detikcom
Senin, 20/01/2014 15:08 WIB

Korban Lumpur Lapindo di Perumahan KNV Gelar Istighosah Tuntut Sertifikat

Suparno - detikNews
Foto: Suparno
Sidoarjo - Warga korban lumpur Lapindo yang menempati perumahan di Perum Kahuripan Nirwana Village (KNV) Sidoarjo menggelar istighosah menuntut agar sertifikat dan tanah makam segera direalisasi.

Ratusan warga korban lumpur yang didominasi kaum hawa ini sejak pagi pukul 10.00 WIB antusias berdatangan. Sebelum doa bersama, mereka secara bergantian tanda tangan di kain putih sepanjang 80 meter.

"Ini adalah bentuk kesepakatan warga agar sertifikat dan tanah makom segera diselesaikan," kata seorang warga bernama Nurul (31) kepada wartawan.

Sementara Ketua RW 7 Ali Rahmad (34) mengaku sudah menempati rumah KNV 5 tahun lalu. "Tapi sampai saat ini belum memiliki sertifikat. Selain kami berusaha secara lahiriah, kami juga berusaha secara batiniah," ujarnya

Dia mengaku pihak pengembang PT Mutiara Mansyur Sejahtera (MMS) menjanjikan setelah satu tahun menempati rumah dan akan mengeluarkan sertifikat.

"Sampai saat ini korban lumpur yang tinggal di Perum KNV yang belum mendapatkan sertifikat sebanyak 1.200. Harapannya dengan kegiatan ini bertujuan mengugah hati pengembang," tandasnya.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%