detikcom

Rabu, 27/11/2013 10:56 WIB

Solidaritas Kasus dr Ayu

Dokter di RS Soewandhi Diimbau Tidak Mogok Kerja

Norma Anggara - detikNews
Foto: Norma Anggara
Surabaya - Dokter yang bertugas di RS Soewandi Surabaya hari ini tidak ikut unjuk gigi aksi solidaritas untuk dr Ayu. Mereka hanya menggelar doa bersama demi keselamatan kerja melayani masyarakat.

Dari pantauan detikcom, sejak pukul 08.00 WIB, para pasien di poli jantung, poli anak dan poli kandungan dilayani seperti hari-hari biasa. Hanya saja para dokter sempat berkumpul di ruangan khusus untuk melakukan doa bersama.

"Tadi kata suster, dokternya rapat. Ya lumayan lama sekitar 30-45 menit," ujar seorang pasien poli jantung Ny Sudiro (60) warga Tenggumung Baru Selatan Kecamatan Semampir di RS Soewandi, Rabu (27/11/2013).

Sementara seorang petugas informasi menuturkan bahwa para dokter di RS Soewandi memang diimbau tidak melakukan mogok kerja oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

"Pasiennya banyak mbak, kalau dokternya mogok, kasihan pasiennya. Dari dinas kesehatan kota juga melarang aksi mogok dokter," kata Aminah.

Meski begitu, operasional di RS Soewandi diakui pasien tak seperti hari biasanya. Bahkan pasien yang sudah mengantre di loket sejak pukul 04.00 WIB, belum juga dilayani hingga pukul 09.00 WIB.

"Ngeluh juga kok lama. Padahal saya sudah antre mulai pukul 04.00 WIB," tutur Nanik (60) warga Kapas Baru yang menggunakan Surat Keterangan Miskin untuk berobat.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(nrm/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
62%
Kontra
38%