detikNews
Rabu 11 September 2019, 16:37 WIB

'Saya Bantu Pengungsi Beradaptasi di Australia', Cerita Heni Hardi Tinggal di Goulbourn

ABC Australia - detikNews
Saya Bantu Pengungsi Beradaptasi di Australia, Cerita Heni Hardi Tinggal di Goulbourn
Canberra -

Dari Denpasar sepuluh tahun yang lalu, Nugraheni Setya Hardi terbang ke Canberra membawa mimpi untuk membuka salon sambil mengajar senam di Australia.

Warga Indonesia Bantu Pengungsi di Australia
  • Heni bekerja sebagai manajer organisasi bagi pengungsi
  • Keterampilan diperlukan bagi orang yang berminat menetap di Australia
  • Orang Indonesia di Australia menurutnya cepat beradaptasi

Dari Canberra, perempuan yang dipanggil Heni ini pindah ke Goulburn, yang berjarak 90 km dari negara bagian ibukota Australia itu, setelah menerima tawaran mengajar dari klab kebugaran di sana.

Kini ia duduk di kursi manajer sebuah lembaga yang membantu meningkatkan kesejahteraan para pengungsi di Australia.

Karir ini ia mulai dengan menjadi sukarelawan pengajar tari bagi pengungsi muda berlatar belakang multikultural di sebuah organisasi sosial.

Ia lalu memberanikan diri melamar ke Goulburn Multicultural Centre (GMC), organisasi non-profit berumur 13 tahun yang menerima dana dari Departemen Sosial dan Jasa Australia.

Sejak diterima, jabatan Heni selalu naik mulai dari sebagai Pekerja Remaja, bagian Pengembangan Komunitas, hingga akhirnya menjadi seorang manajer.

Di posisinya sekarang, perempuan yang hobi olahraga tersebut memberikan konseling kepada 255 klien dan membawahi 19 sukarelawan serta dua orang karyawan disamping tanggung jawab lainnya.

WOMENS SESSION

Women's group and information session terbuka untuk umum demi membantu kelancaran komunikasi pengungsi dengan penduduk lokal. (Foto: supplied)

Selain dari tarian, Heni juga aktif mempromosikan budaya Indonesia melalui tulisannya di kolom Local Leader di koran Goulburn Post setiap bulan sejak Januari 2018.

"Saya menulis tentang perbedaan yang dapat dipelajari mulai dari makanan, budaya, pandangan hidup, pakaian, cuaca atau iklim dan lain-lain dari berbagai negara."

Tidak hanya lewat tulisan, Heni juga suka memperkenalkan budaya Indonesia secara lisan.

"Sering diundang sebagai pembicara di sekolah-sekolah atau organisasi-organisasi, topik saya selalu budaya Indonesia yang kaya. Tak habis-habisnya diceritakan."

Sembari menjalankan perannya sebagai seorang pemimpin, Heni juga sedang menyelesaikan 20 kursus untuk menopang pekerjaannya saat ini.

Melihat pencapaiannya sebagai seorang perantau, menurutnya sangatlah penting bagi migran di Australia untuk selalu "sehat secara jasmani dan rohani serta selalu berpikir positif dan mau belajar".

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com