Semakin Banyak Gedung Pencakar Langit di Pinggir Kota Melbourne

Semakin Banyak Gedung Pencakar Langit di Pinggir Kota Melbourne

ABC Australia - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 12:50 WIB
Melbourne -

Dalam beberapa tahun terakhir pembangunan gedung tinggi yang dulunya hanya di pusat kota Melbourne, sekarang sudah menyebar ke kawasan pemukiman pinggir kota.

Gedung Tinggi di Pinggir Kota:
  • Fasilitas gedung tinggi menawarkan berbagai kemudahan fasilitas bagi warga
  • Namun banyak yang khawatir gedung tinggi membuat pinggiran kota jadi hutan beton
  • Di Box Hill sudah muncul beberapa gedung pencakar langit

Salah satunya adalah di kawasan pemukiman Box Hill sekitar 20 km sebelah timur dari pusat kota.

Pembangunan gedung-gedung tinggi ini sebagian dilihat sebagai bukti berkembangnya ekonomi, sebagian melihat lingkungan mereka berubah menjadi hutan beton.

Dalam survei yang dilakukan oleh Australia Talks National Survey mayoritas warga Australia (61 persen) mengatakan pertumbuhan penduduk adalah masalah di negara ini.

Oliver dan Marian Chin mengatakan mereka sudah tidak sabar untuk pindah ke apartemen baru, yang berlokasi di Sky One Tower di Box Hill yang memiliki 36 lantai.

A Taiwanese woman with short black hair, glasses, red floral cardigan sits on couch next to bald man with glasses in pink shirt

Marian dan Oliver Chin mengatakan tinggal di gedung apartemen tinggi di Box Hill membuat mereka dekat dengan berbagai fasilitas. (ABC News: Samuel Yang)

Dia mengatakan percaya dengan pembangunan gedung-gedung pencakar langit akan terus berlangsung di kawasan pemukiman yang memang bagus.

Gary Ma menambahkan bahwa pembangunan seperti ini sudah melibatkan "pemikiran mendalam dari pihak kota praja setempat."

"Kota praja (council) tidak akan mengijinkan adanya pembangunan bila mereka tidak memiliki infrastruktur untuk mendukung," katanya.

Namun Professor Jago Dodson dari RMIT University di Melbourne mengatakan bahwa sering kali pihak pengembang yang lebih menentukan dalam pembangunan gedung-gedung dan bukannya kota praja setempat.

"Perasaan saya adalah pemerintah negara bagian tidak terlibat banyak dalam penanganan pembangunan gedung-gedung ini," katanya.

"Saya kira mereka membiarkan pengembangan membangun, dan kita melihat bahwa pembangunan infrastruktur di sekitar gedung-gedung tinggi ini tidak banyak dalam soal ruang terbuka."

Professor Dodson mengatakan adanya perbedaan antara mereka yang ingin tinggal di apartemen, dengan mereka yang lebih memilih rumah satu lantai, bisa saja terjadi.

Namun dia mengatakan ini tidaklah disebabkan karena etnis tertentu lebih memilih gaya hidup tertentu.

"Banyak juga warga keturunan Cina yang tinggal di rumah satu lantai," katanya.

"Ada perubahan budaya yang terjadi di sini, khususnya yang terjadi dengan kelompok migran tertentu, namun tidaklah berarti bahwa kelompok tersebut yang menciptakan perubahan," kata Prof Dodson.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini



(ita/ita)