Pamit-Ambil-Uang,-Pulang-Jadi-Mayat

CRIME STORY

Pamit Ambil Uang, Pulang Jadi Mayat

Berhari-hari Zandra tak pulang, keluarganya melapor ke polisi. Hilangnya janda beranak empat itu juga dijadikan status di Facebook.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Kamis, 12 Mei 2016

Cemas karena sang kakak, Neltji Trentje Zandra Jawar, 38 tahun, dua hari tak pulang, Johanis Heintje Jawar akhirnya mendatangi Markas Kepolisian Sektor Sagulung pada Rabu, 27 April, dini hari. Tapi, hingga dua hari kemudian, polisi pun tak kunjung mendapatkan titik terang ihwal keberadaan Zandra.

Akhirnya Johanis memanfaatkan media sosial Facebook. Pada 29 April pukul 14.04, ia membuat pengumuman soal kakaknya yang menghilang dari rumah. “Mohon bantuannya kalau melihat orang ini pergi dari tgl 25 dan belum pulang menggunakan motor Suzuki Nex BP-6728-GE,” begitu tulisnya. Di bawah pengumuman itu, dia menyertakan potret sang kakak, Neltji Trentje Zandra Jawar, tengah duduk di atas sepeda motor.

Keesokan harinya, seorang warga mencium bau tak sedap dari semak-semak di sekitar kompleks Perumahan Devin Marina City. Tak lama berselang, polisi memeriksa lokasi dan menemukan bau tak sedap itu berasal dari jasad seorang perempuan dalam posisi tertelungkup. Belakangan, diketahui jasad itu tak lain adalah Zandra, yang masuk catatan orang hilang di Polsek Sagulung.

Johanis beserta kakak dan adiknya tentu terkejut bukan kepalang mendapat kabar tersebut. Korban diketahui terakhir kali meninggalkan rumahnya, Kaveling Sagulung Baru Blok V Nomor 97, pada Senin, 25 April, sekitar pukul 22.00 WIB. Dia pergi mengendarai sepeda motor matik Suzuki Nex warna hijau.

"Kakak sempat permisi ke saya dan mengatakan hendak pergi menemui seorang pria untuk mengambil uang di Merlion, Tanjung Guncang,” kata Jelmy, adik Zandra. Ia mengaku sempat melarang sang kakak keluar dari rumah karena sudah larut malam. Tapi Zandra ngotot pergi setelah menerima telepon dari seseorang.

Agnes Yanti, kakak Zandra, menambahkan, sang adik sudah tiga tahun tinggal di Batam. Zandra, yang bekerja sebagai tenaga pemasaran di Prioritas, perusahaan kredit barang-barang elektronik, memiliki empat anak. Dia tak mengira, setelah menjanda beberapa tahun lalu, adiknya itu punya hubungan spesial dengan seorang kuli bangunan.

Kakak sempat permisi ke saya dan mengatakan hendak pergi menemui seorang pria untuk mengambil uang di Merlion."

Sebab, dalam perbincangan sehari-hari, Zandra tak pernah melontarkan isyarat apa pun terkait hubungan tersebut. Di laman Facebook dengan nama Zandra Jawar pun tak ada foto dia bersama seorang pria dewasa. “Saya sama sekali tak menyangka adik kami punya hubungan asmara dengan pria itu (Kevin),” kata Agnes dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, sejumlah warga di kawasan Bintang RT 03 RW 16, Kelurahan Tanjung Guncang, Batuaji, Batam, tak menyangka Kevinsius Kanis (Kevin), 27 tahun, melakukan pembunuhan. Sebab, lelaki asal Flores, Nusa Tenggara Timur, yang baru sebulan mengontrak rumah di daerah itu, diketahui sebagai sosok pendiam dan jarang bergaul.

“Kami cuma sekilas mengenalnya karena dia baru sebulan di sini. Orangnya tertutup, mungkin (karena) orang baru kali, ya,” kata Iyad, 49 tahun, warga yang ditemui detikX, Selasa, 3 Mei. Ia dan warga lainnya kaget ketika membaca sejumlah koran memberitakan soal penangkapan Kevin dalam kasus pembunuhan seorang janda dengan empat anak. Mereka juga sempat terheran-heran karena, sejak 26 April, di teras rumah kontrakan Kevin terparkir sepeda motor matik Suzuki Nex. “Itu terparkir begitu saja selama tiga hari, padahal Kevin tak ada di rumah,” ujar Iyad.

Dengan adanya kasus tersebut, Iyad melanjutkan, warga meminta pengurus RT dan RW lebih selektif mendata dan mempelajari latar belakang warga yang baru datang.

Ditemui terpisah, Kepala Polsek Sekupang Komisaris Fery Afrizon menyebut keluarga Zandra sempat akan mendatangi ruang tahanan Kevin. Tapi dia melarangnya untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Kepada mereka, ia menjamin akan mengusut kasus ini seadil-adilnya. “Berabe kalau keluarga korban dibiarkan datang. Pasti mereka emosional. Biarlah kami yang menangani kasus ini sesuai koridor hukum,” ujar Fery.

Johanis berharap Kevin dijatuhi hukuman yang setimpal. Ia juga meminta polisi menyelidiki kemungkinan orang lain yang membantu Kevin dalam melaksanakan aksi jahatnya itu. “Kami mohon sekali, pelaku dan pihak lain yang membantu dihukum setimpal atas kematian kakak kami,” ujarnya. Jenazah Zandra dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Sei Temiang pada Minggu, 1 Mei.


Reporter: Agus Siswanto Siagian (Batam)
Penulis: M. Rizal
Editor: Sudrajat
Desainer: Fuad Hasim

Rubrik Crime Story mengulas kasus-kasus kriminal yang menghebohkan, dikemas dalam bahasa bercerita atau bertutur, dilengkapi dengan gambar ilustrasi yang menarik.


SHARE