Detik.com News
Detik.com
Senin, 10/02/2014 18:03 WIB

Status Gunung Kelud Meningkat Menjadi Siaga

Budi Sugiharto - detikNews
Status Gunung Kelud Meningkat Menjadi Siaga
Surabaya - Status Gunung Kelud di Jawa Timur mengalami perubahan status. Dari waspada, status gunung api aktif itu meningkat menjadi Siaga (Level III).

Badan Geologi melalui website resmi ESDM mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 Kilometer.

Masyarakat di sekitar Gunung Kelud juga diminta tetap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan serta harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.

Peningkatan status itu ditetapkan sejak Pukul 16.00 Wib, Senin (10/2/2014) setelah melihat hasil pemantauan visual dan instrumental. Dan suhu air panas di kawah gunung yang berada di perbatasan Kediri, Blitar dan Malang menunjukkan peningkatan.

Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 92 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan 33 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA).



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/gik)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%