detikcom
Senin, 18/11/2013 15:27 WIB

Sidang Kasus Pembunuhan Anggota Geng Motor Nyaris Ricuh

Ghazali Dasuqi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Sidang kasus pembunuhan anggota geng motor, Uul Ardiansyah (21), di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo nyaris diwarnai kericuhan, Senin (18/11/2013). Keluarga korban asal Desa Mojosari Kecamatan Asembagus, berusaha mengejar terdakwa sesaat setelah sidang ditutup.

Beruntung polisi sigap mengamankan terdakwa Siksandi (19). Remaja asal Desa Agel Kecamatan Jangkar itu langsung dievakuasi ke mobil tahanan dan segera dikembalikan ke Rutan Situbondo.

"Sebagai bibinya saya tentu tidak terima keponakan saya dibunuh. Saya menuntut hakim menjatuhan vonis paling berat. Kalau perlu harus dihukum mati biar setimpal," ujar Sumiati dengan nada tinggi di depan gedung PN Situbondo.

Pantauan detikcom menyebutkan, kericuhan sidang kasus pembunuhan yang terakhir akhir Juni 2013 lalu itu hampir terjadi sesaat setelah sidang ditutup Hakim Ketua I Wayan Yasa.

Seketika itu, kerabat dan keluarga korban yang memenuhi ruang sidang langsung ikut keluar dan menunggu di depan ruang sidang. Karena terdakwa biasa dievakuasi melalui jalan tersebut. Benar saja, saat terdakwa yang dikawal polisi hendak melintas massa pendukung korban langsung berusaha mendekat.

Namun, sejumlah polisi bersenjata laras panjang mengusir mereka dan membuka jalan untuk evakuasi terdakwa. Gagal mencegat, sebagian keluarga korban berusaha mengejar. Namun, petugas lebih cepat membawa terdakwa Sik Sandi ke mobil tahanan dan langsung membawanya kembali ke Rutan Situbondo.

Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Sedikitnya ada 5 saksi yang dihadirkan dalam sidang tersebut. Para saksi dianggap tahu peristiwa berdarah yang merenggut nyawa korban, pada akhir Juni 2013 lalu. Usai mendengarkan keterangan kelima saksi tersebut, sidang kembali ditunda pekan depan.Next

Halaman 1 2

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%