Detik.com News
Detik.com
Minggu, 23/02/2014 12:51 WIB

Jalan Amblas, Kendaraan Menuju Ngantang Putar Balik

Muhammad Aminudin - detikNews
Jalan Amblas, Kendaraan Menuju Ngantang Putar Balik Jalur ambles dilewati roda dua/M Aminudin
Malang - Belasan petugas memeriksa satu per satu kendaraan yang melintas di Pujon-Ngantang, Minggu (23/2/2014) siang. Mereka meminta pengguna jalan putar balik melaju dari arah timur (Batu), untuk menghindari kemacetan panjang di jalan amblas.

Ada dua jalan amblas akibat banjir bandang Kali Konto di daerah Kedungrejo, Kecamatan Pujon. Kondisi jalan sangat membahayakan pengguna jalan jika memaksa dilalui. Hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan melintas di jalur Pujon-Ngantang.

"Kemacetan di titik longsor sudah parah, semua kami alihkan dari Batu," kata Iptu Pujiyono, seorang petugas kepolisian kepada detikcom di lokasi.

Ia menambahkan, badan jalan tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda empat. Namun, sejak pagi banyak pengguna jalan memaksa untuk melalui jalur Pujon-Ngantang.

"Siang ini semua harus putar arah. Jalan masih ditutup," imbuh dia.

Jalur Pujon-Ngantang putus akibat banjir bandang, Sabtu (22/2) malam. Ada dua titik longsor yang mengakibatkan terputusnya jalur Malang-Kediri itu. Belum tahu kapan jalanan tersebut bisa dilewati lagi.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%