Saat Novy Hamil, John Chardon Diduga Pernah Bekap Dia dengan Bantal

Saat Novy Hamil, John Chardon Diduga Pernah Bekap Dia dengan Bantal

ABC Australia - detikNews
Senin, 16 Sep 2019 14:18 WIB
Canberra -

Persidangan kasus pembunuhan Novy Chardon telah berakhir dengan dijatuhkannya vonis penjara 15 tahun terhadap terdakwa John Chardon pada Rabu (11/09/2019) pekan lalu. Bagaimana tanggapan keluarga Novy di Surabaya?

Dalam wawancara khusus dengan salah satu stasiun TV Australia, 9News, keluarga Novy menyatakan sangat marah karena pengadilan di Brisbane tidak menyatakan Terdakwa John telah membunuh istrinya sendiri dengan sengaja.

Ibunda Novy, Estralita Aler, mengatakan bahwa beberapa tahun sebelumnya John juga pernah nyaris menghabisi nyawa Novy.

"Ketika dia (Novy) sedang hamil anak keduanya Alex, dia (John) membekap Novy dengan bantal," ujar Estralita yang masih terus menangis mengingat anaknya yang kini telah dipastikan meninggal dunia.

"Bila saja putriku tidak dilindungi oleh Tuhan, dia sudah mati pada saat itu," kata Estralita yang didampingi saudari Novy, Rosy Charmelia Sari.

John baru menghentikan perbuatannya membekap Novy dengan bantal itu setelah mendengar tangisan anak pertamanya yang saat itu berusia dua tahun.

Pasangan yang bertemu di tahun 2001 itu dikaruniai dua orang anak. Novy diketahui merupakan wanita kelima yang pernah dinikahi oleh John Chardon (72 tahun).

Kemudian tibalah malam nahas itu, 6 Februari 2013. John yang hari itu menerima surat cerai dari pengacara Novy, kembali melakukan aksinya, menyerang istrinya. Namun kali ini berakhir fatal.

Keterangan di pengadilan mengungkap bahwa John membuang tubuh istrinya dan tak pernah ditemukan lagi.

kamar novy.jpg

Polisi meyakini bahwa di kamar tidur inilah Novy dihabisi oleh suaminya sendiri, terpidana John Chardon. (Istimewa)

Kesedihan keluarga Novy di Surabaya semakin bertambah setelah mendengar putusan pengadilan yang menyatakan Terdakwa John sama sekali tidak berniat untuk membunuh istrinya.

Estralita mengatakan tak bisa membayangkan bagaimana anaknya itu dihabisi oleh suaminya sendiri. "Saya tak ingin menangis lagi," katanya.

Menurut keterangan keluarganya, setahun setelah Novy dilaporkan menghilang, John pernah mendatangi mereka di Surabaya.

John, katanya, mengancam jika mereka berbicara lagi dengan media, maka akses mereka ke anak-anak Novy akan diputus.

Keluarga Novy memberikan wawancara untuk pertama kalinya dengan 9News saat itu.

"Anak saya itu menderita secara fisik dan mental. Dia pasti sangat ketakutan sampai terkencing-kencing," ujar ibu Novy.

Vonis yang dijatuhkan atas John menyebutkan bahwa masa hukum 15 tahun itu harus dijalani minimal 80 persen.

Setelah itu Terpidana bisa mengajukan permohonan bebas bersyarat, tapi dia harus mengakui terlebih dahulu dimana jasad Novy dibuang.

Saudaranya pun ingin tahu dimana keberadaan jasad Novy. "John, dimana saudaraku berada?" ujar Rosy Charmelia Sari.

"Jika kamu membunuh saudaraku, kenapa kamu tidak memberi tahu dimana jasadnya?"

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia



(ita/ita)