detikNews
Senin 21 Oktober 2019, 13:09 WIB

Qantas Lakukan Penerbangan Bersejarah 19 Jam Non-Stop New York ke Sydney

ABC Australia - detikNews
Qantas Lakukan Penerbangan Bersejarah 19 Jam Non-Stop New York ke Sydney
Sydney -

Maskapai penerbangan Australia Qantas mencatat sejarah baru ketika salah satu pesawatnya terbang langsung dari New York ke Sydney, penerbangan non-stop lebih dari 19 jam.

Penerbangan langsung NY-Sydney
  • Penerbangan QF7879 non stop dari New York ke Sydney dalam waktu 19 jam 16 menit
  • Ini adalah satu dari tiga penerbangan menguji kesehatan penerbangan dalam penerbangan panjang
  • Bila berjalan baik, penerbangan komersial bisa dimulai di tahun 2022

Direktur Eksekutif Qantas Alan Joyce mengatakan di masa depan para penumpang akan bisa melakukan latihan olahraga di atas pesawat bila nantinya rute New York - Sydney ini mulai diterapkan.

Pesawat Boeing 787 Dreamliner itu mendarat hari Minggu (20/10/2019) pagi dan menjadi pesawat pertama yang terbang tanpa henti dalam penerbangan terjauh di dunia.

Ketika lepas landas dari Bandara John F Kennedy di New York hari Sabtu waktu setempat, lima puluh penumpang dan awak dipasangi alat untuk menguji ketahanan fisik selama penerbangan tersebut.

Penelitian ini nantinya diharapkan bisa digunakan untuk mengurangi kelelahan (jet lag), dan juga membantu para pilot untuk mengatur jadwal kerja dan istirahat mereka selama penerbangan.

Alan Joyce mengatakan ini satu dari tiga penerbangan ujicoba, guna memastikan penerbangan jarak jauh seperti ini aman dan nyaman bagi penumpang dan awak kabin.

"Ini adalah momen bersejarah bagi Qantas, momen yang sangat bersejarah bagi industri penerbangan Australia dan momen bersejarah bagi penerbangan dunia," kata Joyce.

"Kami harus menunjukkan bahwa ini bisa dilakukan dengan aman, dilakukan dengan awak pesawat bisa beristirahat dengan baik."

Five people squat with their arms out in an area of an aeroplane.

Penumpang dalam pesawat perdana langsung New York ke Sydney melakukan latihan olahraga dalam penerbangan selama 19 jam tersebut. (Supplied: Qantas)

Asosiasi Pilot Australia dan Internasional (AIPA) akan membantu menganalisa data dari penerbangan itu dan mengingatkan perlunya berhati-hati sebelum diterapkan pada penerbangan komersial.

Presiden AIPA Mark Sedgwick mengatakan kekhawatiran utama para pilot yaitu apakah mereka bisa beristirahat dengan baik selama penerbangan panjang.

"Qantas mengusulkan beberapa rute terpanjang di dunia. Yang kita perlukan adalah data jangka panjang dengan bukti mengenai dampaknya terhadap awak pesawat, sehingga bisa memastikan betul-betul aman," katanya.

Direktur Kadin Sydney Katherine O'Regan menilai rute penerbangan terpanjang ini merupakan terobosan besar bagi dunia bisnis.

"Ini akan membantu hubungan lebih dekat dengan markas besar perusahaan dunia di New York, membangun reputasi Sydney sebagai tempat berbisnis, mengurangi waktu penerbangan selama beberapa jam, dan membuat pelancong menghabiskan lebih banyak waktu di negara ini," katanya.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com