detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 02:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 18/11/2013 15:27 WIB

Sidang Kasus Pembunuhan Anggota Geng Motor Nyaris Ricuh

Ghazali Dasuqi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Sidang kasus pembunuhan anggota geng motor, Uul Ardiansyah (21), di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo nyaris diwarnai kericuhan, Senin (18/11/2013). Keluarga korban asal Desa Mojosari Kecamatan Asembagus, berusaha mengejar terdakwa sesaat setelah sidang ditutup.

Beruntung polisi sigap mengamankan terdakwa Siksandi (19). Remaja asal Desa Agel Kecamatan Jangkar itu langsung dievakuasi ke mobil tahanan dan segera dikembalikan ke Rutan Situbondo.

"Sebagai bibinya saya tentu tidak terima keponakan saya dibunuh. Saya menuntut hakim menjatuhan vonis paling berat. Kalau perlu harus dihukum mati biar setimpal," ujar Sumiati dengan nada tinggi di depan gedung PN Situbondo.

Pantauan detikcom menyebutkan, kericuhan sidang kasus pembunuhan yang terakhir akhir Juni 2013 lalu itu hampir terjadi sesaat setelah sidang ditutup Hakim Ketua I Wayan Yasa.

Seketika itu, kerabat dan keluarga korban yang memenuhi ruang sidang langsung ikut keluar dan menunggu di depan ruang sidang. Karena terdakwa biasa dievakuasi melalui jalan tersebut. Benar saja, saat terdakwa yang dikawal polisi hendak melintas massa pendukung korban langsung berusaha mendekat.

Namun, sejumlah polisi bersenjata laras panjang mengusir mereka dan membuka jalan untuk evakuasi terdakwa. Gagal mencegat, sebagian keluarga korban berusaha mengejar. Namun, petugas lebih cepat membawa terdakwa Sik Sandi ke mobil tahanan dan langsung membawanya kembali ke Rutan Situbondo.

Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Sedikitnya ada 5 saksi yang dihadirkan dalam sidang tersebut. Para saksi dianggap tahu peristiwa berdarah yang merenggut nyawa korban, pada akhir Juni 2013 lalu. Usai mendengarkan keterangan kelima saksi tersebut, sidang kembali ditunda pekan depan.Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%