DetikNews
Jumat 09 November 2018, 11:35 WIB

Semakin Banyak Pernikahan di Australia Melarang Tamu Memotret

ABC Australia - detikNews
Semakin Banyak Pernikahan di Australia Melarang Tamu Memotret
Canberra -

Hidup di zaman teknologi dan media sosial seperti sekarang ini, nyaris tidak ada momen dalam kehidupan orang yang terlewat diabadikan dan diunggah ke media sosial, termasuk pernikahan.

Namun kini ada sebagian orang yang memilih menolaknya dengan melarang para undangan mengabadikan momen istimewa tersebut.

Industri pernikahan menyebut konsep pernikahan semacam ini dengan sebutan "unplugged weddings' atau "pernikahan tanpa gawai dan media sosial", di mana pasangan yang akan menikah meminta para tamu mematikan koneksi internet dan tidak mengambil foto selama upacara pernikahan berlangsung.

Pasangan, selebriti, dan fotografer pernikahan yang diwawancarai ABC mengatakan konsep ini mengutamakan rasa kehadiran - dan sedikit soal bagaimana hari istimewa itu akan terlihat di internet.

Jika Anda seorang tamu, mungkin ada sesuatu di dalam konsep pernikahan semacam ini yang juga ditujukan untuk kepentingan anda, dimana riset menunjukkan bahwa tidak mengambil foto akan dapat meningkatkan ingatan Anda tentang hari itu.

Menghormati kekhusyukan acara pernikahan tanpa gawai dan media sosial
Beberapa pasangan menggunakan tanda peringatan untuk memberi tahu tamu bahwa mereka tidak ingin acara tersebut diambil gambarnya. Di lain waktu, diumumkan sebelum upacara dimulai. (ABC Life: Luke Wong)

Pendeta berbasis di Kota Bathurst (NSW) Kiralee Burke, mengatakan mayoritas pasangan yang dinikahkannya dalam tiga tahun terakhir telah meminta upacara pernikahan 'unplugged'.

"Saya pikir itu sangat bagus untuk benar-benar memiliki waktu yang didedikasikan secara khusus dan penuh kesadaran bahwa ada beberapa situasi di dalam kehidupan yang dapat dinikmati tanpa kehadiran teknologi," kata Kiralee.

Mengetahui itu bisa menjadi hal yang tidak mudah dilakukan bagi sebagian orang, dia sering menggunakan humor untuk membuat permintaan, tergantung pada lokasi dan jenis upacara.

Kalau tidak, dia akan membuatnya sederhana.

"X dan Y memiliki fotografer profesional yang telah mereka bayar untuk mengabadikan acara hari ini. Silahkan kantongi ponsel Anda karena kami benar-benar ingin semua orang hadir di sepanjang upacara," katanya sebagai contoh.

Membiarkan fotografer sewaan melakukan tugasnya

Seorang fotografer berbasis di Perth, Natalija Brunovs mengatakan kepada kliennya kalau upacara pernikahan 'unplugged' dapat lebih memperbesar kesempatan baginya untuk mengabadikan emosi pada hari pernikahan tersebut.

"Ketika seorang pengantin berjalan di lorong biasanya orang-orang akan membungkuk dan mengambil foto, itu berarti Anda tidak bisa mendapatkan reaksi ekspresi sang mempelai laki-laki."

"Seringkali pengantin pria bahkan tidak dapat melihat pengantin wanita karena dia terhalangi oleh semua tamunya, " katanya.

"Jika saya memotret pernikahan dan semua orang mengangkat telepon atau bahkan iPad, maka sangat sulit untuk memotret ekspresi orang."

Pasangan dapat mengontrol foto di media sosial Pernikahan tanpa gawai dan media sosial
Scott Rucker dan Emily Staniforth memilih upacara pernikahan tanpa gawai dan media sosial setelah melihat manfaatnya di pernikahan teman-teman mereka. (Supplied: Kristen Cunningham Photography)

Pernikahan dengan konsep 'unplugged' ini juga sangat masuk akal bagi pasangan.

Emily Staniforth dan Scott Rucker dari Orange, NSW, menghadiri beberapa pernikahan pada umumnya sebelum akhirnya mengikuti ini untuk pernikahan mereka sendiri yang akan datang.

"Satu [acara] bahkan benar-benar melarang foto acara pernikahan mereka diunggah di media sosial dan yang lainnya hanya meminta orang-orang untuk tidak menggunakan gadget selama acara," kata Emily.

Mereka pernah menghadiri acara di mana kamera dan hp menutupi pandangan pasangan dan tamu lain.

"Saya pikir Anda kehilangan sesuatu dalam skenario itu terkait apa yang membuat peristiwa itu begitu istimewa," kata Scott.

Sementara bagi pasangan pengantin baru Nadia dan Jason Clark, mereka ingin menjadi orang pertama yang melihat foto pernikahan mereka yang bermakna.

"Kami tidak ingin orang-orang mulai memposting foto [pernikahan kami] di media sosial tak lama setelah acara selesai, atau bahkan ketika acara pernikahan masih berlangsung," kata Nadia.

"Kami ingin dapat kesempatan menikmati foto pernikahan itu untuk diri kami sendiri terlebih dahulu."

Fotografer Natalija Brunovs mengatakan sekarang umum bagi para fotografer untuk menyediakan pilihan foto segera setelah acara, sehingga para tamu dapat dengan mudah menyukai dan berbagi di media sosial untuk konten yang mereka sukai.

Menghormati lokasi pernikahan

Ketika Monica Defendi dan Ken Woo menikah di sebuah gereja Katolik di Perth, pertimbangan etiket turut mewarnai keputusan mereka untuk membuat pengumuman khusus tentang fotografi.

Banyak dari tamu mereka yang tidak terbiasa dengan pengaturan gereja, dan telah melakukan perjalanan dari luar negeri, membuat mereka sangat tertarik untuk mengambil foto untuk menunjukkan kepada kerabat mereka di rumah.

"Jika kami tidak mengatakan apa-apa, mereka akan mengambil semua kebebasan itu dan menjadi kacau - mereka adalah fotografer yang sangat antusias," kata Monica.

Anda selalu dapat meminta, tetapi tidak semua orang akan menghormati keinginan Anda, kata fotografer pernikahan Jenny Wu yang berpusat di Canberra.

"Pelaku terburuk adalah tamu yang lebih tua," kata Jenny.

Dari semua upacara pernikahan yang ditangani Jenny selama dua tahun terakhir, setengahnya memakai konsep pernikahan 'unplugged'.

Tapi dia melihat para tamu langsung mengabaikan permintaan untuk menyingkirkan kamera mereka.

"Jadi anda tahulah, bibi dan paman; seringkali orang tua tetap melakukannya juga."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed