Bangkai Anjing Berusia 18.000 Tahun Ditemukan di Rusia dalam Kondisi Utuh

Bangkai Anjing Berusia 18.000 Tahun Ditemukan di Rusia dalam Kondisi Utuh

ABC Australia - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 07:30 WIB
Moskow -

Para ilmuwan terkejut dengan penemuan bangkai anak anjing prasejarah di timur Rusia. Di sisi lain, mereka belum bisa memutuskan apakah bangkai itu benar-benar anak anjing atau serigala.

Poin Utama Anjing Prasejarah
  • Anak anjing itu ditemukan terkubur dalam lapisan es di wilayah Rusia yang terkenal dengan banyak penemuan
  • Sistem penanggalan menempatkan spesimen itu berasal dari Zaman Es terakhir
  • Para ahli belum yakin tentang spesiesnya karena pada saat itu, serigala juga dijadikan hewan peliharaan

Para ilmuwan Rusia menemukan anjing itu terkubur dalam endapan es di dekat Yakutsk, di ujung timur Siberia wilayah Rusia, sebuah wilayah yang terkenal karena signifikansi paleontologisnya yang kaya.

Bangkai itu kemudian dikirim ke Unit Akselerator Radiokarbon Universitas Oxford untuk penanggalan, yang mengungkap bahwa ia setidaknya berusia 18.000 tahun.

Makhluk itu hidup selama periode Pleistosen Bumi - biasanya disebut sebagai Zaman Es terakhir.

Anak anjing ini ditemukan dalam lapisan es di dekat Yakutsk, kota di ujung timur Siberia wilayah Rusia.

Anak anjing ini ditemukan dalam lapisan es di dekat Yakutsk, kota di ujung timur Siberia wilayah Rusia. (ABC News: Alan Weedon)


Meskipun sudah lewat hampir 20.000 tahun sejak anjing itu mati, tubuhnya dalam kondisi luar biasa, dengan bulu, gigi, dan hidungnya hampir terpelihara dengan sempurna.

Analisis genom lebih lanjut mengonfirmasi bahwa anjing itu berjenis kelamin laki-laki, dan sejak ditemukan dinamai Dogor, yang merupakan bahasa Yakutsk -yang berarti "teman".

Antara serigala dan anjing

Penemuan anak anjing itu menimbulkan beberapa ambiguitas bagi para peneliti Swedia dan Rusia yang bertugas menganalisis bangkainya.

Temuan mereka, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Royal Society Inggris, dimasukkan dalam sebuah artikel yang melihat dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia terhadap rubah Arktik.

David Stanton, salah satu penulis artikel dan peneliti di Pusat Palaeogenetika Swedia, mengatakan bahwa biasanya "relatif mudah untuk mengetahui perbedaan" antara bangkai serigala dan anjing.

Dalam kasus Dogor, masalahnya sedikit lebih rumit, karena Stanton mengatakan asal usul spesimen itu dikaitkan kembali ke masa ketika beberapa populasi serigala, diperkirakan, sedang dipelihara layaknya anjing.

Pada saat yang sama, menurut para peneliti, akhir masa Pleistosen - sekitar 11.700 tahun yang lalu - adalah "adalah periode perubahan dramatis dalam ketersediaan habitat", yang menghasilkan "perusakan habitat, persaingan dari spesies invasif, dan perubahan iklim".

"Kami sudah memiliki banyak data dari hal itu, dan dengan jumlah datanya, Anda berharap untuk mengetahui apakah ia anjing atau serigala," kata Stanton.

"Faktanya kami tak mungkin menyebut bahwa ia berasal dari populasi yang merupakan nenek moyang bagi keduanya -yakni anjing dan serigala."

Saat ini, masih belum jelas kapan tepatnya anjing mulai dijadikan hewan peliharaan. Satu studi dari tahun 2017 menunjukkan bahwa proses domestikasi (membuat anjing menjadi hewan peliharaan dan hidup bersama manusia) terjadi antara 20.000 dan 40.000 tahun yang lalu, berawal dari populasi serigala Eropa yang berbeda.

Namun, ada penelitian lain yang menyatakan bahwa domestikasi terjadi di berbagai tempat sekaligus.

Simak berita-berita menarik lainnya di situs ABC Indonesia.



(nvc/nvc)