INTERMESO

Takhta untuk
Pangeran Bengal

“Bagaimana mungkin kalian bisa mengikuti orang yang berjalan
di atas air?”

Pangeran Vajiralongkorn pada November 2007

Foto: Chumsak Kanoknan/Getty Images

Jumat, 14 Oktober 2016

Beberapa bulan lalu, tabloid Jerman, Bild, memuat berita singkat soal Pangeran Maha Vajiralongkorn, calon penerima waris takhta Kerajaan Thailand. Bukan berita itu yang jadi bahan gunjingan, melainkan foto sang pangeran yang jadi pembicaraan.

Pesawat Boeing 737 yang mengangkut Pangeran Vajiralongkorn dan selirnya, Suthida Ayudhaya, beserta sekitar 30 orang pengawal, mendarat di Bandar Udara Muenchen. Begitu pintu dibuka, Vajiralongkorn turun dan disambut awak pesawat dengan penuh hormat. Yang tak biasa, Pangeran Vajiralongkorn hanya mengenakan kaus singlet mini, tak bisa menutupi tubuh bagian atasnya.

Pangeran Vajiralongkorn tak lagi muda. Umurnya sudah 64 tahun dan setidaknya punya tujuh anak. Tak seperti ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej, yang sangat menjaga citra, gaya hidup dan ulah “eksentrik” Vajiralongkorn acap kali jadi pergunjingan. Di Thailand, perilakunya hanya jadi bisik-bisik di balik punggung, lantaran bicara buruk soal keluarga Raja bisa berujung di penjara.

Tapi di Jerman, tak jadi soal memuat foto dan berita “tak biasa” Putra Mahkota Vajiralongkorn. Empat tahun lalu, harian Jerman, Braunschweiger Zeitung, membuat satu “kesalahan” fatal. Harian di Kota Brunswick itu menulis soal perjalanan wisata Pangeran Vajiralongkorn di kota tersebut.

Pangeran Vajiralongkorn saat ulang tahun ayahnya, Raja Bhumibol, pada Desember 2012.
Foto: Athit Perawongmetha/Getty Images

Selama tiga hari, Pangeran Vajiralongkorn dan sekitar 60 orang pengiringnya menghuni hampir separuh Hotel Movenpick. Kepada staf hotel, Pangeran Vajiralongkorn juga menekankan bahwa dia tak ingin berbagi lift dengan orang lain kecuali anggota rombongannya.

Dengan pengawalan sangat ketat, Pangeran Vajiralongkorn menghabiskan waktu dengan berbelanja rupa-rupa barang. Yang jadi masalah, harian Braunschweiger menulis bahwa Pangeran Vajiralongkorn ditemani seorang perempuan, yakni “istri”-nya. Padahal saat itu, istrinya, Putri Srirasmi, tengah ada di Bangkok. Lalu siapakah perempuan itu?

Petualangan Sang Pangeran Mahkota dengan sejumlah perempuan memang tak lagi jadi rahasia. Selama beberapa tahun dia banyak menghabiskan waktu di Muenchen bersama seorang selirnya, Suthida, mantan pramugari Thai Airways. Jika pulang ke Thailand, Pangeran Vajiralongkorn juga sering menghabiskan waktu dengan “selir” yang lain. Kabarnya, kedua perempuan ini sama-sama mantan pramugari Thai Airways.

Sejak masih muda, kisah asmara Pangeran Vajiralongkorn selalu jadi bahan gosip. Pada akhir 1970-an, tak peduli terhadap pendapat orang di sekitarnya, dia menjalin hubungan asmara dengan aktris muda, Yuvadhida Polpraserth. Padahal kala itu, Pangeran Vajiralongkorn sudah beristri dan memiliki seorang putri.

Putraku memang agak menyerupai Don Juan…. Dia anak yang baik, murid yang baik, dan perempuan-perempuan menyukainya.”

Ratu Sirikit, ibunda Vajiralongkorn

Restu dari Raja Thailand Bhumibol Adulyadej baru turun pada 1994 setelah mereka dikaruniai lima orang anak dan sang pangeran bercerai dari istri pertama. Hubungan Pangeran Vajiralongkorn dengan Yuvadhida berakhir dengan “prahara” dua tahun kemudian. Pangeran Vajiralongkorn menuduh istrinya berselingkuh dengan Kepala Staf Angkatan Udara Anand Rotsamkhan. Anand dan Yuvadhida diusir dari Thailand selamanya.

“Putraku memang agak menyerupai Don Juan…. Dia anak yang baik, murid yang baik, dan perempuan-perempuan menyukainya dan dia menganggap perempuan lebih menarik lagi,” Ratu Sirikit, ibunda Vajiralongkorn, seperti dikutip Straits Times, mencoba memaklumi kelakuan putranya.

Lepas dari Yuvadhida, Pangeran Vajiralongkorn menjalin kasih dengan Srirasmi Koet-amphaeng, salah seorang stafnya. Tapi seperti juga kisah sebelumnya, pasangan kerajaan ini tetap jadi bisik-bisik pergunjingan. Beberapa tahun lalu, beredar video yang merekam Pangeran Vajiralongkorn dan Putri Srirasmi tengah merayakan ulang tahun bersama anjing kesayangan mereka, Foo Foo. Yang bikin “panas”, Putri Srirasmi tampil hampir tanpa busana di tengah para pelayan yang hilir-mudik menyajikan hidangan. Pernikahan ketiga Vajiralongkorn bubar dua tahun lalu.

Dengan reputasi seperti itu, tak mengherankan jika sebagian elite dan rakyat Thailand tak yakin Pangeran Vajiralongkorn bisa dihormati dan menjadi pemersatu Kerajaan Thailand seperti ayahnya. “Bagaimana mungkin kalian bisa mengikuti orang yang berjalan di atas air?” seorang diplomat di Bangkok, dikutip The Economist, mengibaratkan. 

* * *

Pangeran Vajiralongkorn
Foto: Nation

Restoran mana yang tak girang menerima kunjungan atau mendapat pesanan dari seorang putra mahkota. Tapi pemilik restoran Thai Kingdom di Stratford-upon-Avon, Inggris, tak pernah menyangka bakal mendapat pesanan yang sungguh di luar kebiasaan.

Sebulan setelah mampir makan siang di restoran itu, Putra Mahkota Kerajaan Thailand Pangeran Maha Vajiralongkorn memesan 350 paket bahan mentah untuk masakan tradisional Thailand. Paket bahan masakan itu kemudian segera diterbangkan ribuan kilometer ke Kota Bangkok. Padahal restoran itu juga mengimpor sebagian besar bahan masakan mereka dari Negeri Gajah Putih.

“Ini satu kehormatan besar bagi kami. Tapi pihak Kedutaan Thailand meminta kami tak membicarakan soal itu. Kami harus menutup mulut rapat-rapat,” kata sang pemilik Thai Kingdom, beberapa waktu lalu, kepada BBC. Dia menolak menyebutkan namanya. “Sepertinya ini perjalanan sangat jauh untuk menerbangkan makanan, tapi untuk seorang pangeran, apa yang dia suka, maka dia akan mendapatkannya. Jika dia bahagia, semua orang ikut bahagia.”

Tak seperti ayahanda, Raja Bhumibol Adulyadej, yang dipuja-puja bak setengah dewa, reputasi Pangeran Vajiralongkorn memang tak seberapa cemerlang. Bahkan popularitas calon penerus Dinasti Chakri ini masih kalah jauh dari adiknya, Putri Maha Chakri Sirindhorn, yang sangat cerdas dan giat dalam kegiatan sosial.

Ada orang yang menyukaiku, ada pula orang yang tak menyukaiku. Itu hak mereka.”

Pangeran Vajiralongkorn

Pangeran Vajiralongkorn
Foto: Nation

Pangeran Vajiralongkorn sepertinya tak terlalu risau dengan gosip di luar sana. “Jika kalian lahir dengan posisi seperti aku, kalian harus menerimanya…. Ada orang yang menyukaiku, ada pula orang yang tak menyukaiku. Itu hak mereka,” Vajiralongkorn menuturkan kepada majalah Dichan. “Ke mana pun kalian pergi akan selalu ada gosip. Jika kalian kelewat sibuk melayani gosip, kalian tak akan bisa kerja.”

Empat tahun lalu, situs WikiLeaks membocorkan kawat diplomatik dari Duta Besar Amerika Serikat di Thailand, Eric John. Dalam kawat itu, Eric menyampaikan hasil percakapannya dengan tiga mantan pejabat tinggi Thailand: Jenderal Prem Tinsulanonda, mantan Perdana Menteri dan Kepala Penasihat Raja Bhumibol; mantan Perdana Menteri Thailand Anand Panyarachun; dan mantan Kepala Staf Angkatan Udara Siddhi Savetsila.

“Ketiganya punya pendapat negatif soal Pangeran Mahkota,” Eric, dikutip Guardian, menulis. Anand, menurut Eric, tak yakin perilaku Pangeran Mahkota bisa berubah. Anand maupun Siddhi berpendapat masa depan negara mereka akan lebih baik jika penerima waris takhta dialihkan. Siddhi menunjuk Putri Sirindhorn sebagai calon pilihannya.

Kemarin, setelah sekian lama terbaring sakit, Raja Bhumibol mangkat. Berdasarkan konstitusi, Dewan Penasihat Raja akan mengirimkan nama calon penerima waris takhta kepada pemerintah dan parlemen Thailand.

“Yang Mulia Raja Bhumibol sudah memilih penerima warisnya sesuai hukum suksesi,” kata Perdana Menteri Prayut Chan-ocha, dikutip The Nation, kemarin malam. Menurut Prayuth, Pangeran Vajiralongkorn ingin diberi kelonggaran waktu pada masa berduka ini. “Dia minta proses suksesi takhta ditunda hingga waktu yang tepat.”


Penulis/Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.

SHARE