menolak anaknya ditangani oleh dokter atau perawat keturunan Asia.

  • Rumah sakit mengeluarkan petunjuk bagaimana berhadapan dengan isu rasisme
  • Staf melaporkan melihat orang tua yang menghindari pasien atau staf yang berwajah Asia
  • Direktur layanan medis darurat mengatakan perilaku seperti itu 'tidak bisa diterima'

Ini diperkirakan adanya hubungannya dengan virus corona asal China yang sedang mewabah dan sudah menjangkit warga di banyak negara.

Direktur Layanan Medik Darurat Royal Children's Hospital (RCH), Stuart Lewena mengatakan pihaknya sudah melaporkan kepada Departemen Kesehatan Victoria mengenai adanya pernyataan bernada 'rasis' berkenaan dengan virus corona yang disampaikan keluarga pasien.

"Salah seorang staf kami melaporkan bahwa ada satu keluarga yang menolak dirawat oleh staf tersebut atas dasar latar belakang rasial, " kata Dr Lewena.

"Mereka ketakutan stafnya bisa menyebarkan virus corona ke mereka dan anak mereka," tambahnya.

Staf juga melaporkan pasien tampaknya sengaja menghindar dari mereka yang memiliki penampilan fisik seperti orang Asia di ruang tunggu rumah sakit.

Kekhawatiran ini ada setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jumlah mereka yang terkena virus corona (COVID-19) di luar China sudah lebih tinggi dibandingkan kasus baru di dalam China sendiri.

Di negara bagian Victoria sendiri sudah ada 7 orang yang terkena virus tersebut dari keseluruhan 23 orang di Australia, dan tidak ada satupun penyebaran virus itu terjadi dalam Australia.

Dr Lewena mengatakan perilaku pasien yang menolak ditangani dokter dan perawat Asia ini merupakan 'tindakan yang tidak bisa dibenarkan' sekaligus menunjukkan adanya 'paranoia dan ketakutan yang tidak beralasan.'

"Tidak ada alasan untuk mengatakan latar belakang ras seseorang ada hubungannya dengan kemungkinan seseorang terkena virus corona." kata Dr Lewena.

Awal Februari, Perkumpulan Dokter Layanan Darurat Australia sudah mengeluarkan peringatan bahwa para anggotanya mengalami hal-hal rasis di ruang gawat darurat dan staf di beberapa rumah sakit sudah dibekali dengan cara untuk mengatasi hal tersebut.

Rumah Sakit Anak Royal Children's juga sudah mengeluarkan petunjuk serupa bagi para staf mereka.

Two Asian students wearing face masks pour alcohol on their hands.

Sekarang penyebaran virus corona di luar China lebih tinggi dari yang dilaporkan terjadi China. (AP: Aaron Favila)

Menteri Kesehatan negara bagian Victoria Jenny Mikakos mengatakan bahwa dia prihatin dengan laporan yang diterimanya dari rumah sakit, dan juga mendengar contoh-contoh rasisme di kalangan masyarakat pada umumnya.

"Penyebaran virus tersebut tidak ada hubungannya dengan etnis. Bila ada yang mengatakan hal tersebut, itu salah sama sekali." katanya.

Bisnis di Chinatown di Sydney dilaporkan telah menurun sebesar 80 persen di minggu-minggu setelah wabah tersebut merebak, dengan laporan yang sama juga terjadi di tempat lain.

Pihak berwenang di bidang kesehatan di Australia dan juga di tempat lain sekarang bersiap-siap menghadapi kemungkinan adanya pandemik, dimana penyebaran virus itu terjadi di seluruh dunia tanpa kendali.

Hari Senin, enam staf dari Rumah Sakit Box Hill di Melbourne Timur dilaporkan sudah melakukan isolasi pribadi.

Rumah sakit sejauh ini mengatakan bahwa belum ada kasus positif virus corona di rumah sakit atau di fasilitas milik mereka.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

(ita/ita)