Aksi-Polisi-Bobol-ATM-di-Bekasi-

CRIME STORY

Aksi Polisi Bobol ATM
di Bekasi

Menggunakan las, personel Sabhara Polda Metro Jaya membobol ATM BRI di Bekasi. Punya tabungan seratusan juta rupiah, dicurigai bukan aksi yang pertama.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Kamis, 25 Agustus 2016

Keheningan Desa Kartasari, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, pecah oleh teriakan dan letusan pistol milik Inspektur Dua Ma'ruf, Rabu dinihari, 17 Agustus 2016. Saat itu dia bersama tiga personel dari Polsek Pebayuran mencoba menyergap seseorang yang tengah mencoba membobol anjungan tunai mandiri (ATM) BRI dengan menggunakan las.

“Jangan bergerak, jangan bergerak!” teriak Ma'ruf begitu melihat api las memercik-mercik dari dalam ruang ATM. Seorang lelaki sontak menerobos keluar dengan panik. Tabung gas melon, peralatan las, serta dua senjata tajam ditinggalkan begitu saja. Setengah kalap, lelaki itu berlari menuju mobil Daihatsu Ayla bernomor polisi B-1935-PAC warna perak yang diparkir di mulut gang dengan kondisi mesin menyala. Di dalamnya menunggu seorang remaja yang duduk di samping kursi kemudi.

Sebelum mengelas  ATM, pelaku menyemprotkan cat hitam ke arah kamera CCTV.”

Sambil kembali meminta orang itu berhenti, Ma'ruf melepaskan tembakan ke udara. Alih-alih menghentikan aksinya, lelaki berambut cepak itu malah langsung memacu mobilnya ke arah Jalan Raya Lemah Abang, Karawang. Kali ini Ma'ruf sengaja mengarahkan pistolnya langsung ke arah mobil. “Dor, dor, dor....” Tiga tembakan itu antara lain memecahkan lampu belakang sebelah kanan.

Bukannya ciut nyali, lelaki itu justru mengacung-acungkan airsoft gun sambil mengemudikan mobil dan memacunya dengan kecepatan tinggi.

Ma'ruf beserta ketiga personel lain tak tinggal diam. Mereka memacu dua sepeda motor berusaha mengejar mobil tersebut. Tak sampai lima menit, pengejaran berakhir dengan sendirinya. Sebab, sekitar 1 kilometer dari titik pelarian, mobil tampak kehilangan keseimbangan. Karena kondisi di sekitar gelap gulita dan si pengemudi tak mengenal baik kondisi jalan, mobil itu menghajar sebuah pohon saat melewati tikungan.

“Remaja yang duduk di jok sebelah kiri tewas di tempat karena luka berat di bagian kepala, sementara si pengemudi cedera di kepala dan paha kanan. Setelah diperiksa, keduanya kami kirim ke Rumah Sakit Polri di Jakarta,” kata Kepala Polsek Pebayuran Ajun Komisaris Siswo, SH, saat ditemui DetikX, Jumat, 19 Agustus.

Informasi adanya upaya pembobolan ATM, Siswo menjelaskan lebih lanjut, bermula dari Rudi, petugas keamanan yang malam itu mendapat giliran bertugas di kantor bank tersebut. Sekitar pukul 02.00 WIB< dia dengan nada bicara berbisik mengontak kantor Polsek karena mendengar suara-suara gaduh di dalam ATM. Dia juga melihat ada percikan api. Mendapat laporan tersebut, dia langsung meminta Maruf dan tiga personel lainnya melakukan pengintaian dan menyergap para pelaku.

Dari pemeriksaan pascakejadian diketahui bahwa pelaku bernama Valino Vernando Sianipar, personel Unit Patroli Motor pada Direktorat Sabhara di lingkungan Polda Metro Jaya. Pelaku pendamping bermana Mikael Wijaya, 16 tahun, pelajar kelas II sekolah menengah atas di Tambun Selatan. Selain tabung gas ukuran 3 kilogram dan perangkat las, polisi menyita senjata airsoft gun dan dua bilah senjata tajam. “Sebelum mengelas ATM, pelaku menyemprotkan cat hitam ke arah kamera CCTV,” ujar Siswo.

Aksi Valino tergolong nekat. Sebab, dari pengamatan detikX ke lokasi kejadian, kantor BRI di Desa Kartasari diapit oleh Kantor Komando Rayon Militer (Koramil) dan Polsek Pebayuran, yang masing-masing berjarak sekitar 500 meter. Hanya, pada malam hari, sepanjang jalan itu dipastikan sunyi dan gelap karena belum ada lampu penerangan jalan. Kondisi seperti itulah yang mungkin membuat Valino nekat beraksi.

“Dia enggak tahu kalau titik-titik strategis di wilayah ini sudah terkoneksi dengan kami dari kepolisian sehingga bisa cepat bertindak jika ada yang mencurigakan,” kata Siswo, yang bertugas di Pebayuran sejak akhir Desember 2015. 

Pada Jumat siang pekan lalu, kantor bank itu terlihat ramai oleh para nasabah. Namun ATM belum diperbaiki dan masih diberi pita kuning polisi. Sementara itu, Rudi, petugas satpam yang pertama kali melaporkan upaya pembobolan ATM, menurut informasi yang didapatkan detikX, sedang cuti. “Dia masih shock, diizinkan istirahat sama pimpinan. Biar enggak digangguin wartawan juga, he-he-he...,” ujar seorang petugas bank yang ditemui detikX.

Seorang perwira di lingkungan Polres Bekasi membisikkan, ada kemungkinan aksi Valino di Pebayuran itu bukan yang pertama kali. Selain karena dalam aksinya dia menggunakan peralatan cukup lengkap dengan kualitas baik, isi rekening tabungannya pun cukup fantastis untuk ukuran seorang bintara polisi seperti dia. “Tabungannya sekitar Rp 180 juta, itu sangat besar. Mobil yang digunakannya juga milik dia pribadi, cuma nomornya sengaja dipalsukan, mungkin untuk mengelabui,” ujar si perwira muda.

Karena itu, dia curiga pembobolan ATM di Pebayuran itu bukan yang pertama kali dilakukan Valino. Apalagi pada awal Agustus lalu juga terjadi pembobolan ATM dengan modus yang mirip. 

Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, memastikan Valino, yang masih menajalani perawatan di Rumah Sakit Polri, akan dipecat dari kesatuannya selain harus mempertanggungjawabkan tindak pidananya. "Kapolda (Irjen Moechgiyarto) sudah memerintahkan kepada jajaran, apabila ada oknum yang melakukan pidana, harus ditindak tegas. Nanti yang bersangkutan direkomendasikan untuk dipecat," ujarnya.


Laporan: Rizky Ramandhika, Reza Rizaldy (magang), Sudrajat
Penulis/Editor: Sudrajat
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Crime Story mengulas kasus-kasus kriminal yang menghebohkan, dikemas dalam bahasa bercerita atau bertutur, dilengkapi dengan gambar  ilustrasi yang menarik.

SHARE