Detektif Dicabut dari Tugasnya Menyelidiki Kasus Pembakaran Ibu dan Anak

ABC Australia - detikNews
Sabtu, 22 Feb 2020 11:18 WIB
Canberra -

Seorang detektif senior di negara bagian Queensland, Mark Thompson, telah ditarik dari tugasnya untuk menyelidiki kasus pembakaran mobil yang menewaskan lima orang di Brisbane.

  • Hari Kamis Mark Thompson mempertanyakan apakah Rowan Baxter 'dapat tekanan terlalu jauh' sebelum membunuh keluarganya
  • Hari Jumat Kepala Kepolisian Queensland mengatakan itu merupakan 'komentar terburuk yang menyalahkan korban."
  • Commisioner Carroll mengatakan penarikan Inspector Thompson adalah untuk memastikan adanya kepercayaan publik

Kasus pembakaran mobil tersebut memiliki unsur pembunuhan sekaligus bunuh diri, dengan latar belakang masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Hannah Clarke, tewas bersama dengan ketiga anaknya Laianah, Aaliyah dan Trey, dengan pembunuhnya adalah suaminya Rowan Baxter yang kemudian juga tewas bunuh diri, Rabu kemarin (19/2/).

Dalam keterangannya kepada media hari, detektif Mark menjelaskan ada kemungkinan Rowan Baxter melakukan tindakannya karena "tekanan terlalu jauh" yang dialaminya.

Pernyataan Mark dianggap sebagai pernyataan menyalahkan korban, yakni Hannah, sebagai istri Rowan.

Kepala Kepolisian Queensland, Commissioner Katarina Carroll mengatakan ia harus menarik Mark dari penyidikan kasus, karena ucapan sehari sebelumnya.

Commissioner Carroll mengatakan Mark secara sukarela menerima permintaan yang disampaikan oleh Katrina, saat mereka berbicara lewat telpon.

"Saya setuju dengan keputusannya," kata Carroll.

"Untuk kebaikan bagi Mark, saya sendiri dan kepolisian, ingin menghindari berbagai keributan sampingan dan konsentrasi sepenuhnya ke masalah utama."

"Ada seorang ibu dan tiga anak yang dibunuh, dan saya ingin mengkonsentrasikan pada hal tersebut."

Berbicara hari Kamis, Mark menekankan "tugas kami sebagai penyidik melihat semuanya dengan pikiran terbuka.'

"Apakah ini masalah seorang perempuan menderita kekerasan rumah tangga dan dia dan anaknya tewas di tangan suaminya, atau kemungkinan suami mendapat tekanan yang terlalu jauh oleh isu yang dihadapinya, kemudian melakukan tindakan tersebut?" ujarnya.

"Itulah sebabnya saya ingin orang-orang untuk berbicara dengan kami. Bila kami ingin membuat gambaran lengkap mengenai apa yang terjadi, kami harus bisa berbicara dengan semua orang."

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini.

(ita/ita)