detikcom
Jumat, 04/10/2013 16:34 WIB

Tarif Tol Surabaya-Gempol akan Naik

Rista Rama Dhany - detikNews
ilustrasi (ist)
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto telah menyetujui kenaikan tarif 13 ruas tol yang telah memenuhi syarat Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Salah satu ruas tol yang tarifnya mengalamai penyesuaian adalah Surabaya-Gempol. Dari Rp 3.500 naik Rp 4.000. Tarif baru itu akan berlaku mulai 11 Oktober 2013.

"SK Tarif kenaikan sudah saya teken (Jumat 4/10/2014)," ucap Djoko ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (4/10/2013).

Djoko menambahkan, keputusan kenaikan 13 ruas jalan tol tersebut disetujui karena berdasarkan aturan memang sudah seharusnya tarif tol naik tahun ini.

"Secara aturan kenaikan tarif jalan tol itu naik tarifnya tiap dua tahun sekali berdasarkan angka inflasi," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik (Puskompu) Kementerian PU Danis H Sumadilaga mengatakan kenaikan akan berlaku mulai 11 Oktober 2013.

"Kenaikan tarif jalan tol ini didasarkan atas laju inflasi pada masing-masing wilayah yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam kurun waktu dua tahun terakhir yang berkisar 12-16%. SK ini diteken pada hari ini dan akan berlaku satu minggu setelahnya, artinya 11 Oktober 2013," ucap Danis.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rrd/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%