detikNews
Jumat 20 September 2019, 14:44 WIB

'Semuanya Sihir', Pengikut Misionaris di Australia Bakar Benda Keramat Aborigin

ABC Australia - detikNews
Semuanya Sihir, Pengikut Misionaris di Australia Bakar Benda Keramat Aborigin
Canberra -

Para misionaris Kristen telah memicu gelombang kemarahan di pedalaman Australia, dengan menjanjikan bisa menghidupkan orang mati serta mengecam budaya tradisional Aborigin sebagai pemujaan setan.

Investigasi ABC menemukan adanya pembakaran artefak keramat Aborigin oleh para pengikut misionaris itu di daerah Kimberley.

Salah satu misionaris yang menyebarkan kepercayaan Kristen di kalangan warga Aborigin adalah pendeta Pantekosta asal Tonga, Ana Makahununiu.

Seorang pemuka Aborigin yang juga senator Australia Pat Dodson menyebut para misionaris itu sama sekali tidak kredibel dan tak memahami kitab suci Injil.

Dia mengecam penghancuran artefak tradisional Aborigin sebagai "perbuatan keparat".

Namun warga setempat yang kini jadi pengikut Kristen menyatakan itu keputusan mereka sendiri dan mengaku menemukan kedamaian dan kebahagiaan.

Salah satu kepercayaan yang dianut para pengikut gereja tersebut di kalangan komunitas terpencil yang dikunjungi ABC, yaitu bahwa orang mati bisa dihidupkan kembali melalui doa.

Sumber ABC menggambarkan kejadian menyedihkan di salah suatu pemakaman pada tahun 2015, ketika para pengikut Pantekosta berusaha menghidupkan seorang bayi yang meninggal karena penyakit.

Konon pemakaman mayat anak itu sampai ditunda beberapa jam ketika para jamaah bernyanyi-nyanyi, menari dan berdoa agar bayi itu hidup kembali.

Sumber itu menjelaskan bahwa inisiatornya adalah pendeta pada Gereja Forward in Faith.

Namun jurubicara gereja ini menyatakan pihaknya tidak mengetahui kejadian itu. Dia menyebut bahwa membangkitkan orang mati bukanlah "bagian dari Injil yang kami kabarkan".

Pendeta yang diduga melakukan hal ini, katanya, sedang cuti selama dua tahun, dan tindakannya itu bukan atas nama gereja.

Bagi Senator Dodson, janji-janji keagamaan yang bisa menyelesaikan kemiskinan itu berbahaya dan menyesatkan.

"Yang terpenting adalah mengadakan mendapatkan pendidikan yang efektif dan nyata di daerah tersebut," katanya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com