'Usus Saja Sudah Rp 170 Ribu/kg': Flu Afrika Musnahkan Seperempat Jumlah Babi di Dunia

ABC Australia - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 13:13 WIB
Canberra -

Serangan virus flu Afrika pada babi kini telah memusnahkan seperempat stok ternak ini di seluruh dunia. Akibatnya, harga daging babi di Australia sejauh ini melonjak lebih dari 40 persen.

Seorang pemilik restoran makanan China di Brisbane, Andy Yu, mengaku sangat bergantung pada pasokan daging babi berkualitas untuk kesuksesan bisnisnya.

"Kami banyak menggunakan daging babi setiap harinya. Hidangan kami sebagian besar dibuat dari daging babi," kata Yu kepada ABC.

Harga daging babi di sini telah mengalami kenaikan lebih dari 40. Namun Yu mengaku dia telah membayar lebih dari itu.

Man in chef jacket holds a pork filled bun up close to the camera in his restaurant

Pemilik restoran Golden Dunmpling Andy Yu mengaku keuntungannya makin tipis. (ABC National Regional Reporter: Caitlyn Gribbin)

Biro Pertanian dan Sumberdaya Ekonomi Australia (ABARES) menyatakan wabah baru penyakit AFS diketahui telah terjadi di Vietnam.

Selain itu disebutkan bahwa ada "laporan yang belum dikonfirmasi tentang kematian babi secara massal di Indonesia".

"Berkurangnya pasokan protein kemungkinan berlangsung beberapa tahun dan telah menyebabkan kenaikan harga daging," kata ABARES dalam laporan akhir tahun.

"Harga-harga ternak Australia seperti sapi, domba, babi dan kambing diperkirakan akan naik di tahun-tahun mendatang, sebagian karena permintaan ekspor dari negara Asia yang terkena dampak wabah AFS," tambahnya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.



(ita/ita)