Detik.com News
Detik.com
Selasa, 31/12/2013 15:34 WIB

Dua Jaksa di Jawa Timur Dipecat di Tahun 2013

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Masih saja ada jaksa nakal di Jawa Timur yang dipecat di tahun 2013 ini. 2 Jaksa dipecat karena kasus penyalahgunaan narkoba dan wewenang.

Kedua jaksa itu yakni MW, jaksa dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak yang dipecat karena penggunaan narkoba. Dan RM, jaksa dari Kejaksaan Negeri Surabaya yang dipecat karena penyahgunaan wewenang.

"Ada juga 4 orang jaksa yang kita jatuhi hukuman disiplin tingkat sedang," kata Kepala Kejati Jatim Arminsyah, Selasa (31/12/2013).

Sementara itu, jumlah laporan pengaduan yang masuk di Kejati Jatim selama 2013 berjumlah 85 laporan. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan jumlah laporan 2012 sebanyak 138 laporan.

"Dari laporan yang masuk kami usulkan untuk penjatuhan hukuman disiplin tingkat berat atau pemecatan sebanyak 4 orang dan 6 orang kita usulkan dijatuhi hukuman tingkat sedang," pungkas Arminsyah.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ze/iwd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%