detikNews
Rabu 18 September 2019, 14:51 WIB

'Dia Suka Sekali Es Krim', Kecelakaan di Perth Renggut Nyawa Anak Indonesia

ABC Australia - detikNews
Dia Suka Sekali Es Krim, Kecelakaan di Perth Renggut Nyawa Anak Indonesia
Perth -

Pelaku yang menabrakkan mobil curiannya ke mobil keluarga asal Indonesia di Perth, Australia Barat, pada akhir Desember 2018, telah dijatuhi vonis 7,5 tahun penjara pada hari Selasa (17/9/2019). Tapi dampak kejadian ini pada keluarga Edwin Setiawan Tjandra begitu mendalam.

Bukan saja karena Edwin bersama istrinya Cynthia telah kehilangan salah satu anaknya, Leonardus, yang masih berusia lima tahun, sebulan setelah kejadian.

Anaknya yang lain, Franciscus (6 tahun), bersama Edwin, Cynthia dan empat anggota keluarga lainnya sedang mengendarai mobil van Hyundai saat itu.

A little boy in a yellow hoodie stands smiling in front of a colourful mural of a crab.

LeonardusTjandra meninggal pada 31 Januari 2019 di Perth, hampir sebulan setelah mobil keluarganya ditabrak dari belakang oleh pengendara mobil kap Matthew Molloy. (ABC News: Hugh Sando)

Edwin sempat membacakan pernyataan korban dalam persidangan kasus ini. Dia mengaku hidupnya hancur akibat kejadian itu.

Dia dan istrinya merasakan sebagian jiwanya pergi ketika Leonardo meninggalkan mereka untuk selamanya.

Belum lagi anak sulungnya Franciscus kerapkali menanyakan, apakah dia boleh mati juga agar bisa bertemu dengan adiknya.

Edwin mengaku rasa sakit dan penderitaan yang ditimbulkan oleh kecelakaan itu mengakibatkan tak ada lagi kebahagiaan di rumahnya.

Seusai persidangan pada hari Selasa, kepada pers Edwin menyatakan kekecewaannya dengan vonis yang diperoleh Molloy.

Ancaman hukuman bagi total 10 dakwaan yang dikenakan ke terdakwa, menurut hukum yang berlaku di Australia Barat sebenarnya maksimal hingga 20 tahun penjara.

Namun Molloy hanya dijatuhi hukuman 7,5 tahun penjara dan bisa mengajukan bebas bersyarat setelah menjalani 5,5 tahun.

Hakim Bruce Goetze yang mengadili kasus ini mengatakan Terdakwa Molloy sama sekali tidak perduli dengan pengguna jalan lainnya.

Namun Hakim Goetze mengakui fakta bahwa Molloy tumbuh tanpa mendapatkan pendidikan yang layak dan juga telah menyesali perbuatannya.

Tapi bagi Edwin, hukuman untuk Molloy ini rasanya tidaklah setimpal. "Pesan macam apa yang ingin disampaikan pengadilan ke masyarakat?" katanya.

"Jika Anda orangtua, saya yakin Anda setuju dengan pendapat saya. Vonis ini terlalu rendah dan tidak mendidik," ujarnya.

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com