detikNews
Rabu 11 September 2019, 14:06 WIB

Bukti Baru Ungkap Anggota DPR Australia Gladys Liu Diduga Terkait Partai Komunis China

ABC Australia - detikNews
Bukti Baru Ungkap Anggota DPR Australia Gladys Liu Diduga Terkait Partai Komunis China
Canberra -

Anggota DPR Australia Gladys Liu semakin dipertanyakan kelayakannya untuk duduk di parlemen setelah muncul bukti baru yang mengaitkannya dengan operasi politik terselubung dari Partai Komunis China. Dia mengakui pernah jadi anggota sebuah asosiasi namun sekarang tidak lagi.

ABC News menemukan dokumen online Pemerintah China yang mencantumkan nama Liu sebagai anggota Asosiasi Pertukaran Luar Negeri di Provinsi Guangdong antara tahun 2003 dan 2015.

Dokumen lainnya menunjukkan wanita keturunan China pertama yang jadi anggota DPR Australia ini sebagai anggota asosiasi itu untuk Provinsi Shandong pada tahun 2010.

Saat itu, Asosiasi Pertukaran Luar Negeri merupakan kepanjangan tangan Dewan Negara di Beijing, suatu lembaga politik dan administrasi Pemerintah China.

Asosiasi ini belakangan dilebur dengan United Front Work Department, sayap Partai Komunis China (PKC), yang digambarkan oleh Presiden Xi Jinping sebagai "senjata ajaib" China.

"Dua asosiasi yang Liu menjadi anggotanya, secara eksplisit dibentuk oleh PKC untuk mempengaruhi negara-negara seperti Australia," jelas peneliti China di Charles Sturt University Clive Hamilton kepada ABC.

Senada dengan itu, Dr Feng Chongyi dari UTS Sydney menjelaskan Asosiasi Pertukaran Luar Negeri merupakan penghubung utama antara Pemerintah Cina dan kaum patriot pro-Beijing yang tinggal di luar negeri.

"Ini salah satu organisasi yang dibuat Pemerintah China untuk operasi Front Bersatu," kata Dr Feng, merujuk pada operasi rahasia untuk menyebar pengaruh China.

"Secara khusus, pekerjaannya mengkhususkan diri merekrut warga dari komunitas China di perantauan," tambahnya.

Scott Morrison holds Gladys Liu's arm in the air as he points to her with his other hand. MPs behind are smiling and clapping

PM Scott Morrison bersama Gladys Liu setelah anggota DPR Australia pertama dari keturunan China ini menyampaikan pidato pertamanya pada Juli 2019. (Supplied)

"Banyak pertanyaan serius di seputar sosok Gladys Liu," ujar Prof Hamilton.

Dia mengatakan, Parlemen Australia harus memeriksa apakah Liu melanggar Pasal 44 konstitusi, yang mendiskualifikasi setiap anggota yang terkait dengan kekuatan asing.

Menteri Bendahara Negara (Treasurer) Josh Frydenberg secara terpisah mengatakan tidak khawatir dengan tudingan kepada Liu ini.

"Gladys Liu adalah anggota penting dari tim kami," kata Frydenberg.

Kepada jaringan TV Sky News, Liu mengaku "tidak dapat mengingat" apakah pernah terlibat dalam kepengurusan Asosiasi Pertukaran Luar Negeri di dua provinsi.

"Saya dapat memastikan bahwa saya belum pernah menjadi anggota dewan ini. Mereka bisa memasukkan nama Anda di sana tanpa sepengetahuan Anda," katanya.

Dalam laporan ABC sebelumnya disebutkan bahwa Liu memiliki kaitan dengan sayap rahasia Pemerintah China yang bertujuan mempengaruhi pemerintah asing dan para ekspatriat China di luar negeri.

Organisasi dimaksud adalah World Trade United Foundation (WTUF) yang berbasis di Hong Kong dimana Liu ditunjuk sebagai ketua kehormatan.

Para sumber ABC menyebut organisasi ini berafiliasi dengan China untuk mempengaruhi pemerintah asing dan ekspatriat China di negara lain.

Dirangkum dari berbagai sumber untuk ABC Indonesia oleh Farid M. Ibrahim.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com