detikcom
Senin, 14/10/2013 16:30 WIB

Siaga Kunjungan SBY ke Pacitan, Kendaraan Perang Jadi Tontonan Warga

Purwo S - detikNews
Foto: Purwo S
Pacitan - Rencana kedatangan Presiden SBY ke kampung halaman, Selasa (15/10/2013) membuat aparat keamanan bekerja ekstra. Tak hanya jumlah personel yang diterjunkan mencapai ribuan orang, beragam kendaraan perang pun disiagakan di sejumlah lokasi yang akan dikunjungi orang nomor satu di negeri ini.

Uniknya, kemunculan kendaraan lapis baja itu juga menyita perhatian warga sekitar. Tidak sedikit yang sengaja datang untuk berfoto atau melihat-lihat kendaraan tempur tersebut. Ada pula yang yang membawa anak kecil dan menempatkannya di atas kap mesin kendaraan berwarna loreng.

"Anak-anak suka banget. Maklum nggak pernal lihat pemandangan seperti ini," Jayadi (40) warga Kelurahan Sidoharjo saat berbincang dengan detikcom di Jaksa Agung Suprapto, ruas depan pendopo kabupaten, Senin (14/10/2013).

Tak hanya Jayadi yang sengaja mengajak sepasang anaknya melihat dari dekat panzer-panzer tersebut. Beberapa orang tua lain juga tampak membawa putra-putrinya melihat kendaraan perang jenis Panhard dan Anoa. Dua kendaraan bikinan Inggeris dan Indonesia itu diparkir berurutan dengan pengawalan mobil militer.

"Ini maunya nonton terus, nggak mau diajak pulang" ujar seorang ibu muda sambil menyuapi anaknya.

Menurut rencana, Presiden SBY akan mengadakan kunjungan kerja mulai Selasa (15/10/2013). Selama kunjungan 3 hari di Kota 1001 Gua, presiden dijadwalkan meresmikan Proyek Nasional PLTU Sudimoro dan mengunjungi beberapa tempat wisata.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%