detikcom
Kamis, 31/10/2013 18:14 WIB

Penemuan Danau Perawan 'Ranu Tompe' di Lereng Semeru Dirahasiakan

M Amunudin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Dugaan lokasi Ranu Tompe/ Repro GoogleEarth
Malang - Danau atau Ranu Tompe telah ditemukan. Lokasinya cukup misterius dan sementara ini sengaja tidak dipublikasikan untuk umum. Danau di lereng Gunung Semeru ini diyakini menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa, termasuk lokasi bersarang Macan Tutul.

Keberadaan danau yang masih perawan itu awalnya diketahui dari keterangan masyarakat yang diperkuat dari foto citra satelit.

Untuk membuktikan itu, Tim Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) melakukan ekspedisi khusus pada pada 4-13 Oktober 2013.

"Kita lakukan ekspedisi secara langsung," kata KepalaBB TNBTS Ayu Dewi Utari kepada detikcom di kantornya, Kamis (31/10/2013).

Ayu mengungkapkan, tak satupun pernah berkunjung langsung ke lokasi, sebelum ekspedisi dilakukan. Berbeda dengan keberadaan danau lainnya, seperti Ranu Kumbolo ataupun Ranu Pane sudah terakses khalayak.

"Dengarnya sudah lama, tapi kita baru membuktikan ke sana secara langsung," ucap wanita berjilbab ini.

Ia sendiri enggan menyebutkan, secara detil koordinat lokasi danau tersebut. Alasannya demi perlindungan, karenan masuk zona inti dari taman nasional. Next

Halaman 1 2

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%